
Malam semakin larut, Tio kembali mengantar sang gadis pulang ke rumah. Saat ini keduanya berada di dalam mobil dalam perjalanan pulang.
Senyum Laura tak pernah hilang dati bibir manisnya, apa lagi mengingat Tio tadi pada saat melamar nya.
"Sampai rumah langsung istirahat ya" ucap Tio
"Iya kak" jawab Laura.
Mobil Tio memasuki gerbang rumah Laura, Tio mengantar Laura sampai ke dalam rumah, Tio juga sempat bertemu dengan kedua orang tua Laura, kemudian Tio pamit pulang.
Tio dan kedua orang tua juga sudah pindah ke rumah baru mereka tadi sore, mobil Tio memasuki gerbang rumah mereka, Tio turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam.
"Nak kamu baru pulang, gimana acaranya lancar gak?" tanya ibu Tio.
"Alhamdulillah bu, lancar" ucap Tio sambil tersenyum.
"Berati Laura udah nerima lamaran kamu" tanya Ibu.
"Iya bu, kok ibu belum tidur sih" tanya Tio.
"Ibu lagi nungguin kamu nak" ucap Ibu.
"Bapak udah tidur bu" tanya Tio.
"Iya nak, bapak kamu udah tidur dari tadi" ucap ibu Tio.
Tio mengajak ibunya untuk duduk di sofa, ibu Tio mengusap lengan sang putra dengan sayang.
Tio mengobrol perihal lamarannya nanti pada kedua orang tua Laura, dan Ibu memberi saran untuk melamar Laura pada ke dua orang tuanya di percepat lebih bagus.
"Iya bu nanti Tio kasi tau Laura juga bu" ucap Tio.
"Iya nak, sekarang kamu istirahat udah malam" ucap ibu Tio.
"Iya ibu juga ya istirahat" ucap Tio.
"Iya nak" ucap ibu.
Tio pergi ke kamarnya yang ada di lantai dua, ibu melihat punggung sang putra dengan sayang, lalu ibu masuk ke dalam kamar.
☘☘☘☘
Jam sudah menunjukan pukul 2 dini hari, Maura terlihat menggeliat ke sana, kemari membuat Jovian yang ada di dekat nya membuka kedua matanya.
"Sayang ada apa?" tanya Jovian.
"Kak, aku laper" ucap Maura.
"Ayo kita liat di dapur sayang" ajak Jovian.
Maura pun bangun dengan pelan, lalu turun dari atas ranjang dan keluar dari kamar bersama sang suami.
Pasangan suami dan istri itu turun ke lantai bawa, Jovian menyalakan lampu yang ada di ruang makan, Jovian meminta sang istri untuk duduk di kursi meja makan.
"Sayang kamu duduk di sini ya, biar aku yang liat makanan di kulkas" ucap Jovian.
"Iya sayang" ucap Maura.
Jovian berjalan ke arah kulkas dan membuka nya, Jo melihat hanya ada ikan dan sayur yang sudah masak tapi nanti bisa di panaskan.
"Sayang cuma ada ikan sama sayur, aku panasin dulu ya" ucap Jovian.
"Tapi aku gak suka ikan kak, pengen mual" ucap Maura.
Jovian melihat isi kulkas yang lain, ternyata ada telur Jo pun menawarkan telur saja.
"Mau aku bikinin telur dadar gak?" tanya Jovian.
"Boleh, tapi kecapnya di banyakin ya" ucap Maura.
"Iya sayang" ucap Jovian.
Jovian mengambil dua butir telur dan memecahkannya di dalam mangkuk, lalu Jo menyalakan kompor gas, Jo mengambil taflon yang ada di dalam lemari perkakas dan mulai memasak.
"Nak, liat papa kamu, rela membuatkan makanan untuk kita" ucap Maura.
Tak lama kemudian telur dadar kecap buatan Jovian masak, Jo meletakan di depan sang istri.
"Harum banget" ucap Maura.
"Semoga kalian suka ya" ucap Jovian.
Maura pun mulai memakan telurnya mengunakan garfu, Jovian melihat itu tersenyum, sambil sesekali mengusap bekas kecap yang terdapat di sudah bibir sang istri.
Kalau sudah larut malam begini Jovian dan Maura tidak enak membangunkan para art, kecuali kalau memang sangat panik saja.
Maura menghabiskan telur buatan sang suami, telurnya terasa enak di lidah ibu hamil itu, bahkan Maura meminta sang suami pagi nanti minta di buatkan lagi.
"Udah" tanya Jovian.
"Iya kak, telurnya enak" ucap Maura.
"Ayo kita kembali ke kamar lagi" ajak Jovian.
Pasangan suami dan istri itu pun kembali lagi ke kamar, untuk melanjutkan istirahat karena sekarang jam masi menunjukan pukul setengah 3 hampir siang.
☘☘☘☘
Pagi harinya di kediaman Laura, Gadis cantik itu baru saja keluar dari kamar untuk sarapan bersama kedua orang tuanya. Laura turun ke lantai bawa dan langsung melangkah ke ruang makan.
"Ma, pa" sapa Laura duduk di kursi dekat sang mama.
"Sayang, kamu mau roti atau nasi goreng?" tanya mama Ayu.
"Roti aja ma, sama susu" ucap Laura.
"Sayang gimana acaranya semalam" tanya mama Ayu kepo.
"Lancar kok ma" ucap Laura malu-malu.
Sedangkan papa Faisal hanya tersenyum melihat tingkah sang putri, sedangkan mama Ayu tak henti-hentinya bertanya pada sang putri.
"Ma, pa kata kak Tio mau datang sama ibu dan bapak" ucap Laura.
"Iya sayang" ucap papa Faisal.
"Oh iya ma, papa tadi pagi dapat telpon dari polisi, katanya si Martin kabur dari penjara" ucap papa Faisal.
"Serius pa, terus giman sama si Maya" tanya mama Ayu.
"Maya masi di dalam penjara, cuma si Martin yang kabur dan saat ini sedang di buru polisi" ucap papa Faisal.
"Papa harus hati-hati, Martin pasti mau belas dendam itu" ucap mama Ayu.
"Iya ma, untuk sekarang kalian jangan keluar-keluar rumah dulu ya" ucap papa Faisal, karena ia tak mau terjadi sesuatu pada istri dan putrinya.
"Iya pa" ucap mama Ayu dan Laura.
Selesai sarapan papa Faisal pamit ke kantor, sedangkan mama Ayu dan Laura mengobrol di ruang tengah sambil menonton TV siaran gosip selebriti.
Sementara itu mobil papa Faisal melintas di jalan raya dengan kecepatan sedang, dari kaca spion pak Faisal melihat sebuah mobil yang mengikuti mobilnya.
"Mobil siapa itu, dari tadi ikutin aku terus pas keluar dari rumah" ucap pak Faisal seorang diri.
Pak Faisal memili mempercepat laju mobilnya, dan mobil yang mengikuti pak Faisal pun juga mempercepat mobilnya.
Tepat di lampu merah mobil pak Faisal berhenti, dan mobil yang mengikuti pak Faisal juga berhenti di belakang, pak Faisal tidak bisa melihat jelas si pengemudi mobil itu karena mengenakan topi hitam dan juga masker dan kaca mata.
Setelah lampu kembali hijau, pak Faisal kembali menjalan kan mobilnya dan degan cepat pak Faisal mencari jalan lain saat kendaraan sedang ramai, membuat mobil yang sedari tadi mengikuti mobil pak Faisal kehilangan jejak.
Pak Faisal pun melajukan mobilnya ke kantor, karena pak Faisal tau siapa orang yang mengikutinya dari semenjak ia keluar dari rumah nya tadi.
Next....
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya....