Jovian & Maura

Jovian & Maura
Janji Jovian



Dev yang melihat si kembar sedang menenteng sesuatu pun berjalan mendekati kedua bocah kembar itu.


"Wih lagi lagi bawa apa tuh" tanya kak Dev.


Si kembar berhenti melangkah, dan melihat ke arah kak Dev yang berjalan ke arah mereka.


"Ni ate ambin tat(ini sate kambing kak)" ucap Galih mengangkat kantong plastik di tangannya.


"Enak gak? kakak minta dong" ucap kak Dev.


"Man tat Dep isa atan ate ambin(emang kak Dev bisa makan sate kambing)" tanya Galih.


"Mau coba dulu" ucap kak Dev.


"Yo ita te apul tat(ayo kita ke dapur kak)" ajak si kembar.


Dev pun mengikuti kedua bocah kembar itu ke arah dapur, sambil si kembar membawa kantong berisi sate.


Si kembar duduk di kursi yang biasa mereka duduk kalau mau makan, dan kak Dev pun ikut duduk.


"Tat olon bil ilin do uat iti ate(kak tolong ambil piring dong buat isi sate)" ucap Galih.


"Kok aku sih, dia aja" ucap kak Dev menunjuk Galah, karena kak Dev gak tau itu Galah apa Galih.


"Alah anti bil ilin uat ita atan(Galah nanti ambil piring buat kita makan)" ucap Galih.


Kak Dev dan Galah pun beranjak berdiri, untuk mengambil piring buat mereka dan mengisi sate.


"Ini piring nya" ucap kak Dev menyerahkan piring yang ia bawa.


"Uat tat Dep ua atut aja ya(buat kak Dev dua tusuk aja ya)" ucap Galih.


"Kok cuma dua sih, kan sate nya ada banyak" ucap kak Dev.


"Ita lus el agi tat ama ami ama api uga(kita harus berbagi kak sama mami sama papi juga)" ucap Galih.


"Tambahin deh dua lagi, biar jadi empat tusuk" ucap kak Dev, karena jujur mencium aroma sate yang di buka oleh bocah kecil itu menggugah selera.


"Ia ni ita amba in adi epat(iya ini kita tambahin jadi empat)" ucap Galah.


"Gitu dong, enak banget ini di makan sama nasi" ucap kak Dev.


Sedangkan si kembar hanya menggeleng kepala melihat kak Dev, yang langsung melahap satenya dengan nasi panas.


☘☘☘☘


Jovian dan Maura baru saja tiba di kediaman mereka, terlihat mami Ranti sudah berada di sana menunggu kedatangan mereka.


"Mami, kok gak bilang mau datang" hanya Jovian menyalami punggung tangan sang mami.


"Mami tuh mau kasi kejutan buat kalian, kalian malah gak ada di rumah" ucap mami Ranti.


"Maaf mi, istri aku lagi pengen sate kambing jadi kita pergi cari deh" ucap Jovian.


"Tapi udah dapat kan sayang satenya" tanya mami Ranti.


"Udah kok mi, ini Maura bawa pulang juga" ucap Maura.


"Sayang kamu tuh harus sering ikutin kemauan istri ya" ucap mami Ranti pada sang putra.


"Iya mi, aku janji akan selalu ikutin ngidam istri aku" ucap Jovian memeluk sang istri dengan erat.


"Makasih ya sayang" ucap Maura.


"Iya sama-sama" ucap Jovian mencium kening sang istri.


"Mi, udah makan siang belum?" tanya Maura.


"Udah sayang tadi bibi udah siapin makan siang mami" ucap mami Ranti.


"Maaf ya mami harus makan siang sendiri" ucap Maura tak enak pada mami mertua.


"Gak papa sayang, mami ngerti kok" ucap mami Ranti memeluk sang menantu dengan sayang.


Mami Ranti, Jovian dan Maura duduk di ruang tengah dan mengobrol di sana, sesekali mami Ranti memberi tau sang menantu tentang gejala-gejala kehamilan di awal.


☘☘☘☘


Pak Faisal di sambut hangat oleh Tio, dan Kevin sedangkan sang bos masi berada di ruang kerja miliknya.


Kevin mempersilahkan pak Faisal dan asisten nya pergi ke ruang rapat terlebih dahulu bersama Kevin, sedangkan Tio pergi ke ruangan sang bos untuk memberitahu kalau rapat akan segera di mulai.


Tokkk...


Tokkk...


"Masuk" ucap Brian.


Tio masuk dan langsung menghadap sang bos, Brian yang baru saja selesai mengerjakan pekerjaannya pun langsung berdiri.


"Calon mertua kamu udah datang ya" tanya Brian sambil tersenyum.


"Iya bos, mereka sudah ke ruangan rapat" ucap Tio.


"Ayo kita ke sana" ajak Brian.


Tio dan Brian pun keluar dari ruangan Brian, ke dua pria itu melangkah masuk ke dalam ruang rapat.


"Pak Brian, pak Tio" sapa pak Faisal dengan hormat.


Sedangkan Tio merasa canggung karena perlakuan ayah dari gadis nya itu, Brian yang berdiri di dekat sang sahabat hanya tersenyum melihat ke arah Tio.


"Maaf sudah membuat pak Faisal menunggu" ucap Brian duduk di kursi paling depan karena ia akan memimpin rapat.


"Tidak apa-apa pak Brian, kami juga baru tiba kok" ucap pak Faisal.


"Bisa kita mulai rapat nya" ucap Brian.


"Silahkan pak Brian" ucap pak Faisal.


Mereka pun memulai rapatnya, perusahaan pak Faisal dan Wijaya Group sudah lama menjalin hubungan kerja.


Hampir 2 jam rapat berlangsung, karena di selah obrolan juga oleh mereka, terlihat Tio juga sudah sangat akrap dengan ayah dari gadisnya itu.


Pak Faisal melihat jam yang ada di lengan kekarnya, sudah menunjukan pukul setengah 3 sore, pak Faisal dan sang asisten pun pamit pada Brian, Tio dan Kevin.


"Pak Brian, nak Tio pak Kevin kami pamit dulu ya" ucap pak Faisal.


"Iya pak Faisal, sebelumnya terimakasih" ucap Brian.


"Sama-sama pak, kalau begit kami permisi dulu" ucap pak Faisal.


"Iya pak, mari silahkan" ucap Tio mengantar calon mertua nya sampai ke luar ruangan rapat.


"Udah akrab ya" ucap Brian.


"Alhamdulillah,," ucap Tio melihat sang sahabat yang hanya tersenyum.


"Ke ruangan gue yuk, bentar lagi Raffa datang" ucap Brian.


Dan Tio pun mengikuti sang bos, masuk ke dalam ruangannya, sedangkan Kevin kembali ke meja kerja nya.


Brian dan Tio duduk di sofa yang ada di ruangan Brian, sambil menunggu sang sahabat Raffa keduanya mengobrol soal bisnis.


Tak lama kemudian pintu ruangan Brian langsung di buka oleh Raffa, Brian sudah tau kalau sahabatnya itu tak pernah mengetuk pintu kalau sampai di kantornya.


Raffa berjalan ke arah sofa dan langsung duduk di sana, Brian dan Tio melihat wajah sang sahabat yang sangat kusut seperti baju lusuh.


"Kenapa tuh muka" tanya Brian.


"Gak papa kok" ucap Raffa.


Brian dan Tio tau kalau sahabatnya itu sedang tidak baik-baik saja, bisa saja saat ini Raffa lagi banyak fikiran, karena melihat dari wajahnya yang sangat galau.


Next...


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys....