
Tak terasa sudah seminggu berlalu dari pernikahan Tio dan Laura, saat ini Tio sudah kembali bekerja seperti biasa menjadi asisten dari sang bos.
Untuk bulan madu Tio dan Laura menundanya dulu, karena Tio tak enak harus meninggalkan pekerjaannya padahal Brian sang bos sudah meminta untuk sang sahabat pergi bukan madu, tapi Tio dan Laura menolak dan Brian tak bisa berbuat apa-apa lagi.
Saat ini Laura sudah berada di kediaman sang suami, tapi sesekali keduanya akan pergi menginap di kediaman papa Faisal dan mama Ayu.
Tio yang baru saja keluar dari kamar mandi pun langsung mendekati sang istri yang sedang menyiapkan pakaian kantor untuknya.
"Kak, ini baju kantornya" ucap Laura.
"Makasih ya sayang" ucap Tio.
"Iya sama-sama" ucap Laura.
Tio sangat senang setelah memilik istri, semua keperluannya ada yang membantu, dari pakaian kantor, di bangunin istri pagi hari dan bisa ada yang menyambutnya pulang kerja selain kedua orang tuanya.
"Sini aku bantuin pakein dasi kaka" ucap Laura.
Tio pun hanya menurut saja, Tio terus menatap wajah natural sang istri, saat ini Laura tidak mengunakan make up sama skali, dan Tio senang melihat wajah natural sang istri.
"Udah kak" ucap Laura setelah selesai memasang kan dasi sang suami.
"Makasih ya sayang" ucap Tio.
"Iya" ucap Laura.
Kedua pasangan suami dan istri itu keluar dari kamar menuju lantai bawa, terlihat ibu juga baru keluar dari kamar mereka.
"Ibu" panggil Tio dan Laura.
"Nak, kamu udah siap" tanya Ibu.
"Iya bu, pagi ini Tio ada rapat sama bos Brian" ucap Tio.
"Pak, bu, nya sarapannya sudah siap" ucap bibi yang datang memanggil majikannya.
"Iya bi makasih ya" ucap Laura dengan lembut.
"Kalian duluan saja ke ruang makan ya, ibu panggilkan bapak dulu" ucap ibu kembali masuk ke dalam kamar.
Sedangkan Tio mengajak sang istri ke rumah makan, menu sarapan memang tak terlalu mewah di kediaman Tio, tapi mereka menyukai itu.
Tio menarik kursi yang akan di duduki sang istri, lalu Tio duduk di kursi dekat sang istri.
"Mak mau sarapan apa" tanya Laura.
"Nasi goreng sama telur dadar aja sayang" ucap Tio.
Laura pun mengambilkan menu sarapan dan menaruh di piring sang suami dengan pelan, Laura juga mengambil telur dadar yang di minta oleh sang suami.
Tak lama kemudian ibu dan bapak datang, dan ikut bergabung dengan kedua anaknya, Tio melihat kedua orang tuanya yang baru saja duduk.
"Pak, bu ayo sarapan" ucap Tio.
"Iya nak" ucap bapak.
Ibu pun mengambil nasi goreng untuk sang suami, sedangkan ibu dan Laura memakan roti yang di olesi selei.
Mereka sarapan seperti biasa, sesekali Tio melihat ke arah sang istri yang memakan potongan roti yang ada di tangannya.
☘☘☘☘
Di kediaman Jovian dan Maura saat ini sedang ramai, bagaimana tidak masi pagi-pagi rumah mereka sudah di datangi oleh Marvel.
"Kak kok jam segini baru bangun sih" tanya Marvel yang sedang duduk di salah satu sofa.
"Kamu tuh pagi-pagi udah bikin ribut aja" ucap Maura melihat sang adik.
"Ayolah kaka ku sayang jangan marah" ucap Marvel berdiri memeluk sang kaka.
"Kamu tuh gak nyamperin kaka di acaranya Laura kemarin" ucap Maura kesal pada sang adik.
"Hehehe,, kak istrimu ini cantik juga ya kalau lagi ngambek" ucap Marvel melihat kaka iparnya.
"Kak Gimana kabar ponakan aku" tanya Marvel.
"Mereka baik kok, oh iya kamu udah mau netap ink Indonesia kan" tanya Maura.
"Iya kak daddy minta aku segera mengurus perusahaan" ucap Marvel.
"Bagus deh kalau kamu gak ke jerman lagi" ucap Maura.
"Kaka gak mau ya jauh-jauh dari aku" ucap Marvel.
"Iya" ucap Maura melihat sang adik.
Marvel pun memeluk sang kaka dengan erat, lalu Jovian mengajak adik ipar dan sang istri pergi ke ruang makan.
Marvel melihat menu yanga ada di atas meja, ternyata gak ada ayam goreng.
"Kak gak ada ayam goreng ya" tanya Marvel.
"Gak ada dek, bibi gak masak ayam" ucap Maura.
"Makan asi dolen deh kata si kembar" ucap Marvel.
Membuat Maura dan Jovian tersenyum melihat Marvel, mereka bertiga pun sarapan sesekali Marvel menanyakan soal kehamilan sang kak yang saat ini sudah menginjak bukan ke dua.
"Sayang aku buatkan susu dulu ya" ucap Jovian beranjak dari kursi.
Maura melihat sarapan sang suami sudah habis di piring, memang gitu setiap pagi dan malam hari Jovian akan membuatkan suaua ibu hamil untuk sang istri.
"Sayang ini susunya" ucap Jovian.
"Makasih ya sayang" ucap Maura.
"Iya" ucap Jovian mengusap perut sang istri dari atas daster dengan lembut, dan hal itu tak luput dari pandangan Marvel.
"Ada aku loh di sini" ucap Marvel.
"Makanya cepat cari pacar terus nikah" ucap Maura.
"Ish kaka ini" ucap Marvel.
Selesai sarapan Jovian pun pamit ke kantor, begitu pun dengan Marvel yang juga ikut pamit ke kantor, Maura di rumah hanya bersama bibi saja.
Setelah sang suami dan sang adik pamit, Maura pun kembali ke kamar, Maura kembali merasakan tubuh nya ke atas ranjang karena akhir-akhir ini ia memang suka tidur kalau di tinggal sang suami ngantor.
Maura larut dalam tidur nyenyak nya, padahal waktu saat ini masi menunjukan pukul delapan pagi, tapi ibu hamil itu sudah kembali tidur lagi.
☘☘☘☘
Sedangkan di kediaman si kembar saat ini terlihat kedua bocah kembar itu sedang berdebat bersama kak Dev.
Bagaimana tidak kak Dev ingin meminjam mobil sport si kembar tapi si kembar tak ada yang mau memberi.
"Jalin pelit banget sih" ucap kak Dev.
"Ialin aja ita elit ya Alah(biarin aja kita pelit ya Galah)" ucap Galih melihat sang kembaran.
"Awa obil api aja tat(bawa mobil papi aja kak)" ucap Galah.
"Ini udah mau bawa mobil papi kalian" ucap kak Dev akhirnya mengalah karena tak bisa melawan kedua bocah kembar itu.
"Ati-agi ya tat di alan(hati-hati ya kak di jalan)" ucap kedua bocah kembar itu.
Sedangkan kak Dev pergi keluar setelah mengambil kunci mobil di dalam laci, tampa melihat si kembar lagi.
Sedangkan si kembar terkikik geli melihat wajah kesal kak Dev, setelah kak Dev menghilang dari balik pintu, si kembar pun menyusul keluar.
Bukan untuk melihat kak Dev tapi untuk melihat kedua sohib merek yang baru saja tiba di depan sana.
Next...
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya...