
Maura dan Jovian baru saja tiba di kediaman mereka setelah pulang dari acara pernikahan Laura dan Tio, Jovian membawakan tas sang istri dari dalam mobil sampai masuk ke dalam rumah.
Maura melihat sesuatu yang di bawa sang suami, sebuah paper bang berwarna puti yang terisi kardus makanan.
"Sayang itu apa" tanya Maura.
Jovian melihat ke arah yang di tunjuk sang istri, lalu Jovian tersenyum dan mengangkat tas berisi kotak makanan itu.
"Aku juga gak tau sayang, ini aku bawa sekalian sama tas kamu tadi di meja tempat acara" ucap Jovian.
Sedangkan Maura mengernyit keningnya heran, Maura mengingat ingat tapi dia merasa tidak merasa punya tas berisi kardus makanan.
"Coba siniin aku mau liat" ucap Maura.
Jovian pun memberikan tas berisi kardus makanan itu, karena ia pun juga sama penasarannya.
Maura membuka isi kardus itu dan melihat isinya adalah macam-macam kue, dari brownies dan kue basah yang lain membuat Maura melihat ke arah sang suami.
"Ada apa sayang?" tanya Jovian.
"Ini kan kue punya si kembar, kok bisa kebawa ke sini sih mas" ucap Maura.
"Aku juga gak tau sayang, habis kardus nya ada di dekat tas kamu, aku kira punya kamu jadi aku bawa deh" ucap Jovian.
"Pasti si kembar bakalan nyariin ini mas, tadi pas di acara mereka minta di bungkusin kue" ucap Maura.
"Ya udah biarkan saja sayang, ayo kita ke kamar mas gerah ni pengen cepat-cepat mandi" ucap Jovian.
"Bi, bibi" panggil Maura.
"Iya bu ada apa" ucap bibi.
"Ini tolong bibi simpan di kulkas ya, takutnya nanti si kembar datang ngambil lagi" ucap Maura.
"Baik bu" ucap bibi membawa kardus makanan berisi kue itu ke dapur.
Sedangkan Jovian dan Maura naik ke lantai atas di mana kamar mereka berada.
☘☘☘☘
Suasana kediaman Laura saat ini masi ramai dengan sanak saudara yang masi berlalu lalang sana sini, terlihat mama Ayu dan papa Faisal juga sedang berbincang-bincang dengan saudara-saudara yang lain.
Di lantai atas tepatnya di kamar Laura, Tio melihat sang istri yang baru saja keluar dari kamar mandi, kedua pasangan suami dan istri itu saat ini sudah tak malu-malu lagi.
"Kaka mau mandi, airnya udah aku siapkan" ucap Laura.
"Iya sayang" ucap Tio berdiri dan melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
Laura duduk di kursi depan cermin, Laura melihat wajahnya, senyum pun terbit di bibir gadis itu, ia sangat bahagia karena kini sudah menjadi istri dari pria yang ia sukai sejak kecil dulu.
Clekk,,,
Tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka, Tio keluar dengan rambut basa dan handuk yang melingkar di pinggang katanya, membaut Laura memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Sayang baju buat aku mana?" tanya Tio.
"Maaf kak aku lupa, aku ambil dulu ya kak" ucap Laura beranjak dari duduknya.
Laura membuka koper kecil milik sang suami, karena hanya malam ini mereka menginap di rumah Laura, setelah itu Tio akan mengajak sang istri ke rumah Tio.
"Ini kak" ucap Laura memberikan kaos oblong dan celana pendek milik sang suami.
"Makasih ya" ucap Tio, dan Laura hanya mengangguk kepala.
Selesai berganti baju, Tio mengeringkan rambutnya mengunakan handuk kecil yang ia pegang tadi, sedangkan Laura kembali duduk di kursi di depan meja rias, ini adalah malam pertama mereka.
"Sayang" panggil Tio.
"Kita turun yuk, pasti ibu sama bapak dan mama sama papa udah nungguin kita" ucap Tio.
"Ayo kak" ajak Laura juga.
Pasangan suami dan istri itu turun ke lantai bawa, terlihat ibu sama bapak Tio dan kedua orang tua Laura sedang mengobrol di ruangan depan.
Keempat orang tua itu melihat ke Tio dan Laura sambil tersenyum melihat pasangan itu sudah selesai membersihkan diri.
"Sayang sini" panggil mama Ayu.
"Iya ma ada apa" tanya Laura.
"Kamu bilangin nih bapak sama ibu Tio gak mau nginap padahal mama sama papa udah minta mereka buat nginap di rumah kita" mama Ayu melihat sang putri.
Laura pun tersenyum melihat kedua mertuanya itu lalu Laura memegang tangan ibu, dan berkata.
"Bu, pak menginap ya di sini" bujuk Laura.
Bapak sama ibu Tio saling pandang, lalu bapak Tio mengangguk kan kepalanya, membuat Tio, Laura dan kedua orang tua Laura pun tersenyum.
Mama Ayu pun meminta bi Yati untuk mengantar kedua besannya itu ke kamar tamu untuk beristirahat, karena pasti mereka capek seharian ini.
☘☘☘☘
Di kediaman si kembar, terlihat kedua bocah kembar itu saat ini sudah selesai mandi dan sudah wangi mengenakan piyama tidur mereka bergambar tayo dengan warnah yang sama, kedua bocah kembar itu menuruni tangga turun ke lantai bawa dengan wajah penuh bedak.
"Mi, api(mi, papi)" panggil si kembar.
"Iya sayang, ada apa" jawab mami Ambar yang sedang duduk di dekat sang suami.
"Mi ue ita ana mi(mi kue kita mana mi)" tanya Galih duduk di salah satu sofa di susul oleh sang kembaran.
"Kue, kue yang tadi minta di bungkus sama bi Yati ya?" tanya mami Ambar.
"Ia mi, ana ue ya(iya mi, mana kue nya)" tanya Galih lagi.
"Seingat mami kita pulang gak bawa kue deh sayang, iya kan mas?" tanya mami Ambar melihat sang suami.
"Iya gak ada kue kok" ucap papi Gilang juga.
"Ya lus ue ita te ana don mi(Yah terus kue kita kemana dong mi?)" tanya Si kembar.
"Mami juga gak tau sayang" ucap mami Ambar.
"Ya agal de atan ue(yah gagal deh makan kue)" ucap Galih.
"Tapi tadi aku liat Jo membawa tas berisi dus makanan" ucap papi Gilang melihat sang istri.
"Berarti kue kalian ke bawa sama aunty Maura sama uncle Jo sayang" ucap mami Ambar.
"Yah, au don(Yah jauh dong)" ucap Galih melihat sang kembaran.
"Ya uda yo Alah ita te amal agi(ya udah ayo Galah kita ke kamar lagi)" ajak Galih.
"Yo"ayo)" ajak Galah juga.
"Mi, pi ita te amal ulu ya(mi, pi kita ke kamar dulu ya)" ucap Galih.
"Iya boy, iya sayang" ucap mami Ambar dan papi Gilang.
Si kembar pun beranjak pergi kembali menaiki tangga menuju lantai atas, karena gagal makan kue kedua bocah kembar itu pun kembali lagi masuk ke kamar mereka, entah apa yang akan mereka lakukan.
Next....
Jangan lupa Like, Komen sama Vote....