Jovian & Maura

Jovian & Maura
Galah Pura Pura Pingsan



"Es ita elatil eldain om tentulit hihihi(yes kita berhasil ngerjain om penculik hihihi)" ucap Galih sambil terkikik pelan.


"Ia, ide amu elen anet Alih(iya, ideh kamu keren banget Galih)" ucap Iqbal.


"Ia don Alih itu lo(iya dong Galih gitu loh)" ucap Galih dengan bangga.


Mendengar para penculik itu kembali lagi bersama Martin, keempat bocah kecil itu berhenti terkikik.


"Alah amu alin agi ula-ula isan agi ayo(Galah kamu baring lagi pura-pura pingsan lagi ayo)" ucap Galih.


Dengan cepat Galah kembali berbaring dan menutup kedua matanya dengan rapat, kemudian Galih, Iqbal dan Kifli kembali menangis pura-pura.


Dari dalam kamar keempat bocah kecil itu mendengar perbincangan para penculik itu.


"Kenapa bisa pingsan sih, kan udah di kasih makan" tanya Martin.


"Kami juga gak tau bos, bos liat aja sendiri" ucap bos preman membukakan kunci pintu kamar.


Clekk....


"Hhuuu, Alah anun enapa amu adi isan dini, anun Alah huhuhu(hhuu, Galah bangun kenapa kamu jadi pingsan gini, bangun Galah huhuhu)" ucap Galih sambil mengguncang tubuh kecil sang kembaran.


Sampai Galah merasakan puyeng di buatnya, Galah membuka sedikit matanya memberi kode untuk tidak mengguncang tubuhnya dengan kuat, Galih yang mengerti itu langsung dengan pelan mengguncang tubuh sang kembaran, sedangkan Iqbal dan Kifli hanya menangis pura-pura saja.


"Om tentulit tata atu isan ni imana don huhu(om penculik kaka aku pingsan nih gimana dong huhuhu)" ucap Galih melihat Martin dan ketiga anak buahnya.


"Kenapa bisa pingsan, bukannya kalian sudah di kasih makan barusan" tanya Martin melihat keempat bocah kecil itu, termaksud Galah yang sedang berbaring di kasur.


"Tata atu isan bis atan ahu ama empe om(kaka aku pingsan habis makan tahu sama tempe om)" ucap Galih, membuat Martin dan ketiga anak buah nya kaget dan saling pandang.


"Terus kenapa cuma dia yang pingsan kalian gak" tanya Martin.


"Ita iasa atan ayam dolen om, utin aja ga ocok ama tata atu(kita biasa makan ayam goreng om, mungkin aja gak cocok buat kaka aku)" ucap Galih.


"Emang tempe sama tahu bisa bikin orang pingsan" tanya Martin pada ketiga anak buah nya.


"Mungkin saja perut mereka gak cocok makan tahu sama tempe bos, kan anak orang kaya" ucap bos preman.


"Emang bisa gitu ya" ucap Martin.


"Bisa jadi bos" ucap bos preman.


Orang-orang dewasa itu di buat bodoh oleh keempat bocah kecil itu, percaya-percaya saja apa yang di katakan oleh keempat bocah kecil.


"Om lus imana don, ni eman ita ga anun-anun(om terus gimana dong, nih teman kita gak bangun-bangun)" tanya Iqbal.


"Di kasih minyak angin saja, nanti juga sadar kok" ucap Martin.


"Sana kalian ambil minyak anginnya" ucap Martin pada ketiga anak buahnya.


Tak lama kemudian Martin juga ikut keluar, membiarkan pintu kamar itu terbuka.


"Alah yo anun om tentulit uda ga ada, Ita aabul(Galah ayo bangun om penculik udah gak ada, kita kabur)" ucap Galih.


"Apa ita ga atan etauan Alih(apa kita gak akan ketahuan Galih)" tanya Kifli.


"Eldoa aja ga ya, yo(berdoa aja gak ya, ayo)" ajak Galih pada ketiga sohibnya.


Keempat bocah kecil itu berjalan pelan dari dalam kamar itu, melihat suasana dalam rumah di rasa sepi gak ada siapa-siapa, mereka berjalan keluar menuju pintu utama yang tertutup itu.


"Sut elan-elan alan ya(syut pelan-pelan jalan nya)" ucap Galah menaruh jari telunjuknya di bibir mungilnya.


Galih membuka pintu dengan pelan, Alhamdulillah nya pintu gak di kunci jadi mereka dengan mudah keluar.


Keempat bocah kecil itu keluar dari dalam rumah, berlari kecil ke arah pintu gerbang, sedangkan di dalam sana Martin dan para preman baru saja akan masuk ke dalam kamar, tapi kedua mata Martin melihat ke arah jendela kaca.


"Itu mereka kabur ayo kejar mereka" ucap Martin, membuat ketiga anak buahnya melihat ke arah jendela dan benar saja keempat bocah kecil itu sedang berlari ke arah pintu gerbang.


Dengan cepat Martin dan ketiga anak buahnya berlari keluar mengejar keempat bocah kecil itu.


"Hey berhenti jangan kabur kalian" ucap Martin.


Keempat bocah kecil itu melihat kearah belakang.


"Wa eleta edal ita, yo epat (wah mereka ngejar kita, ayo cepat)" ucap Galih.


Galah membuka pintu gerbang dengan cepat dan berhasil di buka, Galah, Galih dan Iqbal keluar dengan cepat tapi Kifli yang berada di belakang, dengan cepat di tangkap oleh bos preman.


"Ipli(Kifli)" panggil Galih, Galah dan Iqbal, melihat Kifli sahabat mereka di tangkap oleh penculik.


"Hey om tentulit epasin eman ita(hey om penculik lepasin teman kita)" ucap Galih dengan marah.


"Kami gak akan lepasin teman kalian, sebelum kalian balik ke dalam" ucap Martin, membuat ketiga bocah yang berada di luar gerbang saling pandang.


"Diana don asian Ipli(gimana dong kasian Kifli)" ucap Galah.


"Epasin atu om(lepasin aku om)" ucap Kifli memberontak.


"Diam kamu, mau saya masukin ke kandang buaya" ucap Martin, membuat Kifli ketakutan dan diam melihat ketiga sohibnya.


"Bagaimana kalian mau ikut masuk ke dalam. atau teman kalian akan saya masukin ke kandang buaya" ancam Martin pada ketiga bocah kecil di luar gerbang.


Belum sempat ketiganya menjawab, Galah melihat mobil sang papi dati kejauhan.


"Tu tan obil api(itu kan mobil papi)" ucap Galih dan bertepatan mobil itu berhenti di dekat ketiga bocah kecil itu.


Dan tak lama kemudian juga sampai mobil kakek Nicko.


"Api, ucel(papi, uncle)" ucap si kembar.


"Boy, kalian tidak apa-apa kan" tanya Gilang kuatir.


"Ita ga apa pi, api Ipli di antap om tentulit tu(kita gak papa pi, tapi Kifli di tangkap om penculik tuh)" ucap Galah menunjuk ke dalam gerbang.


Tak lama kemudian Tio dan juga Jovian turun dari mobil, juga dengan kakek Reza dan kakek Nick.


"Akek(kakek)" panggil si kembar dan langsung memeluk kakek mereka.


"Bos gawat tuan Nicko dan Tuan Reza datang bos" ucap bos preman.


"Itu bagus" ucap Martin.


Semuanya melihat ke arah Martin dan para anak buahnya itu, termaksud Brian yang terlihat sangat geram dengan kelakuan mereka.


"Lepaskan anak itu" ucap Kakek Nick.


"Lepas, serahkan dulu gadis itu pada saya" ucap Martin.


Membuat kakek Nick, kakek Reza mengernyit kening heran mendengar apa kata pria itu, entah gadis siapa yang ia maksud.


"Gadis siapa?" tanya Nicko heran.


Next....


Jangan lupa Like, Komen sama Vote...