
Maura membuka kedua matanya, lalu melihat ke arah sang suami yang masi tertidur dengan pules di sampingnya, Maura membiarkan Jovian masi tertidur.
Maura turun dari atas ranjang, wanita hamil itu mencari baju ganti yang ada di dalam lemari, lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Merasa ranjang di sebelah kosong, Jovian pun membuka kedau matanya dan tak mendapatkan sang istri di sana, Jovian mengedarkan pandangannya ke seisi kamar tapi tak menemukan sang istri.
"Sayang" panggil Jovian bangun dari tidurnya.
Jovian mendengar suara percikan air dari kamar mandi, menandakan kalau saat ini sang istri sedang berada di kamar mandi.
Setelah menunggu sedikit lama, pintu kamar mandi pun terbuka, Maura keluar dengan handuk kimono yang berwarna pink miliknya.
"Mas, kamu udah bangun, mau mandi juga" tanya Maura.
"Iya sayang, aku mau mandi juga" ucap Jovian.
"Maura mengambilkan handuk dalam lemari, lalu memberikan pada sang suami, Jo pun langsung masuk ke dalam kamar mandi setelah mengambil handuk itu.
Sambil menunggu sang suami Maura duduk di depan meja rias, saat ini Maura sudah berganti pakaian biasa.
Tokk...
Tokkk....
Mendengar suara ketukan pintu Maura pun beranjak dari duduknya untuk membuka pintu.
Clekk...
Mommy Nara berdiri di depan pintu melihat sang putri yang baru saja selesai mandi.
"Mommy," ucap Maura.
"Suami kamu mana, mommy ngetik pintu dari tadi gak ada yang buka" ucap mommy Nara.
"Maaf mom aku sama suami aku ketiduran habis ngantuk banget sih, suami aku lagi mandi mom" ucap Maura.
"Ya sudah setelah itu kalian turun ya, daddy nanyain kalian terus di bawa" ucap mom Nara.
"Oke mom, selesai kak Jo mandi kita turun" ucap Maura.
"Ya sudah mommy turun dulu ya" ucap mommy Nara.
"Iya mom" ucap Maura.
Setelah mommy Nara turun ke lantai bawa, Maura kembali masuk dan menutup pintu lagi, bersamaan dengan pintu kamar mandi yang baru saja terbuka.
"Mas" panggil Maura.
"Siapa sayang" tanya Jovian melihat sang istri.
"Mommy, mas minta kita turun ke bawa katanya daddy nanyain kita" ucap Maura.
Di lantai bawa terlihat Marvel baru saja tiba, sehabis dari kantor Brian, Marvel melihat kedua orang tuanya sedang mengobrol di ruang tengah.
"Mom, dad" panggil Marvel duduk di dekat sang mommy.
"Dari mana kamu?" tanya mom Nara.
"Dari kantor uncle mom" ucap Marvel tersenyum.
"Kamu tuh ya, bukannya kerja malah pergi gangguin orang kerja aja" ucap mom Nara.
"Hehehe, habis aku bosan di kantor mom" ucap Marvel sambil me noel pipi sang mommy.
"Kamu ini batu mau mulai kerja aja udah bosan" ucap mom Nara.
Hal itu semakin membuat Marvel terkekeh geli melihat wajah sang mommy yang terus mengomel.
Sedangkan daddy Erik hanya menggeleng melihat istri dan sang putra yang terus berdebat hal yang tak penting.
"Dad liat mommy suka mengomeli aku" aduh Marvel.
"Gak usah bawa-bawa daddy ya" ucap mom Nara.
"Hehehe" Marvel tertawa lalu memeluk sang mommy dengan erat.
"Mommy kalau cemberut makin cantik deh" ucap Marvel tak henti-hentinya membujuk sang mommy.
Tak lama kemudian Jovian dan Maura terlihat menuruni tangga, Marvel yang melihat sang kaka pun langsung memeluk pelukannya dari sang mommy.
"Iya dek" ucap Maura duduk di sofa berdekatan dengan sang suami.
"Kamu kenapa dek" tanya Maura melihat sang adik.
"Mommy ngomelin aku terus kak" ucap Marvel.
"Gimana gak di omelin kamu di jam kerja bukannya kerja malah pergi gangguin orang kerja" ucap mom Nara.
"Siapa yang gangguin orang kerja sih mom, aku malah sampai di sana tidur" ucap Marvel.
Membuat daddy Erik melihat sang istri sambil menahan senyum, sedangkan sang mommy semakin di buat kesal oleh sang putra yang terus-terusan menggodanya sedari tadi.
"Dad anak mu ini" ucap mom Nara.
"Marvel ke kamar dulu ya mom, dad, kak, kak Jo mau mandi" ucap Marvel.
Sebelum beranjak dari dekat sang mommy, Marvel sempat-sempatnya mencium pipi sang mommy lalu berlari dari sana menuju kamar nya yang ada di lantai dua.
Maura dan Jovian tersenyum melihat mommy Nara dan Marvel yang sedari tadi tak pernah akur, keduanya memang sering seperti itu kalau bercanda.
"Daddy" Maura mendekati sang daddy dan memeluknya.
"Kenapa hemmm," tanya daddy Erik membalas pelukan sang putri.
"Gak malu ya di liat sama suami" ucap daddy Erik melihat sang menantu.
"Gak lah, kenapa harus malu" ucap Maura melihat ke arah sang suami yang hanya tersenyum.
Daddy Erik mencium kepala sang putri, selama menjadi istri Jovian baru kali ini Maura manja pada sang daddy, dulunya Maura manja saat belum menjadi istri dari Jovian.
"Permisi nya ini kue yang nyonya minta" ucap bibi datang membawa piring berisi kue.
"Itu kan kue bolu kesukaan aku bi" ucap Maura melepas pelukan sang daddy.
"Iya mommy sengaja minta di buatkan sama bibi" ucap mom Nara.
"Wah, aku coba ya mom" ucap Maura mengambil satu kue bolu.
"Emm enak, mas coba deh enak kue nya" tawar Maura.
Jovian pun juga mengambil satu kue bolu, dan memakannya benar saja apa kata sang istri kue bolu nya sangat lezat kalau di makan saat sedang bersantai.
"Daddy sama mommy gak makan" tanya Maura.
"Gak kalian aja yang makan sayang" ucap daddy Erik mengusap kepala sang putri dengan sayang.
"Mom aku minta ya buat di bawa pulang" ucap Maura melihat sang mommy sambil memakan kue bolu nya.
"Iya nanti minta bibi buat siapin ya" ucap mom Nara.
Jovian dan Maura menghabiskan kue bolu yang di bawa bibi barusan, bahkan Maura meminta lagi pada bibi saat kuenya yang ada di piring sudah habis di makan oleh nya dan sang suami.
"Sayang kalian pulangnya habis makan malam aja ya" ucap mom Nara.
"Iya mom" ucap Maura dan Jovian.
Maura terlihat masi duduk di dekat sang daddy, sedangkan Jovian duduk di sofa yang tadi mereka duduki.
Tak berselang lama Marvel turun dengan pakaian santai miliknya, terlihat pria tampan itu baru saja selesai mandi.
Marvel melihat piring kosong di atas meja, lalu melihat sang kaka yang duduk di dekat sang daddy.
"Ini piring apa mom, kok kosong?" tanya Marvel melihat sang mommy.
"Piring kue bolu, udah habis di makan kaka kamu" ucap mommy Nara.
"Kaka kok gak nyisain aku sih" ucap Marvel.
"Kalau mau ambil sendiri di dapur dek" ucap Maura.
Marvel pun memanggil bibi untuk minta di bawakan kue bolu.
Next....
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya...