Jovian & Maura

Jovian & Maura
Makan Malam Di Rumah Laura



Mobil yang membawa Tio dan kedua orang tuanya tiba di rumah besar milik keluarga pak Faisal, ibu Tio dan bapak melihat rumah besar yang ada di depan mereka, rasa nya tak pantas mereka dapat undangan dari orang kaya seperti pak Faisal dan bu Ayu.


"Bapa, ibu ayo turun" ucap ajak Tio.


Bapak dan ibu pun turun dari dalam mobil, terlihat Laura dan kedua orang tuanya keluar menyambut kedatangan keluarga Tio.


"Assalamualaikum,," ucap Tio dan kedua orang tuanya.


"Waalaikumsalam,, mari pak, bu silahkan masuk, nak Tio" sapa pak Faisal menyambut kedatangan keluarga Tio dengan sopan.


"Bu Ayu" sapa ibu Tio.


"Ibu ayo masuk bu" ajak Bu Ayu berpelukan dengan ibu Tio, begitu pun dengan pak Faisal yang berpelukan dengan bapak Tio.


"Nak Tio ayo masuk" ajak pak Faisal.


"Iya pak Faisal" ucap Tio tersenyum.


Semuanya masuk ke dalam, Laura menyalami punggung tangan kedua orang tua Tio juga.


"Silahkan duduk pak, bu nak Tio" ucap pak Faisal dan pak Faisal.


"Terimakasih" ucap ibu dan bapak Tio.


Mereka duduk di ruang tamu, kedua keluarga itu terlihat mengobrol dengan akrap, terlebih pak Faisal dengan bapak Tio, dan bu Ayu dengan ibu Tio.


Sedangkan Tio dan Laura terlihat saling mencuri pandang, sesekali keduanya tersenyum di saat saling tatap.


Tak lama kemudian bi Yati datang memberitahu pada sang majikan, kalau makan malam sudah siap, bi Yati juga sudah bekerja di rumah Laura karena gadis itu yang mengajak bi Yati ke rumah besar mereka, mengingat budi bi Yati yang sudah menjaga Laura di apartemen duku. Pak Faisal dan mama Ayu pun mengajak semuanya untuk makan malam.


Semuanya pergi ke meja makan, semua menu masakan ada di sana, dan hidangan yang tersiap juga hidangan yang sangat enak dan lezat.


"Pak, bu, nak Tio silahkan duduk, jangan sungkan anggap aja rumah sendiri" ucap mama Ayu dan pak Faisal.


Mama Ayu duduk di dekat pak Faisal, sedangkan ibu Tio duduk di dekat bapak Tio, sedangkan Laura duduk berdekatan dengan Tio.


"Ayo melayani diri masing-masing jangan malu-malu ya" ucap pak Faisal.


Semuanya pun melayani diri masing-masing, pak Faisal melihat mereka semua sambil tersenyum, rasanya bahagia bisa mengenal keluarga Tio.


Pak Faisal dan istrinya tak membedakan kasta mereka dengan keluarga Tio yang hanya berasal dari keluarga susu, karena mama Ayu dan papa Faisal juga pernah merasakan hidup susah sewaktu tinggal di desa.


Dan mereka tidak keberatan kalau putri mereka dekat dengan Tio, yang mereka kenal anaknya baik dan sopan, bahkan kedua orang tua Laura berharap Tio cepat menikahi putri mereka.


"Ayo bu, pak, nak Tio tambah lagi, jangan malu-malu masi ada banyak menu tuh yang masi utuh" ucap mama Ayu.


"Iya bu Ayu" ucap Ibu Tio.


"Ra tawarin dong nak Tio mau apa" ucap mama Ayu menggoda sang putri.


"Kak, mau ini aku ambilkan ya" ucap Laura malu-malu.


"Boleh" ucap Tio sambil tersenyum.


Membuat keempat orang tua itu tertawa melihat tingkah dua anak muda itu, Laura pun mengambilkan ikan bakar untuk Tio.


"Udah ucup gini" ucap Tio.


"Nanti perut aku bisa buncit kalau semua di Taru di piring aku" ucap Tio, membuat Laura tersenyum malu.


Sedangkan keempat orang tua mereka hanya tersenyum melihat tingkah Tio dan Laura yang bisik-bisikan tapi masi bisa mereka dengar.


Selesai makan malam, mereka semua kembali lagi ke ruang tamu, melanjutkan obrolan mereka, terlihat Tio juga mengobrol bersama Laura.


☘☘☘☘


Di kediaman Jovian dan Maura, menu makan malam sudah tertata rapi di atas meja, hanya saja pemilik rumah belum juga menampakan batang hidung mereka.


Bibi melihat Jovian dan Maura sedang menuruni tangga, bibi pun langsung mendekat mereka.


"Permisi Pak, bu makan malam sudah siap" ucap bibi.


"Iya bi, mami sama papi udah ada" tanya Maura.


"Belum juga bu, kayanya masi di kamar tamu" ucap bibi.


"Ya sudah bibi kembali aja ke dapur" ucap Muara.


"Sayang kita panggilkan papi sama mami yuk" ajak Maura.


Pasangan suami istri itu berjalan ke arah pintu kamar tamu, lalu Jovian mengetuk pintu itu.


Tokk...


Tokkk...


"Mi, pi makan malam sudah siap keluar yuk" ucap Jovian dari balik pintu.


Tokk...


Tokkk...


"Mami, papi makan malam yuk" ucap Jo lagi, tapi tak mendapat sahutan dari dalam.


"Sayang kaya nya mami sama papi lagi tidur deh, gak nyaut di panggil" ucap Jovian.


"Coba lagi aja, siapa tau gak dengar yank" ucap Maura.


"Pi, mi makan malam yuk" ucap Jovian lagi.


Clekkk...


Pintu kamar terbuka, muncullah papi Joshua membat Jovian dan Maura saling pandang.


"Pi, mami mana?" tanya Jovian.


"Syuttt,,, mami kamu lagi tidur" ucap papi Joshua me melangkan suara.


"Tidur, emang papi sama mami udah baikan" tanya Jo.


"Iya, papi sama mami udah baikan" ucap papi Joshua.


"Terus makan malam gimana dong" ucap Jo.


"Kalian makan duluan saja, biar nanti papi sama mami nyusul" ucap papi Joshua.


"Ya udah deh, ayo sayang" ajak Jovian.


Papi Joshua menutup kembali pintu kamar, sedangkan Jo dan sang istri berjalan ke arah meja makan.


"Sayang kita gak papa makan duluan" tanya Maura.


"Iya sayang" ucap Jovian.


Maura mengambilkan menu makan malam untuk sang suami, lalu mengambilkan untuknya. Kedua pasangan suami istri itu pun makan malam bersama.


Sementara itu di dalam kamar mami Ranti membuka kedua matanya, dan melihat hari sudah gelap.


Mami Ranti melihat sang suami yang sedang duduk di sofa tak jauh dari ranjang, papi Joshua melihat sang istri sambil tersenyum membuat mami Ranti membuang muka.


"Mi, masih marah ya" ucap papi Joshua.


"Gak usah pegang-pegang pi" ucap mami Ranti.


"Udah dong marahnya sayang, gak kasian apa sama papi" ucap papi Joshua memasang wajah sedih.


"Papi tuh cari kesempatan dalam kesempitan tau gak" ucap mami Ranti.


"Hehehe maafin papi ya ya mi" ucap papi Joshua.


Mami Ranti hanya diam saja, tak menangapi omongan sang sumi yang sedari tadi terus saja berusaha membujuknya.


"Mi, udah dong ngambeknya" ucap papi Joshua juga.


"Mi ya mi" ucap papi Joshua tak menyerah membujuk.


Hampir satu jam papi Joshua membujuk mami Ranti, dan akhirnya berhasil mami Ranti akhirnya luluh juga oleh bujukan maut papi Joshua, tak lama kemudian keduanya keluar kamar untuk makan malam, sedangkan Jo dan sang istri sudah selesai makan malam dan saat ini sedang menonton TV.


Next....


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys...