
"Sial gue ketinggalan jejak si Faisal" ucap pria bertopi yang berada di dalam mobil.
"Masih punya waktu lain, gue akan bikin keluarga kalian hancur" ucap pria bertopi itu sambil tersenyum licik.
Pria itu pun kembali menjalan kan mobilnya, tujuannya saat ini adalah kembali ke tempat persembunyiannya, jangan sampai nanti polisi akan menemukannya.
Pria itu adalah Martin yang saat ini menjadi buronan, karena kabur dari penjara dengan cara mengelabui para petugas dengan alasan pingsan lalu ia kabur.
Martin bersembunyi di salah satu rumah teman preman, sudah hampir seminggu Martin di sana dan tujuannya hanya satu, yaitu ingin menghancurkan kehidupan keluarga pak Faisal, yang sudah membuat nya dan sang istri masuk penjara.
Martin memikirkan mobil yang ia sewa itu ke halaman rumah kontrakan sederhana, lalu pria itu keluar dengan mengenakan masker hitam dan kacamata, agar para warga tak ada yang mengenali Martin.
☘☘☘☘
Jovian dan Maura menyambut kedatangan seng mami, pagi ini mami Ranti datang untuk melihat putra dan menantunya.
"Sayang giman masi sering mual" tanya mami Ranti.
"Udah gak kok mi" ucap Maura.
"Nih mami bawain buah, buah bagus loh buat ibu hamil sayang" ucap mama Ranti.
"Mami kupasin ya" ucap mami Ranti.
Iya mi, makasih ya mi" ucap Maura.
"Iya sayang" ucap mami Ranti pergi ke dapur membawa keranjang yang berisi buah.
Sedangkan Jovian dan Maura menunggu di ruang tengah sambil mengobrol, Jovian juga menceritakan pada sang istri kalau Martin yang dulu menculik Laura kabur dari penjara.
"Kok bisa kak" tanya Maura kaget.
"Iya sayang, dia mengelabui petugas untuk kabur" ucap Jovian.
"Laura sama keluarga nya harus hati-hati sayang, pasti si Martin itu gak akan tinggal diam" ucap Maura.
"Iya sayang, tadi om Faisal juga bilang kalau ada mobil yang mengikutinya ke kantor" ucap Jovian.
Obrolan kedua pasangan suami dan istri itu terhenti, saat mami Ranti datang membawa buah yang sudah di potong-potong.
"Sayang ini buah nya" ucap mami Ranti.
"Makasih ya mi" ucap Jovoan dan Maura.
"Yo ami epat(ayo mi cepat)" ajak si kembar.
"Sayang itu bukannya suara si kembar" tanya Jovian.
"Iya sayang" ucap Maura.
Dan benar saja tak lama kemudian terdengar suara cadel si kembar yang memberi salam dari ruang tamu. Pemilik rumah pun menjawab salam kedua bocah kembar itu.
"Oty ura, ucel Jo, eyan anti(aunty Maura, uncle Jo, eyang Ranti)" ucap Galih dan Galah mendekati mereka.
"Sayang salim dulu dong" ucap mami Ambar.
"Ia ya aap mi(iya yah maaf mi)" ucap si kembar lalu menyalami punggung tangan Maura, Jovian dan mami Ranti.
"Mau buah gak" tanya Maura pada kedua bocah kembar itu.
"Ga oty, ita atan ue aja(gak aunty kita makan kue aja)" ucap Galih.
Maura pun meminta bibi untuk membawakan kue ke depan, karena kedua bocah kembar itu ingin kue.
"Ini den" ucap bibi.
"Maaci ya bi(makasih ya bi)" ucap si kembar, dan langsung memakan kue yang di taruh bibi.
"Nak gimana kandungan kamu" tanya mami Ranti pada Ambar.
"Alhamdulillah tante sehat" ucap Ambar tersenyum.
"Eyan ita au unya adit ebal lo(eyang kita mau punya adik kembar loh)" ucap Galih sambil mengunyah kue.
Membaut mami Ranti, uncle Jo dan aunty Maura melihat ke arah mami Ambar, seolah meminta jawaban dari perkataan si kembar barusan.
"Mbar, maksud si kembar apa?" tanya Maura penasaran begitu pun dengan Jo dan mami Ranti.
"What, kamu serius hamil kembar lagi?" tanya Maura gak percaya.
"Ia oty, ita au unya adit ebal tan adi da ita ilan(iya aunty, kita mau punya adik kembar kan tadi udah kita bilang)" ucap Galah.
"Selamat ya sayang" ucap mami Ranti.
"Iya tante makasih" ucap mami Ambar.
"Gila gue harus nanya ni sama Gilang, gimana cara biar dapat anak kembar, anaknya empat kembar" ucap Jovian dalam hati.
"Alah ue ya enat ya(Galah kue nya enak ya)" ucap Galih yang saat ini belepotan dengan coklat.
"Ia enat anet(iya enak banget)" ucap Galah kembali mengambil potongan kue lagi dan memasukan ke dalam mulutnya.
"Kamu udah 2 kali hamil dan anak kembar semua" ucap Maura.
"Aku juga gak tau Ra, pas periksa ke dokter hasilnya ada dua" ucap mami Ambar.
"Ya lus ua don mi, ita tan uga ebal adi adit itu uga alus embal(ya harus dua dong mi, kita kan juga kembar jadi adik kita itu juga harus kembar)" ucap Galih.
"Kalian benar" ucap uncle Jo.
Lalu para orang tua kembali asik mengobrol, berbeda dengan kedua bocah kembar itu yang hanya datang makan kue sepiring sampai habis.
☘☘☘☘
Brian dan Raffa masuk ke dalam ruangan Tio, Tio yang mendengar pintunya di buka langsung melihat ke arah pintu.
"Bos" sapa Tio.
"Hey bro, gimana acara lamarannya semalam" tanya Raffa.
"Lancar men" ucap Tio.
"Wah udah mau nikah dong" ucap Raffa lagi.
"Iya lah, kalian kapan?" tanya Tio.
"Gue habis Sheila wisuda udah mau nikah juga" ucap Brian gak mau kalah.
"Loh Raff, kapan" tanya Tio dan Brian juga melihat ke arah Raffa.
Raffa mengangkat kedua bahunya pertanda ia juga gak tau, lalu Brian sama Tio saling pandang.
"Loh mau gak kita jodohin?" tanya Brian.
"Rasya udah jodohin gue sama Melodi" ucap Raffa.
"Melodi cewek bar-bar itu?" tanya Brian.
"Ck, gue gak stuju loh sama dia" ucap Brian.
"Gue udah jadian sama dia semalam" ucap Raffa.
"Kita sebagai teman loh cuma bisa dukun loh, semoga bahagian sama si Melodi itu" ucap Brian menepuk pundak sang sahabat.
Walaupun Raffa sudah jadian bersama Melodi, tapi hati dan pikiran Raffa hanya ada Melatih, gadis kecilnya dulu.
Melodi itu adalah seorang model, Raffa kenal dengan Melodi melalui sang sahabat ya itu Rasya, dan semalam Raffa menembak Melodi walaupun di hatinya masi ada Melatih.
Raffa melakukan itu agar bisa melupakan gadis kecilnya itu, karena ia sudah berusaha mencari Melatih tapi tak kunjung ketemu.
Melodi yang mengetahui Raffa pria ganteng dan kaya pun tak menolak, malahan dengan senang hati karena mendapatkan kekasih tampan dan juga kaya, membaut Melodi bisa pamer pada teman-temannya sesama model.
Brian, Tio dan Raffa pun mengobrol di ruangan Tio, sesekali ketiga pria tampan itu membicarakan perihal bisnis.
Next....
***Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya....
Untuk cerita kisa cinta Brian dan Sheila, Raffa dan Melatih nanti akan aku buat novel sendiri ya, di sini hanya ada kisa cinta Tio dan Laura tergabung.
Terimakasih***....