
Jovian bersiap-siap dan sang istri untuk pergi ke tempat senam ibu hamil, Maura sudah menyiapkan pakaian yang akan ia kenakan nanti di sana.
"Sayang sudah siap?" tanya Jovian.
"Sudah mas, ayo kita berangkat sekarang" ajak Jovian.
Pasangan suami dan istri itu pun keluar dari dalam kamar, Jovian membawa tas kecil yang berisi baju senam sang istri.
"Ayo sayang pelan-pelan aja" ucap Jovian.
"Aduh" ucap Maura saat duduk di dalam mobil.
Maura mengusap perut buncitnya, lalu Jovian masuk kedalam mobil. Meletakan tas kecil yang ia bawa di kursi belakang mobil.
Jovian melihat sang istri belum mengenakan sabuk pengaman, Jo pun langsung mendekat dan memasang kan sabuk pengaman itu untuk sang istri.
Mobil pun keluar dari pekarangan rumah mereka, Jovian mengendarai mobilnya dengan kecepatan rendah. Sesekali Jovian melihat ke arah sang istri yang duduk di sampingnya.
"Adek masi nendang-nendang sayang?" tanya Jovian.
"Iya mas" ucap Maura melihat sang suami.
"Sayang kamu gak sabar ya pengen keluar" ucap Maura mengelus pelitnya dengan pelan.
Dan perkataan Maura di respon dengan tendangan oleh beby yang masi berada di dalam perut.
30 menit kemudian mobil yang di kendarai oleh Jovian memasuki parkiran tempat senam.
Terlihat di sana sudah ada 5 orang ibu hamil yang sedang menunggu, kedatangan Maura.
"Ayo sayang pelan-pelan" ucap Jovian membantu sang istri membuka pintu mobil.
"Ibu-ibu karena bu Maura sudah ada kita langsung mulai senam nya ya" ucap seorang wanita paru baya.
Semuanya pun masuk ke dalam, Jovian masi setia menemani sang istri, karena Jovian tidak mau meninggalkan sang istri sendiri.
Setelah selesai berganti pakaian senam, semuanya di arahkan ke halaman belakang yang cukup luas, lalu di minta untuk duduk di atas karpet yang sudah di sediakan untuk masing-masing ibu hamil.
"Semuanya ikutin gerakan saya ya, dengan pelan-pelan saja oke" ucap wanita paru baya itu.
Maura dan yang lain pun mulai mengikuti gerakan wanita yang mengajari mereka senam, Jovian terlihat membantu sang istri untuk bergerak.
"Bisa kok mas" jawab Maura mengangkat pelan sebelah kakinya, dengan di bantu oleh Jovian.
"Gerakan ini adalah mempermudah persalinan nanti ya bu ibu" ucap wanita paru baya.
Sambil mengikuti gerakan itu Maura menari lalu membuang nafasnya dengan pelan.
☘☘☘☘
Ibu Tio membawa sesuatu dari toko roti untuk sang menantu yang saat ini sedang hamil.
"Neng liat ibu bawa apa" ucap ibu.
"Roti bebek bu?" tanya Laura dengan wajah berbinar.
"Iya neng, ayo sini" ajak ibu.
Dengan senang Laura mendekati sang ibu, saat ini keduanya sedang duduk di sofa ruang tengah.
"Ini ibu bawain ini buat kalian" ucap Ibu.
"Wah, makasih ya bu" ucap Laura dan langsung melahap roti bebek itu.
"Gimana enak gak?" tanya ibu.
"Enak banget bu" ucap Laura sambil mengunyah roti bebek itu.
"makan yang banyak ya, ini ibu bawa banyak kok" ucap ibu.
"Iya bu makasih ya" ucap Laura kembali memakan roti.
Ibu tersenyum melihat sang menantu yang bahagia, akhir-akhir ini Tio sangat sibuk di kantor, tapi Laura bisa mengerti itu meskipun dalam keadaan sedang mengandung.
Tapi Tio selalu bisa membagi waktu buat istri dan calon anak mereka, seperti selalu mengajak sang istri pergi jalan-jalan di waktu libur kantor.
Next...
Jangan lupa Like, Komen dan Vote ya🙏