Jovian & Maura

Jovian & Maura
Laura Hamil



Kedua orang tua Laura baru saja tiba di rumah sakit, dengan wajah panik papa Faisal dan mama Ayu melihat sang menantu dan sang besan berdiri di depan UGD dengan wajah tak kalah cemasnya.


"Nak Tio, bu Laras bagaimana keadaan Laura?" tanya mama Ayu.


"Pa, Ma, Laura lagi di periksa sama dokter di dalam" ucap Tio.


"Nak bagaimana bisa Laura pingsan?" tanya papa Faisal.


"Sepulang dari kantor pas aku masuk ke kamar aku mendengar istri aku mual-mual di kamu mandi ma,pa setelah aku bantu Laura keluar dia langsung pingsan" ucap Tio.


"Udah ma, kita berdoa aja semoga Laura gak papa" ucap papa Faisal menenangkan sang istri.


"Iya pa" ucap mama Ayu.


Mama Ayu, papa Faisal dan ibu Laras duduk di kursi tunggu, sedangkan Tio masi setia berdiri di depan ruang UGD.


Setelah menunggu hampir setengah jam, tiba-tiba pintu ruangan UGD terbuka, dokter keluarga dan melihat semua orang di sana.


"Dokter bagaimana keadaan istri saya?" tanya Tio.


"Istri bapak, baik-baik saja sekarang dia sudah sadar" ucap dokter sambil tersenyum.


"Alhamdulillah" ucap Tio.


"Ada kabar gembira yang ingin saya sampaikan untuk bapak dan yang lain" ucap dokter.


"Kabar gembira apa dok" tanya Tio.


"Selamat saat ini istri bapak hamil, dan usia kandungannya baru memasuki minggu ke 2" ucap dokter.


Membuat Tio dan yang lain tersenyum senang, apa lagi para orang tua.


"Benar dok istri saya hamil?" tanya Tio lagi.


"Benar pak" ucap dokter.


"Ibu istri aku hamil bu" ucap Tio memeluk sang ibu.


"Iya nak, selamat ya kamu akan jadi ayah" ucap ibu sambil menangis haru.


"Makasih bu" ucap Tio.


"Dokter apa kami bisa melihat istri saya" tanya Tio.


"Bisa pak silahkan, saya juga permisi dulu ya" ucap dokter.


"Iya dok sekali lagi terima kasih" ucap Tio.


Mereka semua masuk ke dalam ruang UGD untuk melihat kondisi Laura, Laura sedang berbaring dengan tangan yang terdapat selang infus.


"Sayang" panggil Tio.


"Kak, bu, pa, mama" ucap Laura.


"Sayang gimana keadaan kamu?" tanya Mama Ayu.


"Aku udah gak papa kok ma" ucap Laura.


Tio langsung memeluk sang istri, membuat Laura heran melihat tingkah sang suami sedangkan ibu, papa Faisal dan mama Ayu hanya tersenyum senang.


"Sayang kamu tau sekarang di sini ada nak kita, kata dokter kamu hamil" ucap Tio dengan haru.


"Benar kak, kaka gak bohong kan?" tanya Laura.


"Benar sayang, kata dokter kamu lagi hamil" ucap mama Ayu.


Laura mengusap perut ratanya dengan pelan, lalu melihat sang suami sambil tersenyum bahagia.


"Kak kita akan jadi orang tua" ucap Laura.


"Iya sayang, aku sangat bahagian mendapat kabar ini" ucap Tio mencium kening sang istri cukup lama.


Malam hari ini Laura di ijinkan untuk pulang, karena kondisinya juga sudah membaik dokter memberikan resep vitamin untuk Laura jika nanti kalau merasa mual lagi, Laura bisa meminumnya.


Papa Faisal dan mama Ayu mengantar sampai rumah Tio, dan saat ini jam sudah menunjukan pukul 9 malam, sampai di rumah Tio langsung membawa sang istri ke kamar, agar Laura bisa segera beristirahat.


"Mau ganti baju?" tanya Tio, dan Laura hanya mengangguk kepala.


Setelah sang istri beristirahat, Tio pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, karena sedari pulang kantor tadi sore Tio belum membersihkan diri.


☘☘☘☘


Karena mami Ranti dan papi Joshua menginap semalam, jadi suasana meja makan menjadi ramai saat ini.


"Sayang mau ini gak?" tawar Jovian.


"Boleh mas tapi dikit aja ya" ucap Maura.


"Siap istriku" ucap Jovian.


Mami Ranti dan papi Joshua hanya tersenyum melihat keromantisan putra dan menantunya itu, apa lagi sekarang Jovian siap siaga menemani sang istri.


"Mi, hari ini ikut aku sama mas Jo ya kita jalan-jalan" ajak Maura.


"Boleh sayang" ucap mami Ranti.


"Pi nanti jemput mami sore ya di sini" ucap mami Ranti.


"Iya mi" ucap papi Joshua menghabiskan sarapannya.


"Mas kita jalan-jalan sama mimi ya" ucap Maura.


"Iya sayang" jawab Jovian mengusap kepala sang istri.


Selesai sarapan papi Joshua pamit ke kantor, sedangkan Jovian hari ini tidak ke kantor karena ingin menemani sang istri dan juga mami Ranti pergi jalan-jalan.


Jovian tak mau istrinya pergi hanya dengan sang mami, karena Jovian tak mau terjadi sesuatu pada istri dan anaknya di luar sana.


Sehabis sarapan Maura dan Jovian langsung naik ke lantai atas untuk bersiap-siap, begitu pun dengan mami Ranti.


"Mas" panggil Maura.


"Ada apa sayang" tanya Jovian.


"Coba liat deh baju yang ini bagus gak aku pakai jalan-jalan" tanya Maura.


"Gak ganti yang lain aja sayang, ini terlalu pendek" ucap Jovian dengan posesif.


Maura menggeleng kepalanya lalu mencari baju yang lain, dan meminta pendapat sang suami lagi.


"Kalau yang ini gimana?" tanya Maura lagi.


"Jangan juga itu belahan dadanya sangat rendah aku gak suka orang liat kamu" protes Jovian lagi.


"Kalau yang ini gimana?" tanya Maura lagi.


"Biar aku yang pelukan baju untuk mu ya" ucap Jovian beranjak dari duduk nya.


Jovian melihat baju-baju sang istri yang tergantung di dalam lemari, semua pakaian Maura yang sedikit terbuka.


Pandangan Jovian jatuh pada dres lengan panjang, dan panjangnya sampai betis Jovian pun mengambil Dres itu dan memberikan pada sang istri.


"Coba ini deh sayang" ucap Jovian.


"Kok ini sih mas" ucap Maura.


"Habis cuma ada itu yang sedikit tertutup sayang" ucap Jovian santai.


Maura mengambil dres itu dan mencobanya, mari terasa pas karena badan Muara tak terlalu gendut, senyum pun terbit di wajah Jovian setelah melihat penampilan sang istri.


"Sangat cocok sayang, pakai yang ini aja ya)" ucap Jovian.


"Iya" ucap Maura.


"Hehehe tambah cantik" ucap Jovian mencium sebelah pipi sang istri.


"Aku mandi dulu ya" ucap Jovian.


Jovian masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Maura menyiapkan pakaian yang akan di gunakan oleh sang suami.


Karena ini bukan ke kantor jadi Maura menyiapkan celana jeans berwarna navi dan kaos puti di padukan dengan jaket kulit berwarna hitam, pasti akan membuat penampilan Jovian terlihat keren.


Setelah menyiapkan style untuk sang suami, Maura duduk di depan meja rias untu memoles kan sedikit make up di wajahnya.


Dan tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka, Jovian keluar dengan mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya, Jovian melihat baju yang sudah di siapa kan sang istri.


Next....


Jangan Lupa Like, Komen sama Vote ya guys....