Jovian & Maura

Jovian & Maura
Gadis Siapa?



"Gadis siapa?" tanya Nicko heran begitu pun dengan Reza.


"Jangan sok gak tau, ya gadis yang di lindungi sama anak anda" ucap Martin.


Nicko dan Reza melihat ke arah Gilang dan Jovian dengan heran, seolah-olah tatapan itu adalah tatapan penuh tanya.


"Dad, nanti kami jelaskan sekarang kita tolong Kifli dulu" ucap Gilang.


"Ia pi yo olonin Ipli atian(iya pi ayo tolongin Kifli kasian)" ucap Galah.


"Iya boy, kalian masuk dan tunggu di mobil ya biar papi dan yang lain yang akan menolong Kifli" ucap Gilang.


"Ote pi(oke pi)" ucap Galah.


Ketiga bocah kecil itu masuk ke dalam mobil Gilang, sedangkan semua orang dewasa sedang bertarung melawan para penculik itu.


"Yo ucel utul om tentulit ya eleta da tulit ita(ayo uncle pukul om penculik nya mereka udah nyulik kita" ucap Galih dari dalam mobil.


Di luar sana Tio, Brian dan Gilang melawan tida preman sedangkan Martin lari terbilit-bilit melihat lawannya ada tiga ya itu Reza, Nicko dan Leo.


Pare preman itu mulai kualahan menghadapi ketiga lawannya, mereka pun memili pergi dari sana mengikuti sang bos yang sudah lari terlebih dahulu.


"Kifli gak papa nak" tanya Gilang.


"Atu ga apa om, maaci ya om(aku gak appa om, makasih ya om)" ucap Kifli.


"Iya, sekarang masuk mobil ya" ucap Gilang dan Kifli hanya mengangguk saja.


Gilang Jovian dan Tio juga Brian mendekati katiga pria paru baya itu tapi masi terlihat sangat gaga di usia tuah mereka, siapa lagi kalau buka Nicko, Reza dan Leo.


"Sebernaya ada apa ini boy" tanya Reza pada sang putra.


"Sebernaya ini bukan salah Gilang om, ini semua salah saya" ucap Jovian, membuat daddy Reza dan daddy Nicko bertambah heran.


"Ini sebenarnya ada apa sih" tanya Nicko semakin tak mengerti.


Jovian pun melai menceritakan semuanya pada daddy Reza, daddy Nicko dan juga om Leo yang ada di situ, mendengar semua penjelasan dari Jovian pun semuanya mengerti ya walaupun si kembar dan para sahabatnya yang menjadi target penculik itu.


"Kalau begitu bawa kita ketemu gadis itu" ucap Nicko tegas.


"Bik om, kita ke sana sekarang" ucap Jovian.


Brian, Tio, daddy Nicko dan daddy Reza naik di mobil yang di kendarai oleh om Leo, sedangkan Jovian, Gilang dan keempat bocah kecil itu berada di mobil Gilang, mobil pun meninggalkan area itu.


"Boy kalian gak di apa-apain kan sama penculiknya" tanya Gilang.


"Ga pi, ala ita di asi atan asi ahu ama empe ia tan ais(gak pi, mala kita di kasi makan nasi tahu sama tempe iya kan guys)" ucap Galih.


"Ia pi lus Alih unya ide uat Alah ula-ula insan ial ita isa abul alo tentulit ya anit, api Ipli ala te tantap(iya pi terus Galih punya ide buat Galah pura-pura pingsan biar kita bisa kabur kalau penculik nya panik, tapi Kifli mala ke tangkap)" ucap Galih panjang lebar.


"Wah kamu hebat banget sih" puji uncle Jovian.


"Ia don ucel Jo, Alih ditu lo(iya dong uncle, Galih gitu loh)" ucap Galih dengan bangga.


Gilang mengusap kepala sang putra dengan sayang, Gilang juga menceritakan kalau mami mereka sedang menangis di rumah karena menghawatirkan mereka.


"Atian ami, asti ami uatil (kasian mami, pasti mami kuatir)" ucap Galah.


☘☘☘☘


Terlihat Martin dan ketiga anak buahnya sedang menyusun rencana baru mereka, kalai ini mereka gak boleh gagal lagi.


"Bos kok tadi kabur sih bukannya ikut berantem" tanya bos preman.


"Terus kenapa bos kalau mereka lawan bos" tanya bos preman lagi.


"Kalian gila ya, masa saya lawan tiga orang itu namanya cari mati bodoh" ucap Martin.


"Iya ya bos" ucap salah satu preman.


"Iya -iya, terus kenapa kalian juga ikut-ikutan lari" tanya Martin.


"Gak sanggup bos ngelawan empat orang" ucap bos preman.


"Kita harus cari rencana lain biar bisa membawa gadis itu" ucap Martin.


"Apa bos" tanya bos preman.


"Ini juga lagi mikir bodoh" ucap Martin kesal.


Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Martin mendapat ide yang sangat cemerlang.


"Kita bertindak sebentar malam, saat wanita yang bersama gadis itu tidur lelap, saya yakin mereka hanya tinggal berdua di apartemen itu, kita akan bawa paksa gadis itu ke mari" ucap Martin sambil tersenyum melihat ke tiga anak buahnya.


"Ide bos bagus juga, oke kita setuju" ucap bis preman.


"Sekarang kalian pergi dan pantau terus apartemen itu sampai sebentar malam, kalau suasana sudah sepi kita bergerak" ucap Martin.


"Oke siap bos" ucap bos preman.


"Ayo kita berangkat sekarang" ajak bos preman pada kedua anak buahnya.


Ketiga preman itu keluar dari rumah Martin, Meraka akan pergi memantau apartemen itu sampai nanti malam.


☘☘☘☘


Saat ini si kembar dan kedua sahabatnya sedang melakukan vc bersama dengan mami Ambar di kediaman Maura dan Jovian, mendengar anak-anaknya sudah berada dengan sang suami, hati Ambar baru menjadi lega meskipun masi ada rasa-rasa takut.


"Mi uda ya mi anan agis agi, ita tan ga apa(mi udah ya mi jangan nangis, kita kan gak apa-apa)" ucap Galah.


"Iya sayang cepat pulang ya" ucap Ambar dari balik layar.


"Ia mi,(iya mi)" jawab Galah.


Gilang menelpon sang istri untuk memberitahu kalau keempat bocah kecil itu sudah berhasil di temukan, karena kuatir Ambar pun meminta sang suami untuk melakukan vc agar ia bisa melihat keempat bocah kecil itu.


Ambat juga sudah menganggap Iqbal dan Kifli sebagai anak nya sendiri, karena mereka sudah lama berteman dengan si kembar.


Jovian memberi kode pada Gilang untuk mengakhiri vc nya karena mereka akan segera memasuki parkiran apartemen.


Setelah me makirkan mobil,semuanya turun dari dalam mobil, daddy Reza dan daddy Nicko melihat apartemen kecil itu.


"Pi to ita te ini agi ci, au iat tata tu agi ya(pi kok kita ke sini lagi sih, mau liat kaka itu lagi ya)" tanya Galah.


Membuat yang belum pernah kesini menjadi heran karena pertanyaan si kembar yang sudah tau semuanya.


"Ayo kita masuk" ajak Jovian.


Semuanya masuk ke dalam lift, papi Gilang menuntun keempat bocah kecil itu juga masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka ke unit bi Yati dan juga gadis itu.


Next...


Jangan Lupa Like, Komen sama Vote ya guys...