Jovian & Maura

Jovian & Maura
7 Bulanan 2



Selesai doa syukuran 7 bulanan, semuanya di persilakan untuk menyantap menu yang sudah di siapa kan di atas meja.


Terlihat keempat bocah kecil itu sudah terlebih dahulu meminta makan, karena perut mereka sudah meronta minta di isi.


"Boy, kalian sudah makan?" tanya papi Gilang.


"Ia pi, atanan ya enat anet, ia tan ais(iya pi, makanannya enak banget iya, iya kan guys)" tanya Galih pada ketiga sohibnya.


"Ia enat anet(iya enak banget)" ucap Galah juga.


"Ucel(uncle)" panggi si kembar.


"Hey udah makan kalian?" tanya uncle Marvel.


"Ia don ucel(iya dong uncle)" ucap Galah melahap makanannya.


"Ai tata antit(hay kaka cantik)" sapa si kembar pada Adelia.


"Hay juga" sapa Adelia juga.


Terlihat Tio sedang mengambilkan sesuatu untuk sang istri.


"Sayang kamu tunggu di sini ya" ucap Tio.


"Iya sayang" ucap Laura.


Tio pergi mengambil kue yang di minta oleh sang istri, Tio juga mengambilkan minuman tampa soda buat sang istri yang saat ini sedang hamil.


"Ini sayang" ucap Tio meletakan Pring kuenya di atas meja.


"Makasih yah kak" ucap Laura.


"Iya sama-sama, mau di suapin gak?" tanya Tio.


"Gak usah kak aku sendiri aja, malu banyak orang" ucap Laura.


Laura pun memakan kue yang di ambilkan oleh sang suami, sedangkan Tio duduk di dekat sang istri.


"Om Io(om Tio)" panggil Galih.


"Hey Galih, kembaran kamu mana?" tanya om Tio.


"Tu agi atan om, ama abat ita(tuh lagi makan om, sama sahabat kita)" ucap Galih menunjuk ke arah ketiga sohibnya.


"Terus kamu kok di sini sih?" tanya kak Tio.


"Hehe atu enen iat elut tat ula om(hehehe aku pengen liat perut kak Laura om)" ucap Galih sambil terkekeh.


"Kamu ini bisa aja" ucap om Tio.


"Perut kak Laura gak sebesar perut aunty Maura dan mami kamu" ucap Tio.


"Ga apa om, atu enen iat aja(gak papa om, aku pengen liat aja)" ucap Galih.


"Kamu ini lucu banget sih" ucap Laura.


"Maaci tat(makasih kak)" ucap Galih.


Jovian sedang membantu sang istri duduk di salah satu sofa, tinggal 2 bulan lagi Maura dan Jovian akan menyambut kelahiran bayi pertama mereka.


Jovian selalu siap siaga menemani sang istri yang saat ini tengah hamil besar.


"Mas tolong ambilkan air puti ya" ucap Maura.


"Iya sayang, kamu tunggu bentar ya" ucap Jovian pergi mengambil air untuk sang istri.


"Kak Maura" panggil Adelia yang mendekati Maura.


"Hey dek, Marvel mana?" tanya Maura.


"Tuh lagi ngobrol sama kak Brian, dan kak Raffa kak" ucap Adel menunjuk ke salah satu meja.


"Gak lama lagi beby akan lahir ya kak" ucap Adelia.


"Ia dek, kaka juga gak sabar" ucap Maura mengusap perut besarnya.


"Sayang ini air nya" ucap Jovian.


"Makasih ya mas" ucap Maura mengambil gelas yang di pegang oleh sang suami.


Jivian melihat wajah gadis yang duduk di dekat sang istri, Jovian seperti tak asing dengan wajah itu. Tapi ia lupa kalau pernah melihat Adelia di mana.


"Sayang" panggil mommy Nara.


"Sayang, udah makan?" tanya mommy Nara pada Adelia.


"Udah kok tante" ucap Adelia tersenyum manis.


Daddy Nicko dan mom Nisa duduk di dekat eyang Tani dan kakek Erlangga, meskipun sudah berambut putih tapi keduanya masih terlihat gaga.


"Eyan uyut, akek uyut(eyang buyut, kakek buyut)" panggil si kembar.


"Heh cucu eyang" ucap mommy Nisa.


"Udah makan belum?" tanya kakek Nicko.


"Uda don ke ita atan ajat anet ia tan ais(udah dong kek kita makan banyak iya kan guys)" ucap Galih.


"Ia akek ita da atan(iya kem kita udah makan)" ucap Iqbal.


Kakek Nicko mengusap kelapa kedua bocah kecil itu dengan sayang, Iqbal dan Kifli selalu bersama si kembar setiap saat, menjadi teman si kembar.


"Beb udah gak acaranya, kita balik aja yuk aku bosan di sini" ucap Melodi.


"Dikit lagi, gak enak sama yang lain" ucap Raffa.


"Tapi aku udah bosen duduk terus di sini tau" ucap Melodi.


Raffa menghela nafasnya panjang, entah kenapa setiap hari ia semakin gak suka dengan kelakuan Melodi.


"Gak papa bro, kalau mau duluan lagian kasian pacar loh" ucap Brian melihat Raffa.


Pandangan Raffa lalu tertuju, pada Sheila dan Adelia yang bergabung dengan yang lain, andai saja Melodi orang nya seperti itu pasti Raffa akan sangat senang.


"Ya udah gue cabut dulu ya, sampai aja sama Marvel, gak enak ganggu mereka lagi rame gitu" ucap Raffa menunjuk ke arah Marvel.


"Oke nanti gue sampein loh tenang aja ya" ucap Brian menepuk punggung sang sahabat.


"Ayo" ajak Raffa.


Dan dengan gak tau dirinya Melodi memeluk lengan Raffa dengan erat keluar dari rumah Maura dan Jovian.


Brian menatap punggung sang sahabat sampai hilang di balik pintu utama.


"Gue harap loh masi bisa bertemu dengan gadis kecil loh bro" ucap Brian.


Lalu Brian kembali bergabung dengan yang lain, Brian melihat si kembar sedang bermanja pada daddy Nicko dan mommy Nisa.


"Itu kan mommy sama daddy nya uncle" ucap Brian tiba-tiba datang.


"Yee ini uga eyan ama akek ita ucel(yee ini juga eyang sama kakek kita uncle)" ucap Galih memeluk sang eyang.


"Boy kau masi iri saja sama keponakan mu" ucap eyang Tania.


"Mereka selalu ngebuli aku eyang" ucap Brian memeluk sang eyang.


"Eyan uyut anan au elit ucel(eyang buyut jangan mau peluk uncle)" ucap Galih.


"Kenapa sayang" tanya Eyang Tania.


"Ucel olan ya alas(uncle orang nya malas)" ucap Galih, membuat uncle Brian melihat kedua ponakan nya kaget.


Sedangkan yang lain di sana tertawa melihat uncle Brian dan si kembar yang jarang akur, akur kalau ada maunya saja mereka.


Jovian sedang membantu sang istri mengambilkan menu makanan sang istri.


"Sayang mau ini gak?" tanya Jovian menunjuk salah satu lauk.


"Boleh sayang, tapi dikit aja ya" ucap Maura.


Lalu Jovain mendekati sang istri dengan membawa Pring berisi makanan Maura, Jovian langsung menyuapi sang istri seperti biasa ia lakukan.


"Enak gak" tanya Jovian.


"Enak banget mas, apa lagi di suapin sama mas" ucap Maura.


"Aa, buka mulut lagi" ucap Jovian.


"Makan yang banyak ya nak, papa sama mama gak sabar pengen gendong kamu" ucap Jovian bercerita dengan perut besar sang istri.


Next...


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys....