
Keesokan harinya, Tio bangun pagi-pagi dan langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Hari ini setelah jam makan siang, Tio akan mengajak kedua orang tuanya untuk pergi ke suatu tempat, tempat yang selama ini kedua orang tua Tio selalu impi-impikan.
Tio gak sabar ingin memberikan kejutan ini pada kedua orang tuanya, pasti mereka sangat senang nanti, senyum tak pernah lepas dari bibir Tio sampai ia selesai membersihkan diri.
Tio membuka lemari kecil yang berisi pakaian-pakaiannya, di dalam kamar itu hanya ada satu lemari pakaian, karena rumah yang di tempati Tio dan kedua orang tuanya masih kontrakan sederhana.
Tio keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang nya, Tio mengambil ponsel miliknya dan menghubungi seseorang.
"Semuanya sudah siap kan" tanya Tio setelah sambungan telpon terhubung.
"Sudah bos, semuanya sudah siap" ucap seseorang dari balik telepon.
"Bagus" ucap Tio lalu memutuskan sambungan telpon nya.
Tio meletakan kembali ponsel miliknya di atas tempat tidurnya, Tio mengenakan pakaian yang ia ambil dari dalam lemari tadi.
Setelah selesai bersiap-siap Tio keluar dari kamarnya, dan melihat sang ibu sedang menyiapkan sarapan untuk mereka.
"Nak, ayo sarapan dulu, ibu sudah buatkan nasi goreng buat kamu" ucap Ibu.
"Makasih ya bu" ucap Tio duduk di salah satu kursi.
Tak lama kemudian bapak Tio juga datang, dan mereka sarapan bersama, Tio melihat kedua orang tuanya sambil tersenyum bahagia.
"Bu, pak, nanti siang Tio datang jemput kalian di toko roti ya" ucap Tio.
Membuat bapak dan Ibu Tio saling pandang, lalu melihat sang putra.
"Mau ke mana nak" tanya Ibu.
"Udah mau pergi ngelamar?" tanya bapak.
Tio tersenyum melihat kedua orang tuanya, mereka pikir Tio akan menjemput mereka ke rumah sang gadis.
"Bukan bu, Tio mau ngajak ibu sama bapak ke suatu tempat" ucap Tio.
"Iya nak" ucap Ibu, walaupun kedua orang tua itu sanga penasaran sang putra akan membawa mereka ke mana.
Selesai sarapan Tio langsung berangkat ke kantor, karena ada banyak kerjaan yang harus ia selesaikan, mengingat siang ini ia akan pergi ke suatu tempat bersama kedua orang tuanya.
"Bu, Pak, Tio pamit ya" ucap Tio menyelami punggung tangan kedua orang tuanya bergantian.
"Hati-hati ya nak" ucap Ibu Tio.
"Siap ibu" ucap Tio keluar rumah dan langsung masuk ke dalam mobil miliknya.
"Bu, kira-kira anak kita mau ngajak kita ke mna ya" tanya bapak Tio pada sang istri.
"Ibu juga gak tau pak, kita ikut aja lah" ucap ibu Tio.
Ibu Tio dan bapak Tio melihat mobil sang anak pergi menjauh dari halaman kontrakan sederhana itu, bapak dan ibu Tio lalu bersiap-siap pergi ke tokoh roti mereka, karena hari sudah semakin siang.
Tio berhenti tepat di lampu merah, sementara menunggu lampu merah kedua mata Tio tak sengaja melihat seorang ibu-ibu yang sedang memungut jualannya yang jatuh.
"Ibu jualannya kenapa?" tanya Tio yang ternyata turun dari mobilnya.
"Jatuh nak, gak sengaja di senggol sama pejalan kaki" ucap Ibu itu.
"Saya bantu ya bu" ucap Tio.
"Terimakasih nak" ucap Ibu itu.
"Sama-sama bu" ucap Tio.
Selesai membantu ibu itu, Tio langsung memberikan uang 500 ribu untuk ibu itu, membuat ibu itu menjadi bingung.
"Itu rezeki buat ibu, tolong di terima ya" ucap Tio tersenyum.
"Alhamdulillah,, terimakasih nak semoga Allah membalas kebaikan kamu" ucap ibu itu.
"Amin, terimakasih bu" ucap Tio, lalu berdiri dan kembali masuk lagi ke dalam mobilnya.
Mobil Tio memasuki gebang gedung Wijaya Group, terlihat para karyawan sudah berlalu lalang di lobby kantor.
Tio keluar dari dalam mobil, bertepatan dengan mobil sang bos yang juga baru tiba, Tio menunggu sang bos.
"Pagi bos" sapa Tio hormat.
"Wih seger banget nih wajah sahata gue" ucap Brian.
"Semua sudah siap" tanya Brian.
"Sudah bos, terimakasih atas saran bos" ucap Tio.
"Santai aja, kali" ucap Brian mengajak Tio masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka ke lantai paling atas.
Ting...
Pintu lift terbuka, Tio dan Brian berpisah di depan ruangan Brian karena Tio langsung masuk ke dalam ruangannya.
☘☘☘☘
Mama Ayu mengajak sang putri ke salon hari ini, karena nanti malam Tio akan mengajak sang putri makan malam di luar, mama Ayu sudah menduga kalau calon nantinya itu pasti punya kejutan buat sang putri.
"Ma, temanin aku kan" tanya Laura.
"Iya lah sayang, masa mama tinggalin kamu sendiri sih" ucap mama Ayu.
Mama Ayu dan Laura ke salon dengan di ntar oleh pak sopir, karena hari ini kedua perempuan itu pasti akan lama di salon untuk perawatan.
Salon yang mereka datangi adalah salon langganan mama Ayu, salon yang paling oke deh pokok nya.
Mobil yang di naikin oleh mama Ayu dan Laura berhenti tepat di depan salon, mama Ayu dan Laura langsung turun dan meminta pak sopir pulang.
"Ayo sayang kita masuk" ajak mama Ayu pada sang putri.
Laura pun mengikuti sang mama masuk ke dalam, pegawai salon menyapa mama Ayu dengan ramah karena sudah langganan di sana.
"Mbak tolong dong, putri saya di layanin dengan baik ya, bikin dia tambah cantik" ucap mama Ayu pada salah seorang karyawan wanita.
"Baik bu Ayu, mari mbak" ajak pegawai salon.
Laura pun mengikuti pegawai salon itu, dan mereka mulai membantu Laura untuk mempercantik diri.
Sedangkan mama Ayu hanya duduk sambil membaca majalah sambil menunggu sang putri yang sedang perawatan diri.
Mama Ayu mendengar bunyi ponselnya, dan melihat nama sang suami yang tertera di layar ponsel.
"Hello pa, ada apa" tanya Mama Ayu.
"....."
"Mama lagi nemanin Laura ke salon" ucap mama Ayu.
"......"
"Oke pa, nanti mama ke kantor habis dari salon ya" ucap mama Ayu dan panggilan telpon pun terputus.
Mama Ayu melihat sang putri yang sedang perawatan, mama Ayu tersenyum melihat sang putri.
"Mama gak perawatan juga" tanya Laura.
"Gak sayang, yang terpenting itu kamu" ucap mama Ayu.
Pegawai salon hanya mendengar obrolan keduanya, sambil tetap memberikan pijitan yang bagus buat pelanggan salon mereka.
Sehabis spa, lanjut dengan wajah dan kuku tangan dan kaki Laura, ini kali pertama Laura ke salon setelah insiden yang menimpah nya beberapa waktu lalu dengan Martin dan Maya.
Next....
Jangan lupa Like, Komen sama Vote....