Jovian & Maura

Jovian & Maura
Jovian Heran



Tak terasa sudah dua bulan Jovian dan Maura menjadi pasangan suami dan istri, dan selam itu juga pasangan itu sangat menantikan malaikat kecil yang di titipkan oleh sang pencipta.


Jovian memaksa membuka kedua matanya yang silau akan cahaya matahari dari sela-sela kain garden.


Jo melihat jam yang menggantung di dinding sudah menunjukan pukul 7 pagi, tapi sang istri masi setia bergulung di balik selimut tebal di sampingnya.


Jovian merasa heran, biasanya sang istri akan bangun pagi dan menyiapkan semua keperluan Jovian sebelum berangkat ke kantor, tapi pagi ini tidak.


Merasa gak enak menganggu tidur sang istri, Jovian pun menyiapkan keperluannya sendiri sampai menyiapkan air mandi untuknya.


Jovian masuk ke dalam kamar mandi, dan mulai membersihkan diri, Jo berharap setelah keluar nanti mungkin sang istri sudah bangun. Tapi dugaan Jo salah, Maura sang istri masi nyenyak dalam tidurnya.


Jo pun mulai kuatir mendekati sang istri dengan duduk di sisi ranjang, Jo meletakan telapak tangannya di kening sang istri. Jo merasakan suhu badan sang istri normal-normal saja.


"Sayang, bangun yuk, udah siang" ucap Jovian mencoba membangunkan sang istri dengan lembut.


"Sayang, udah siang loh" ucap Jo lagi.


Dan Maura pun membuka kedua matanya, lalu melihat sang suami yang masi mengunakan handuk duduk di sisinya, Maura melihat jam yang sudah menunjukan pukul setengah 8 pagi.


Bukannya bangun Maura malah menarik selimut untuk menutupi setengah badannya, membaut Jo mengernyit kening nya heran dengan tingkah sang istri pagi ini.


"Kok tidur lagi" tanya Jovian.


"Aku malam bangun sayang, ayo temani aku tidur lagi" ucap Maura.


Jo semakin di buat bingung dengan kelakuan sang istri pagi ini, masa iya tidur lagi sementara ia harus segera ke kantor karena udah siang.


"Tapi aku kan harus ke kantor sayang" ucap Jovian dengan lembut mengusap rambut sang istri.


Tiba-tiba Jo di kaget kan dengan tangannya yang di tepis kasar oleh sang istri dari rambutnya, membuat Jo bertambah menjadi bingung.


"Sayang ada apa heemm" tanya Jovian.


"Sana ke kantor aja, kamu udah gak mau kan nemanin aku tidur" ucap Maura berbalik badan membelakangi sang suami.


Jo lalu melihat pungung sang istri yang tiba-tiba bergetar, pertanda kalau ia sedang menangis saat ini.


"Sayang kamu kenapa hey kenapa" tanya Jo dengan panik.


"Gak usah pegang-pegang, kamu udah gak mau nemanin aku tidur" ucap Maura sambil terisak.


"Hah, masa iya cuma karena itu dia sampai nangis, astaga sayang kamu ini kenapa sih" ucap Jovian dalam hati.


"Hikz hikz kamu jahat, kamu jahat" ucap Maura sambil terisak.


"Ya udah ayo aku temanin tidur lagi, udah ya gak usah nangis lagi istriku" ucap Jovian membujuk sang istri dengan cara memeluknya.


"Benar" tanya Maura dengan senyum indah yang terukir di bibirnya.


Jo melihat itu tak percaya, baru di turutin maunya tangisan tadi pun hilang entah kemana, Jo menggaruk kepalanya yang tidak bakal.


Maura menepuk samping nya yang kosong, meminta sang suami untuk berbaring di sisinya. Jovian berbaring di dekat sang istri dengan handuk yang masi melilit di pinggangnya.


"Sayang kamu kenapa" tanya Jo melihat sang istri.


"Gak papa, aku cuma pengen di dekat kaka aja" ucap Maura.


Jo pun hanya mengikuti kemauan sang istri, dari pada nanti nangis tampa sebab lagi dia lagi yang repot.


Pasangan suami, istri itu berbaring lagi sedangkan di luar sana sang surya semakin beranjak naik, dan orang-orang sedang sibuk dengan aktifitas masing-masing.


☘☘☘☘


Papi Joshua pun keluar dari ruangannya, pergi menemui asisten pribadi putranya.


"Tom, Jo belum datang juga?" tanya papi Joshua.


"Belum pak, dari tadi saya hubungin pak Jo juga tidak mengangkat telpon" ucap Tomi asisten Jovian.


"Astaga kenapa sih tuh anak gak ke kantor" ucap papa Joshua kembali ke ruangannya.


Papi Joshua pun mencoba menelpon sang putra, panggilan pertama tak di angkat, lalu panggilan ke dua pun tak di angkat. Papi Joshua mencoba sekali lagi dan akhirnya di angkat oleh sang putra.


"Hallo pi" ucap Jovian dari seberang sana.


"Jo kenapa si gak ke kantor, udah jam berapa ini" ucap papi Joshua.


Jo udah menduga pasti papi nya akan mengamuk karena ia tak datang ke kantor, apa lagi siang ini ada meeting penting bersama klien dari Singapura.


"Pi maaf, Jo gak bisa ke kantor gak tau kenapa Maura gak mau jauh-jauh dari Jo, tadi aja Jo bilang mau ke kantor dia udah nangis dan merajuk" ucap Jovian.


Membuat papi Joshua mengernyit kening heran mendengar perkataan sang putra, dan benar saja papi Joshua mendengar suara sang menantu di seberang sana.


"Kaka mau ke kantor ya, ya sudah sana pergi tinggalin aja aku sendiri hikz,, kaka memang gak perduli lagi sama aku hikz.. hikz..." ucap Maura yang bisa di dengar oleh papi Joshua.


"Gak sayang, aku di sini kok nemanin kamu, tadi papi cuma nelpon nanya kenapa aku gak ke kantor, ya aku bilang lagi nemanin istri aku di rumah" ucap Jovian berusaha lagi membujuk sang istri.


"Benar ya" ucap Maura kembali ceria lagi.


"Pi udah dulu ya" ucap Jovian.


"Iya-iya" ucap papi Joshua lalu memutuskan panggilan telpon.


"Ada apa sih sama mantu saya, kok sikapnya kaya beda gitu" ucap papi Joshua seorang diri berputar-putar di kursi kebesarannya.


Setelah pulang kantor nanti ia akan menceritakan semuanya pada sang istri, tentang perubahan sikap menantu kesayangan mereka itu.


☘☘☘☘


Di kediaman Jovian dan Maura, lagi-lagi Jo di buat bengong dengan sifat yang istri yang berubah-rubah.


"Sayang kamu beneran gak papa kan" tanya Jovian melihat sang istri.


"Aku gak papa kok sayang" ucap Maura tersenyum manis.


"Mandi yuk udah siang" ajak Jovian.


"Ayo tapi mandi sama kamu ya" ucap Maura.


"Iya ayo" ucap Jovian.


Pasangan suami dan istri itu masuk ke dalam kamar mandi, Jo merasa memang ada yang aneh dari sang istri, kalau kemarin-kemari Jo ajak mandi bareng Maura selalu menolak dan cari banyak alasan, karena kalau mandi bareng menurut Maura lama habisnya, tapi sekarang wanita itu sendiri mengajak mandi bareng.


Jo mengisi bat up dengan air, lalu akan menuangkan sabun cair milik sang istri yang beraroma lavender, tapi tiba-tiba Maura menahan Jo melakukan itu.


Next...


***Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya......


Udah tanda-tanda nih guys***...