Jovian & Maura

Jovian & Maura
Mampir Di Kantor



Mobil yang di kendarai oleh Jovian meninggalkan rumah sakit tempat mereka mengecek kehamilan Maura.


Senyum tak lepas dari kedua pasangan suami, istri itu, karena saat ini keduanya akan segera menjadi orang tua.


"Sayang makasih ya" ucap Jovian.


"Makasih untuk apa sayang" tanya Maura bingung.


"Makasih karena kamu udah mau mengandung anak kita" ucap Jovian mencium punggung tangan sang istri dengan lembut.


"Iya sayang, aku senang kok" ucap Maura mengusap perut ratanya dengan sebelah tangannya.


"Sayang kita harus minta mommy, sama daddy dan mami sama papi makan malam di rumah entar malam, biar kita bisa ngasi tau ke mereka tentang kehamilan anak kita" ucap Maura.


"Iya sayang, tapi aku gak mau cuma orang tua kita, aku mau ngundang Gilang sama keluarga nya juga sama om Nicko dan tante Nisa" ucap Jovian.


"Iya ya akan lebih seru nanti, sayang undang Laura dan Tio juga ya" ucap Maura.


"Siap istri ku sayang" ucap Jovian.


Kedua pasangan suami dan istri itu gak sabar ingin mengabarkan tentang kehamilan anak mereka, pada semua saudara mereka.


"Sayang kita mampir di kantor sebentar ya" ucap Jo.


"Iya tapi jangan lama-lama ya, aku mau pengen cepat pulang" ucap Maura.


"Siap istri ku" ucap Jovian.


Mobil melaju menuju kantor Wiratmaja, Jo akan mampir memeriksa beberapa laporan lalu pulang mengikuti permintaan sang istri yang sedang hamil.


Mobil tiba di lobby kantor, Jo membukakan pintu untuk sang istri dan menuntun sang istri keluar dengan pelan.


Beberapa karyawan yang berlalu-lalang menyapa pasangan suami dan istri itu dengan hormat. Jo dan Maura menaiki lift menuju lantai atas, di mana ruangan sang Suami berada.


☘☘☘☘


Terlihat Laura sedang bersiap-siap, siang ini ia akan di jemput oleh Tio untuk makan siang bersama para sahabat Tio, Brian mengajak semua sahabatnya untuk makan siang bersama di kafe miliknya, dan Tio akan mengajak gadisnya karena nanti juga akan ada Sheila.


Laura memili baju-baju yang coco buat ia kenakan nanti, gadis itu terlihat bingung.


"Apa aku minta bantuan mama aja ya" ucap Laura seorang diri.


"Aku minta bantuan mama aja deh" ucap Laura berlalu keluar dari dalam kamar, turun ke lantai bawa untuk mencari keberadaan sang mama.


"Bi Yati liat mama gak" tanya Laura melihat bi Yati sedang bersi-bersi di ruang tengah.


"Kayanya di taman belakang deh non" ucap bi Yati.


"Ya udah makasih ya bi" ucap Laura pergi ke halaman belakang mencari keberadaan sang mama.


"Ma, mama lagi apa, aku cariin juga" ucap Laura melihat sang mama sedang merangkai bunga di halaman belakang.


"Ini mama lagi rangkai bunga, ada apa sayang kamu cari mama" tanya mama Ayu.


"Bantuin aku dong ma, jam 11 nanti kak Tio mau jemput mau ngajak makan siang di luar sama teman-temannya" ucap Laura.


"Terus mama harus bantuin apa dong" tanya mama Ayu.


"Piliin baju yang cocok buat aku dong ma" ucap Laura.


"Ya sudah tunggu bentar mama cuci tangan dulu ya" ucap mama Ayu.


Setelah itu mama Ayu dan sang putri masuk dan pergi ke kamar sang putri yang ada di lantai dua, mama Ayu melihat baju berserah kan di atas tempat tidur.


"Astaga Laura, ini kamar apa kapal pecah sih" ucap mama Ayu.


"Hehehe maaf ma, habis Laura bingung mili bajunya jadi aku keluarin semua deh dari lemari" ucap Laura.


"Kamu ini ya" ucap mama Ayu.


Pandangan mama Ayu jatuh pada on set yang terlihat simpel tapi elegan bila di kenakan oleh Laura, mama Ayu mengambil on set berwarna abu itu dan meminta Laura untuk mencobanya.


"On set ma, serius?" tanya Laura.


"Udah jangan banyak tanya deh, coba aja dulu" ucap mama Ayu.


Laura pun mencoba on set yang di berikan sang mama, lalu melihat penampilannya di kaca.


"Cantik sayang, pakai ini aja" ucap mama Ayu.


"Iya ma, aku pakai ini aja" ucap Laura dan mulai bersiap-siap.


☘☘☘☘


Brian dan Tio masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka ke lantai bawa, kedua pria tampan itu akan pergi menjemput gadis mereka masing-masing.


Brian akan menjemput Sheila, dan Tio akan menjemput Laura, mereka berpisah di lobby kantor karena masuk mobil masing-masing.


Tio juga sudah membeli mobil baru, ya biarpun harus nyicil tapi pria itu sangat bersyukur sudah memiliki kendaraan sendiri, ya biarpun tak semewah mobil sang bos tapi itu sangat berharga buat Tio.


"Nanti ketemu di kafe ya" ucap Brian membuka jendela mobilnya.


"Oke sip" ucap Tio, juga membuka jendela mobilnya.


Mobil Tio dan Brian berpisah di perempatan jalan, mobil Tio menuju ke kediaman sang gadis Laura, sedangkan Brian ke kampus Sheila.


Mobil honda Jazz berwarna puti memasuki gerbang rumah Laura, setelah pak satpam mem bukakan pintu gerbang.


"Den Tio, mau jemput neng Laura ya" tanya Bi Yati.


"Iya bi, Laura nya udah siap belum" tanya Tio.


"Udah kok den, ayo masuk biar bibi panggilkan" ucap bi Yati.


"Iya bi Yati, makasih ya bi" ucap Tio.


Tak lama kemudian Laura turun bersama mama Ayu, Tio melihat Laura cukup lama lalu sadar akan deheman mama Ayu.


"Udah tatap-tatap nya, tuh cacing-cacing di perut udah pada demo minta di isi" ucap mama Ayu.


"Iihh, mama" ucap Laura.


"Kenapa" tanya mama Ayu.


"Udah ayo kita pergi kak, ma kita pamit ya" ucap Laura mencium punggung tangan sang mama, lalu di susul oleh Tio.


"Hati-hati ya kalian" ucap mama Ayu.


"Iya tante" ucap Tio.


Tio dan Laura berjalan keluar, Tio membukakan pintu mobil untuk Laura, lalu ia memutari mobil dan duduk di kursi kemudi, mobil kembali keluar dari pintu gerbang itu.


30 menit kemudian mobil Tio tiba di kafe milik sang bos, Tio melihat mobil Raffa dan yang lain sudah terparkir di sana, hanya mobil sang bos yang belum ada.


Tio membukakan pintu untuk sang gadis, lalu mereka melangkah masuk ke dalam, Tio dan Laura melihat salah satu meja yang sudah di siapkan untuk mereka, dan di sana ada Raffa, Rasya dan Ilham yang menunggu kedatangan mereka.


"Hay Bro, si Brian mana" tanya Rasya melihat Tio yang datang bersama sang gadis.


"Lagi jemput gadisnya" ucap Tio.


"Jadi kita yang gak punya pasangan yang nunggu duluan" ucap Raffa.


"Makanya cepat cari cewek men" ucap Ilham.


Mereka mengobrol sambil menunggu kedatangan sohib mereka yang sedang menjemput sang kekasih, ya itu Brian.


Next...


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya....