Jovian & Maura

Jovian & Maura
Laura Pingsan



Mobil Tio memasuki gerbang rumah mereka, entah kenapa Tio seharian ini terus memikirkan sang istri yang ada di rumah, setelah menyelesaikan pekerjaannya, Tio pun langsung pulang ke rumah karena jam pulang kantor juga tinggal setengah jam lagi.


Setelah memikirkan mobilnya di garasi, Tio keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam, biasanya sang istri selalu menyambut kepulangannya, tapi kali ini tidak membuat Tio di landa kuatir.


"Nak kamu sudah pulang?" tanya ibu yang baru keluar dari dapur.


"Iya bu, istri aku mana bu" tanya Tio melihat seisi ruangan itu, tapi tak menemukan sang istri.


"Istri kamu lagi istirahat, dia lagi gak sehat kepalanya pusing dan tadi pagi mual-mual" ucap Ibu.


"Apa kenapa tidak kasi tau Tio bu" ucap Tio.


"Istri tak mau menganggu kerjaan kamu nak" ucap ibu Tio.


"Kalau gitu Tio ke kamar ya bu liat Laura dulu" ucap Tio.


"Iya nak" jawab ibu.


Tio dengan cepat menaiki tangga menuju lantai atas, di mana kamar mereka berada. Tio langsung masuk ke dalam kamar setelah membuka pintu, dan tak menemukan sang istri di tempat tidur.


"Sayang, sayang kamu di mana" panggil Tio.


Tio mendengar suara mual dari kamar mandi, dengan cepat Tio masuk ke dalam kamar mandi dan melihat sang istri yang sedang mual-mual.


"Sayang kamu kenapa hheemm" tanya Tio langsung memijat punggung sang istri.


"Gak tau kak, dari tadi pusing sama mual terus" ucap Laura.


"Kita ke dokter ya sayang" ajak Tio saat Laura sudah berhenti dari mual nya.


"Gak usah kak aku cuma masuk angin aja kok" ucap Laura melihat sang suami dengan wajah buram.


"Tapi wajah kamu pucat banget sayang" ucap Tio.


"Aku ga...." ucapan Laura terputus karena ia sudah tak sadarkan diri.


"Sayang, sayang bangun Laura" panggil Tio dengan panik.


Tio mengangkat sang istri ke atas ranjang dan menidurkannya di sana, untung saja Tio memampang Laura jadi di saat Laura pingsan, Tio dengan cepat memeluk sang istri.


Tio keluar dari kamar dengan wajah paniknya, Tio memanggil ibunya dari lantai atas, membuat ibu yang sedang menonton beranjak dan melihat sang putra.


"Ada apa nak" tanya Ibu.


"Ibu Laura pingsan bu, kita harus bawa Laura ke rumah sakit" ucap Tio kembali masuk ke dalam kamar.


Ibu menyusul Tio masuk ke kamar mereka, Tio langsung mengangkat sang istri turun ke lantai bawa, di ikuti oleh ibu yang juga tak kalah paniknya.


Ibu duduk di kursi belakang dan kepala Laura di letakan di atas paha itu, sedangkan Tio menyetir mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Nak pelan-pelan saja ya, kamu lagi panik" ucap ibu.


"Iya bu" ucap Tio fokus ke depan.


Tak lama kemudian mobil Tio memasuki lobby rumah sakit, dengan cepat Tio keluar dari dalam mobil dan membuka pintu belakang dan langsung mengangkat sang istri keluar, di susul oleh ibu.


"Sus, Suter tolong istri saya sus" ucap Tio.


"Mari pak bawa masuk ke ruang UGD" ucap seorang suster.


Tio pun masuk kerangan UGD saat suster membukakan pintu ruangan itu, suster langsung meminta Tio untuk membaringkan sang istri di atas ranjang pasien.


"Bapak silahkan tunggu di luar ya, sebentar lagi dokter akan segera datang" ucap suster.


"Tapi istri saya baik-baik saja kan sus" tanya Tio.


"Iya istri bapak akan baik-baik saja kok" ucap suster itu.


Tio pun keluar dari ruang UGD, ibu yang menunggu di luar pun langsung mendekati sang putra.


"Nak gimana istri kamu?" tanya ibu.


"Sebentar lagi dokter datang bu, dan akan segera periksa Laura" ucap Tio.


"Kamu hubungin mertua kamu ya" ucap Ibu.


"Iya nak" ucap ibu.


Tio mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya dan menelpon papa Faisal untuk memberi tahu soal sang istri.


☘☘☘☘


Jovian dan Maura saat ini sedang bersantai ruang TV, terlihat Jovian sedari tadi terus menerus mencium perut buncit sang istri tampa henti.


"Mas kamu ini cium-cium perut terus dari tadi" ucap Maura.


"Habis aku gemes sayang" ucap Jovian melihat sang istri tersenyum.


"Kamu ini" ucap Maura.


"Sayang besok jalan-jalan yuk" ajak Maura.


"Jalan-jalan ke mana sayang" tanya Jovian melihat sang istri.


"Ke mall, aku pengen liat-liat perlengkapan bayi" ucap Maura antusias.


"Iya besok kita jalan-jalan ya istriku" ucap Jovian mencium kening sang istri.


"Makasih ya mas" ucap Maura.


"Iya, sayang" ucap Jovian memeluk sang istri.


"Assalamualaikum" ucap mama Ranti dan papi Joshua dari depan, tapi tak mendapat sahutan dari dalam.


"Adudu yang pelukan terus gak dengar mami sama papi kasih salam" ucap mami Ranti.


Jovian dan Maura melihat ke asal suara, terlihat mami Ranti dan papi Joshua berjalan ke arah ruang TV.


"Waalayikumsalam Mami, papi kapan datang" hanya Jovian melihat kedua orang tuanya.


"Dari tadi, kalian gak jawab salam mami sama papi mala asik pelukan di sini" ucap mami Ranti melihat putra dan sang menantu.


"Maaf mi kita lagi asik ngobrol" ucap Jovian sambil terkekeh melihat sang mami.


Sedangkan mami Ranti hanya menggeleng kepala melihat sang suami, sedangkan papi Joshua hanya tersenyum melihat sang istri.


Maura melihat sesuatu yang di letakan oleh mami Ranti di atas meja, membuat ibu hamil itu penasaran dengan isinya.


"Mami bawa apa?" tanya Maura.


"Mami tadi siang bikin kue bolu kesukaan kamu, kamu coba deh sayang" ucap mami Ranti.


Dengan semangat Maura mengambil kota yang berisi kue bolu itu, membuka kotak itu dan langsung memakan kuenya.


"Eemm, enak mi" ucap Maura dengan mulut penuh kue.


"Aku gak di tawarin sayang?" tanya Jovian.


"Mas mau, ini ambil" ucap Maura.


Jovian pun mengambil kue bolu nya lagi, dan memakannya dengan lahap, membuat mami Ranti dan papi Joshua tersenyum melihat pasangan suami dan istri itu.


"Iya mami sama papi kok ke sini gak bilang sih" tanah Jovian.


"Mami sama papi mau nginap di sini iya kan pi" ucap mami Ranti.


"Iya nak, mami sama papi mau nginap di sini" ucap papi Joshua.


Jovian dan Maura kembali memakan kue bolu nya lagi, sampai kotak itu menjadi kosong.


"Alhamdulillah kenyang ya sayang" ucap Maura mengusap perut buncitnya.


"Cucu eyang, sehat-sehat ya nak" ucap mami Ranti mengelus perut sang istri dengan pelan.


Papi Joshua dan Jovian tersenyum melihat mami Ranti mengobrol bersama bayi yang ada di dalam perut Maura.


Next....


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya....