
Jovian terlihat sedang membuatkan susu buat sang istri, karena Maura hanya mau susu busi buatan sang suami tercinta.
"Sayang ini susunya" ucap Jovian.
"Makasih ya sayang" ucap Maura, mengambil gelas susu dari tangan sang suami dan meminumnya.
"Susu buat papa enak ya nak" ucap Maura mengelus perutnya, setelah selesai meminum susu.
Jovian tersenyum melihat sang istri, dan mengambil kembali gelas yang sudah kosong itu.
"Sayang aku pengen nasi padang" ucap Maura.
"Ya sudah aku beliin ya, kamu gak papa kan nunggu" tanya Jovian.
"Aku maunya Brian yang beliin sayang" ucap Maura.
"Brian? kamu serius sayang" tanya Jovian melihat sang istri.
"Iya" ucap Maura.
Jovian melihat jam yang sudah menunjukan pukul 9 malam, Jo merasa tak enak menganggu waktu istirahat Brian, tapi saat ini sang istri sedang ingin sesuatu.
"Aku hubungin Brian dulu ya" ucap Jovian yang mendapat anggukan dari sang istri.
Jovian menekan panggil pada kontak Brian, dan panggilan langsung terhubung.
"Hallo ada apa kak?" tanya Brian dari seberang sana.
"Yan kamu lagi ngapain?" tanya Jovian.
"Baru habis mandi, ada apa kak" tanya Brian.
"Aku boleh minta tolong gak, istri amu lagi pengen nasi padang tapi dia mau kamu yang beliin gak mau orang lain" ucap Jovian.
"Ya sudah aku ganti baju dulu ya, nanti langsung aku mampir beli aja, dan langsung di antar" ucap Brian dari seberang sana.
"Iya makasih ya Yan, maaf udah ganggu istirahat kamu" ucap Jovian tak enak hati.
"Gak papa santai aja kak" ucap Brian dan panggilan telpon pun terputus.
"Gimana sayang Brian mau kan" tanya Maura.
"Iya sayang Brian mau kok" ucap Jovian.
Jovian dang sang istri menunggu kedatangan Brian dengan membawa pesanan Maura, pasangan suami dan istri itu duduk di ruang tengah.
☘☘☘☘
Tio, ibu dan bapaknya saat ini masi mengobrol dengan serius di ruangan keluarga di kediaman mereka.
Tio mengatakan pada kedua orang tuanya, kalau ia akan segera melamar Laura, karena ia tak mau berlama-lama menunda niat baiknya untuk segera menikahi sang gadis.
"Kamu serius nak" tanya bapak Tio.
"Tio serius pak, Tio gak mau menunggu lama, Insya Allah Tio bisa menafkahi Laura" ucap Tio dengan tegas.
Ibu dan bapak Tio saling pandang, mereka melihat kesungguhan dari diri putra mereka itu, kalau sudah seperti ini Ibu dan bapak Tio hanya bisa mendukung keputusan sang putra.
"Ibu sama bapak hanya bisa mendukung keputusan kamu nak" ucap bapak Tio.
"Terimakasih pak, ibu" ucap Tio.
"Kamu sudah membicarakan ini dengan Laura nak?" tanya Ibu Tio.
"Besok Tio akan mengajak Laura makan malam di luar bu, dan akan melamar Laura" ucap Tio.
Ibu dan bapak Tio saling pandang lalu tersenyum, bapak dan ibu Tio sudah menyukai Laura gadis yang sering di ceritakan oleh sang putra sedari dulu.
"Tio pamit ke kamar dulu ya bu, pak" ucap Tio.
"Iya nak, ibu sama bapak juga mau istirahat udah mau jam 10" ucap bapak Tio.
Tio pergi masuk ke dalam kamarnya, sedangkan ibu dan bapak Tio pun juga masuk ke dalam kamar mereka. Tampa kedua orang tua Tio tau kalau sang putra sedang menyiapkan kejutan untuk mereka besok.
"Mudah-mudahan saja, semuanya berjalan lancar Ya Allah" ucap Tio.
☘☘☘☘
"Pak nasi padang nya 3 ya di bungkus" ucap Brian.
"Siap mas, tunggu sebentar ya mas" ucap Pak penjual.
Sambil menunggu pesanan nasi padang, Brian memainkan ponsel miliknya melihat sosial media miliknya.
"Brian, kamu Brian kan" tanya seorang wanita berambut pirang.
Brian melihat ke arah wanita itu, Brian tak mengenali wanita itu, tapi wanita itu terlihat mengenali Brian.
"Kamu siapa ya" tanya Brian.
"Aku Sindy teman TK kamu dulu" ucap wanita itu dengan sok akrap.
"Sindy yang dulu berantem sama Marvel kan" tanya Brian.
"Kamu masi ingat, aku pikir kamu udah lupa" ucap Sindy.
"Kamu ngapain di sini" tanya Sindy.
"Lagi nunggu pesanan" ucap Brian cuek.
Sedangkan Sindy terus mengajak Brian bicara, karena Sindy melihat gaya Brian yang sekarang sangatlah kerena, apa lagi dari gosip yang sering ia dengar dari sahabat-sahabat nya kalau Brian sekarang menjadi CEO di Wijaya Group.
Tak lama kemudian pak penjual mengatakan pesanan Brian sudah siap, Brian pun langsung membayarnya dan ingin segera pergi dari wartek itu.
"Brian tunggu" panggi Sindy lagi.
"Ada apa" tanya Brian.
"Aku boleh nebeng gak, mobil aku lagi kempes ban" ucap Sindy beralasan padahal mobilnya gak papa.
"Sorry saya lagi buru-buru" ucap Brian dang langsung masuk ke dalam mobil tampa menghiraukan wanita itu.
Mobil Brian meninggalkan area itu, sedangkan Sindy masi berdiri di sana, sambil melihat mobil mewah milik Brian berjalan semakin jauh.
"Brian-Brian sekarang loh tambah keren aja, gue harus bisa kenal dekat dengan pemilik Wijaya Group itu" ucap Sindy seorang diri sambil tersenyum.
Sedangkan di dalam mobil wajah Brian terlihat kesal, bagaimana tidak wanita tadi adalah anak kecil yang dulu mendorong Marvel sepupunya waktu masi duduk di bangku TK.
Tak lama kemudian mobil Brian memasuki gerbang rumah Jovian dan Maura, Brian memakirkan mobilnya, lalu Brian turun dari dalam mobil dan membawa tas berisi nasi padang.
Jovian yang mengetahui Brian sudah datang langsung saja membukakan pintu, dan mengajak Brian masuk.
"Kak, ini nasi padang nya" ucap Brian.
"Makasih ya Bri, kaka pengen banget makan nasi padang kamu yang beli" ucap Maura.
"Sama-sama kak, semoga kaka sehat sama calon ponakan aku" ucap Brian duduk di salah satu sofa.
"Aminn" ucap Maura dan Jovian.
Jovian menyiapkan piring dan sendok untuk sang istri, lalu Maura membuka bungkusan nasi padang nya.
"Kok belinya banyak Yan, ayo kamu makan juga" ucap Jovian.
"Buat kaka sama kak Maura aja" ucap Brian.
"Ini masi ada satu, sayang kalau gak habis nanti mubajir lagi" ucap Jovian.
Brian pun mengambil sebungkus nasi padang, karena ia juga gak suka liat makanan mubajir, di luar sana masi banyak orang-orang yang tidak makan.
Brian, Jovian dan Maura makan nasi padang nya dengan lahap, terlihat Maura makan mengunakan tangan, karena itu sangat enak buat Maura.
Selesai makan, Brian pamit pulang sedangkan Jovian dan Maura juga pergi ke kamar mereka untuk istirahat arena malam kini sudah semakin larut.
Next....
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys....