Jovian & Maura

Jovian & Maura
Ikut Ke Kantor



Maura sedang bersiap-siap karena ia akan ikut sang suami ke kantor, dengan mengenakan dres bunga-bunga Maura melihat penampilan nya di depan cermin.


"Udah cantik" ucap Jovian yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Mas, ini baju kantornya" ucap Maura.


"Iya sayang" ucap Jovian.


Maura duduk di depan meja rias dan memoles sedikit wajahnya dengan bedak, dan juga lipstick, membuat penampilan Maura bertambah cantik.


Maura melihat sang suami yang sudah mengenakan baju kantor, Jovian yang hendak memakai dasi langsung di bantu oleh sang istri.


"Sini aku bantu mas" ucap Maura.


"Makasih ya sayang" ucap Jovian, dan Maura hanya tersenyum melihat sang suami.


"Udah" ucap Maura.


"Ayo kita turun sarapan" ajak Jovian mengandeng tangan sang istri keluar dari kamar mereka.


Tiba di lantai bawa bibi mengatakan kalau sarapan sudah siap, pasangan suami dan istri itu pun langsung ke ruang makan.


Jovian dan Maura duduk di kursi biasa, Maura mengambilkan sarapan sang suami, sedangkan Maura hanya makan roti saja.


"Sayang kamu gak makan nasi goreng?" tanya Jovian.


"Gak mas, aku takut gendut kalau banyak makan" ucap Maura.


"Gak papa, makin **** kan bagus" ucap Jovian menggoda sang istri.


"Mas mau aku gendutan" tanya Maura melihat sang suami.


"Iya gak papa, mas gak keberatan kok" ucap Jovian.


"Habiskan sarapan mas, nanti telat kita ke kantor" ucap Maura.


Setelah selesai menghabiskan sarapan mereka, Jovian dan Maura pergi ke kantor Maura tak lupa melapisi dres nya dengan jaket jeans.


Mobil yang di kendarai oleh Jovian keluar dari pintu gerbang mereka, mobil terus membela jalan raya, banyaknya kendaraan membuat jalan sedikit macet, mungkin karena masi terlalu pagi.


☘☘☘☘


Si kembar dan kedua sahabatnya akan ikut papi Gilang dan mami Ambar ke kantor, karena hari ini papi Gilang ada meeting bersama Jovian.


"Ais atu da anten elum (guys aku udah ganteng belum)" tanya Galih.


"Da anten tot Alih(udah ganteng kok Galih)" ucap Iqbal dan Kifli.


"Maaci ya alian uga anteng(makasih ya kalian juga ganteng" ucap Galih.


"Ia don(iya dong)" ucap Galah.


"Anak-anak kalian udah pada siap belum?" tanya mami Ambar.


"Uda mi, uda ante(sudah mami, sudah tante)" ucap si kembar dan kedua sahabatnya.


"Kalau udah siap ayo kita berangkat sekarang" ajak mami Ambar.


Dan keempat bocah kecil itu keluar dari kamar mereka, terlihat mami Ambar dan papi Gilang sudah menunggu lantai bawa.


"Mi aap ya da ungu ama(mi maaf ya udah nunggu lama)" ucap Galih.


"Gak papa sayang, kita berangkat sekarang" tanya mami Ambar.


"Iya mi(iya mi)" ucap si kembar.


"Ayo kita berangkat sekarang" ajak papi Gilang.


Keempat bocah kecil itu pun berjalan keluar dengan papi Gilang dan mami Ambar, mami Ambar duduk di kursi depan dengan papi Gilang, sedangkan keempat bocah kecil itu duduk di kursi belakang.


"Alih esel ditit don(Galih geser dikit dong)" ucap Galah pada sang kembaran.


"Ni uda(ini sudah)" ucap Galih.


Setelah memastikan keempat bocah kecil itu duduk dengan baik, papi Gilang langsung menjalankan mobilnya keluar gerbang.


Si kembar dan kedua sahabatnya tak lupa menyapa pak satpam yang sedang membuka pintu gerbang, sedangkan pak satpam hanya mengangguk hormat.


☘☘☘☘


Karyawan yang baru saja berdatangan melihat ke arah mereka yang berjalan di lantai dasar menuju lift.


Banyak karyawan yang menyapa mereka dengan hormat, Maura pun tersenyum membalas sapaan para karyawan, Jovian dan Maura masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka ke lantai di mana ruangan Jovian berada.


Ting....


Pintu lift terbuka Jovian dan Maura keluar dari dalam lift, dan langsung masuk ke ruangan Jovian.


Maura duduk di salah satu sofa, sedangkan Jovian duduk di kursi kerjanya, tak lama kemudian pintu ruangan Jovian terbuka.


"Permisi pak Jo, ada berkas yang harus bapak tandatangani" ucap Sekertaris Jovian.


"Iya Taru saja di meja" ucap Jovian.


"Baik pak Jo" ucap sekertaris Jovian.


Jovian melihat ke arah sang istri yang sedang asik bermain ponsel, bahkan sesekali Maura tersenyum melihat ponsel miliknya, membuat Jovian menjadi penasaran.


"Sayang kamu kenapa" Tanya Jovian.


"Gak mas, aku cuma lagi chetan sama Ambar aja" ucap Maura.


"Kok sampe ketawa-ketawa sendiri sih" tanya Jovian.


"Iya habis lucu Ambar juga ikut kak Gilang ke kantor sama si kembar juga kedua sahabatnya" ucap Maura.


"Pasti deh tuh mau buat rusuh di kantor lagi" ucap Maura.


Jovian kembali melanjutkan pekerjaannya, sedangkan Maura masi setia bermain ponsel miliknya di sofa.


Rapat bersama Gilang nanti siang dan pada jam makan siang juga, biar mereka sekalian ngumpul-ngumpul.


☘☘☘☘


Mobil papi Gilang tiba di lobby kantor Hadinata, keempat bocah kecil itu keluar terlebih dahulu dari dalam mobil, sedangkan mami Ambar dan papi Gilang paling kebelakang turunnya.


"Mi ati-ati mi(mi hati-hati mi)" ucap Galih melihat sang mami turun dari mobil sambil memegang perutnya.


"Iya sayang" ucap mami Ambar.


"Ayo kita masuk" ajak papi Gilang mengandeng mesra tangan sang istri.


"Pagi pak, bu" sapa para karyawan.


"Agi tewe(pagi cewek)" ucap Galih. membuat papi Gilang dan mami Ambar saling pandang.


"Alih amu tu enit ya(Galih kamu tuh genit ya)" ucap Galah pada sang kembaran.


"Ga to atu tan uma apa alawan(gak kok aku kan cuma sapa karyawan)" ucap Galih.


"Sudah-sudah jangan berdebat ayo masuk ke dalam lift)" ajak papi Gilang.


Keempat bocah kecil itu pun masuk ke dalam lift, begitu pun dengan mami Ambar dan papi Gilang, lift pun membawa mereka menuju lantai atas.


Galih melihat bayangan dirinya di dinding lift, bocah kecil itu berjoget dengan pelan membuat Galah yang ada di dekatnya melihat sang kembaran yang sedang berjoget itu.


"Amu tu ga di uma ga di atol dodet elus(kamu tuh gak di rumah, gak di kantor joget terus)" ucap Galah pada sang kembaran.


"Uka-uka atu don do amu ewot ci(suka-suka aku dong kok kamu sewot sih)" ucap Galih melihat sang kembaran.


"Boy" panggil papi Gilang.


"Alian to antem ci(kalian kok berantem sih)" ucap Iqbal.


"Alah tu yan ewot ama atu(Galah tuh yang sewot sama aku)" ucap Galih.


Ting....


"Udah ayo keluar" ajak mami Ambar.


Keempat bocah kecil itu keluar terlebih dahulu dari dalam lift, sedangkan mami Ambar dan papi Gilang hanya menggeleng kepala melihat si kembar dan kedua sahabatnya.


Next....


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya....