
Seorang bocah kecil sedang berjoget di depan TV besar, bocah kecil itu adalah Galih si hobi berjoget. Galih berjoget sambil menonton ke pop BTS.
Sedangkan Galah sang kembar sedang duduk diam di salah satu sofa sambil bermain game di tap miliknya, tak lama kemudian kak Dev pulang sekolah.
Masih mengenakan seragam, kak Dev duduk di dekat Galah, tapi mata kak Dev melihat Galih yang sedang asik berjoget.
"Kembaran kamu hobi banget ya joget" tanya kak Dev.
"Ia tat(iya kak)" ucap Galah tapi masi fokus dengan tap miliknya.
"Kamu lagi ngapain sih?" tanya kak Dev.
"Atu agi ain em tat(aku lagi main game kaka)" ucap Galah.
Kak Dev melihat Game yang di mainkan Galah adalah Engelbert, jari mungil Galah dengan lincahnya bermain di layar tap miliknya.
Sedangkan Galih setelah lagu berhenti, bocah kecil itu pun berhenti berjoget lalu melihat ke arah sofa, di mana sang kembaran dan kak Dev berada.
"Udah selesai joget?" tanya kak Dev.
"Uda don tat, tat Dep uga au dodet alen atu(udah dong kak, kak Dev juga mau joget bareng aku)" tanya Galih duduk di dekat sang kembaran.
"Gak kaka gak suka joget" ucap kak Dev.
"Ya uda alo ga au atu ga atsa to(ya udah kalau gak mau, aku gak maksa kok)" ucap Galih.
"Alah amu agi apa (Galah kamu lagi apa)" tanya Galih melihat sang kembaran.
"Agi ain em(lagi main game)" ucap Galah.
"Tat Dep alu ulan tolah ya(kak Dev baru pulang sekolah ya)" tanya Galih.
"Iya capek banget nih pijitin dong" ucap kak Dev.
Membuat si kembar saling pandang, lalu melihat ke arah kak Dev.
"Ulu Alih aja tat atu agi ain(suruh Galih aja kak aku lagi main)" ucap Galah kembali bermain.
"Kalian ini malas banget sih" ucap kak Dev.
"Atu aja ya idit tat api ag atis lo(aku aja yang pijit kak tapi gak gratis loh)" ucap Galih.
"Memangnya kamu mau apa" tanya kak Dev.
"Ini de atu isitin tat(sini deh aku bisikin kak)" ucap Galih.
Kak Dev pun mendekat dan mendengar bisikkan Galih, membuat kak Dev kaget dan melihat bocah kecil itu.
"Kamu serius" tanya kak Dev.
"Eliut la tat(serius lah kak)" ucap Galih.
"Nanti kalau mami kamu marah gimana" tanya kak Dev.
"Iam lah ama ami(diam lah sama mami)" ucap Galih.
"Gak ah kak takut nanti di marahin papi kalian sama mami kalian" ucap kak Dev.
"Tat Dep enatut(kak Dev penakut)" ucap Galih.
"Udah kaka kemar dulu ya, kamu lanjut joget aja lagi" ucap kak Dev pergi menaiki tangga menuju lantai atas.
Sedangkan Galih ikut bergabung bersama sang kaka untuk bermain game.
☘☘☘☘
Setelah puas jalan-jalan dan mengelilingi mall, Jovian mengajak sang istri dan juga sang mami untuk pulang, karena hari kini sudah menunjukan pukul 1 siang.
Jovian membukakan pintu untuk sang istri dan juga untuk sang mami, setelah iyu Jovian masuk ke kursi kemudi, dan mobil pun keluar dari parkiran mall.
Jovian melihat sang istri sudah berapa kali menguap, pertanda kalau Maura sedang mengantuk.
"Sayang kamu ngantuk" tanya mami Ranti.
"Iya mi, maklum jam-jam nya Maura tidur siang" ucap Maura.
"Ya sudah kamu istirahat tidur aja, nanti kalau udah sampe rumah mami bangunin ya" ucap mami Ranti.
"Iya mi, mas aku tidur ya" ucap Maura melihat sang suami yang sedang fokus menyetir.
Beberapa menit kemudian suara dengkuran halus terdengar dari Maura yang tertidur di samping Jovian, kali ini Maura sudah duduk di kursi depan dengan sang suami, sedangkan mami Ranti duduk di kursi belakang sendirian.
Tak lama kemudian mobil yang di kendarai oleh Jovian memasuki pekarangan halaman rumah mereka, Jovian melihat sang istri yang terlihat lelah.
"Mi, tolong bawakan belanjaan ya, aku mau gendong Maura" ucap Jovian melihat sang mami.
"Iya sayang" ucap mami Ranti.
Jovian membuka pintu mobil sebelah, dan mengangkat sang istri keluar dari mobil Jovian membopong sang istri masuk ke dalam menaiki tangga menuju lantai atas di mana kamar mereka berada.
Jovian mengunakan sebelah tangannya untuk membuka pintu, dan Jovian pun membawa sang istri masuk dan melegakannya di atas ranjang tidur mereka dengan lembut.
Jovian mengeluarkan sepatu yang di kenakan sang istri, lalu mengatur suhu ace nya, setelah itu Jovian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Selesai membersihkan diri Jovian keluar dari kamar mandi, mencari baju rumah dan setelah itu ikut tidur bergabung bersama sang istri.
☘☘☘☘
Di kantor Wijaya Group, Brian masuk ke ruangan sang asisten, Brian melihat Gio sedang fokus memeriksa beberapa berkas.
"Bro" panggil Brian.
"Iya ada apa" tanya Tio melihat ke arah sang sahabat.
"Gimana keadaan istri loh, udah baik kan" tanya Brian.
"Alhamdulillah,, istri aku hamil" ucap Tio melihat Brian.
"Wih, top men, selamat ya" ucap Brian.
"Iya makasih ya" ucap Tio.
"Iya sama-sama" ucap Tio.
Brian duduk di kursi depan sang sahabat, lalu melihat Tio cukup lama.
"Kenapa liatin gue gitu?" tanya Tio.
"Mommy pengen gue secepatnya lamar Sheila" ucap Brian.
"Ya udah lamar aja apa susahnya sih" ucap Tio menatap balik Brian.
"Iya gue lagi nyiapin semuanya sekarang, abis mommy gak sabaran sih pake cara ngancam lagi" ucap Brian.
"Memangnya tante Nisa ngancam apa" tanya Tio kepo.
"Kalau gue gak secepatnya lamar gadis gue, gadis kue bakalan di jodohin sama cowok lain, gila gak tuh" ucap Brian.
"Hahahha,, kasian banget sih hidup loh" ucap Tio menertawakan sang sahabat.
"Sialan loh mala ketawa, niat mau curhat mala di ketawain" ucap Brian.
"Sorry-sorry habis cerita loh lucu sih" ucap Tio.
"Lucu dari mana sih" tanya Brian.
"Ya lucu aja, kalau saran gue nih mending loh cepat lamar Sheila deh" ucap Tio.
"Iya sekarang gue pengen ngomong sama dia kalau ketemu" ucap Brian.
"Itu bagus, lebih cepat lebih bagus men, liat gue sekarang istri gue udah hamil" ucap Tio dengan bangga.
"Iya-iya gue tau" ucap Brian.
"Eh kok si Raffa udah jarang ke sini sih" tanya Tio.
"Lagi sibuk sama pacarnya dia" ucap Brian.
"Punya pacar tapi masi terlihat galau" ucap Tio.
"Gue juga gak ngerti sama tuh anak" ucap Brian.
Keduanya lalu mengobrol soal bisnis, setelah itu Brian keluar dari ruangan Tio, karena jam pulang kantor sudah tiba.
Next....
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys...