Jovian & Maura

Jovian & Maura
Si Kembar Minta Kue Buat Dibawa Pulang



Jovian terlihat mengambilkan salat buah untuk sang istri, sedangkan Maura sedang duduk bersama Ambar dan keempat bocah kecil itu.


"Ucel Jo awa apa tu(uncle Jo bawa apa tuh)" tanya Galah.


"Ini salat buah sayang" ucap aunty Muara.


Galih lalu melihat sang mami yang duduk di dekat Galah sang kembaran.


"Ada apa sayang" tanya mami Ambar.


"Mi uga au alat ua(mami juga mau salat buah)" tanya Galih.


"Gak sayang mami udah kenyang makan kue tadi" ucap mami Ambar.


Galih melihat perut sang mami yang masi rata itu, lalu Galih mengusap perut rata sang mami dengan pelan sambil berkata.


"Adit ayi ait-ait ya di elut ami(adik bayi baik-baik ya di perut mami)" ucap Galih.


"Alih man adit ayi isa egal ya amu omon(Galih emang adik baik bisa dengar ya kamu ngomong)" tanya Iqbal.


"Agu uga ga au Ibal(aku juga gak tau Iqbal)" ucap Galih.


Sedangkan mami Ambar dan aunty Maura tersenyum melihat Galih, sedangkan uncle Jovian kembali bergabung dengan papi Gilang dan para rekan bisnis yang lain.


Keempat bocah kecil itu terkikik gelih melihat Melodi yang sedang duduk bersama Raffa, mereka tertawa karena karena mengingat tadi Melodi berteriak karena gaunnya di lempari coklat kue oleh Galah.


Aunty Maura dan mami Ambar saling pandang melihat keempat bocah kecil itu yang sedang tertawa, mama Ambar sudah menduga pasti hal yang terjadi tadi adalah ulah keempat bocah kecil itu.


"Asain ante itu (rasain tante itu)" ucap Galah berbisik.


"Ia anti ita eldain agi ya(iya nanti kita kerjain lagi ya)" ucap Galih yang mendapat anggukan dari ketiga sohibnya.


Para tamu tak putus-putus untuk memberikan ucapan selamat pada Tio dan Laura, Tio melihat sang istri yang sudah mulai lelah berdiri, membuat Tio tak tega melihatnya.


"Sayang, kamu capek istirahat aja ya" ucap Tio.


"Gak papa ko kak, aku gak enak ninggalin banyak tamu" ucap Laura sambil tersenyum.


"Tapi kamu kelihatan capek" ucap Tio.


"Gak papa kok kak" ucap Laura.


"Ya udah tapi kalau udah gak tahan berdiri bilang ya, jangan di paksain" ucap Tio dengan lembut.


"Iya kak" ucap Laura.


Sedangkan mama Ayu dan papa Faisal tersenyum melihat putri mereka yang sedang bersanding di pelaminan, tak menyangka padahal baru kemari mereka mengendong sang putri, sekarang mala udah jadi istri orang.


"Sayang kita ambil minum yuk, aku haus" ucap Sheila.


"Ayo" ajak Brian.


Marvel memandang sang sohib yang beranjak bersama Sheila, hanya Marvel, Rasya dan Ilham yang tidak memiliki pasangan di situ, alias Jomblo.


"Brian..." panggil seseorang saat ia dan Sheila sedang mengambil minum.


"Kamu masi ingat aku kan" tanya Sindi wanita yang waktu itu memanggil Brian di rumah makan padang.


"Sayang kamu mau kue ini gak" tanah Brian pada Sheila sengaja ia menekan kata sayang agar Sindi mendengar nya.


"Boleh" ucap Sheila.


Sindi yang merasa di cuekin pun tak putus asa, ia terus bercerita dengan Brian, biarpun Brian tak menangapi wanita itu.


"Hay aku Sindi teman Brian waktu TK dulu" ucap Sindi memperkenalkan dirinya pada Sheila.


"Aku Sheila" ucap Sheila membalas uluran tangan Sindi.


"Ayo sayang kita duduk di sana lagi" ajak Brian menarik tangan gadisnya untuk segera pergi dari hadapan Sindi.


"Sekarang kamu bisa cuekin aku tapi nanti kamu akan jatuh ke tangan aku" ucap Sindi dalam hati sambil tersenyum.


Brian dan Sheila kembali bergabung dengan Marvel dan yang lain, Marvel yang menyaksikan Brian yang di samperin wanita itu pun langsung bertanya.


"Siapa yuh Cewek" tanya Marvel.


"Sindi, yang dulu berantem sama loh waktu TK" ucap Brian duduk di dekat sang gadis.


"Ngapain tuh nenek sihir di sini" tanya Marvel kesal.


Brian hanya mengangkat ke dua bahunya tanda gak tau, sedangkan Sheila memakan kue yang tadi di ambilkan oleh Brian untuknya.


Mommy Nara terlihat mendekati sang putri yang sedang duduk di dekat Ambar, terlihat kedua wanita hamil muda itu sedang asik mengobrol.


"Sayang" panggil mom Nara.


"Mommy" panggil Maura dan langsung memeluk sang mommy dengan erat.


"Mommy sama daddy kok gak bilang sih kalau udah balik dari jerman" ucap Maura cemberut.


"Adik kamu yang minta untuk tidak mengatakan kepulangan kita sayang, katanya adik kamu mau kasi kejutan" ucap mom Nara.


"Awas aja dia mom, dari tadi belum nongol di depan aku" ucap Maura.


"Hehehe,,, adik kamu lagi sibuk saman teman-temannya sayang" ucap mommy Nara.


"Sayang kalian makan kue lagi" tanya mami Ambar pada si kembar.


"Ia mi bis ue ya enat ci(iya mi habis kue nya enak sih)" ucap Galih dengan mulut penuh kue.


Sedangkan Iqbal dan Kifli hanya melihat kedua sahabat kembarnya yang kembali memakan kue kesukaan mereka, selama berada di acara itu yang paling banyak makan adalah si kembar.


"Habis ini cukup ya sayang, liat perut kalian udah buncit banget" ucap mami Ambar.


"Ia mi, api ita oleh awa ulan tan ue ya(iya mi, tapi kita boleh bawa pulang kan kue nya)" ucap Galih.


Membuat mami Ambar, aunty Maura dan mom Nara saling pandang, lalu tersenyum melihat si kembar yang dengan gamblang meminta kue buat di bawa pulang.


Tio melihat sang istri dengan kuatir, sedari tadi Laura selalu memegang betisnya yang sudah kram karena terlalu lama berdiri.


"Sayang istirahat ya" ucap Tio.


"Tapi gimana sama tamu-tamu lain kak aku gak enak" ucap Laura.


"Gak papa biar nanti aku yang ganti" ucap Tio.


"Ya udah kak" ucap Laura.


"Bu tolong antar istri aku ke kamar ya" ucap Tio pada sang ibu.


"Iya nak, ayo neng ibu antar" ajak ibu Tio.


Laura pun pergi ke kamarnya dengan di antar oleh ibu Tio, sedangkan Tio kembali menyalami para tamu undangan yang memberikan selamat buat mereka.


Tak terasa saat ini sudah berada di penghubung acara, para sahabat dan keluarga pun sudah mulai berpamitan pulang, si kembar dan sahabatnya juga sudah pamit pulang bersama papi Gilang dan mami Ambar, begitu pun dengan uncle Jovian dan aunty Maura.


Brian, Marvel dan Raffa juga sahabat Tio yang lain pun ikut pamit pulang, karena waktu sudah semakin sore, Brian harus mengantar sang gadis pulang, Tio sangat berterimakasih pada mereka semuanya yang sudah hadir di acara pernikahannya dan Laura, termaksud para sahabatnya.


Next...


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya....