
Tio menyusun semua pekerjaan yang sudah selesai ia kerjakan, waktunya untuk menjemput sang gadis di kediamannya.
Tio bersiul keluar dari ruangannya, Tio melihat Kevin sekertaris dari sang bos juga sudah tidak ada di balik meja kerjanya, pertanda kalau Kevin sudah pergi makan siang.
Tio masuk ke dalam lift yang akan membawanya ke lantai bawa.
Ting...
Pintu lift terbuka, Tio keluar dari dalam lift berpapasan dengan karyawan yang lain, Tio masuk ke dalam mobil, sebelum menjalankan mobil Tio mengirim pesan pada sang gadis terlebih dahulu. Mobil pun keluar dari area kantor Wijaya Group.
Di sisi lain Laura tersenyum mendapatkan pesan dari Tio, Laura tersenyum sambil membalas pesan itu.
"Ekhemm,, serius banget kayak nya" ucap mama Ayu yang baru masuk ke kamar sang putri.
"Mama" ucap Laura melihat sang mama.
"Lagi bales pesan siap sih, serius banget" ucap mama Ayu.
"Dari kak Tio ma" jawab Laura malu-malu.
"Mau jemput ya" tanya mama Ayu.
"Iya ma, kak Tio mau jemput Laura mau ngajak makan siang" ucap Laura.
"Terus gak siap-siap" tanya Mama Ayu.
"Ini baru mau mandi ma, Laura mandi dulu ya ma" ucap Laura pergi masuk ke dalam kamar mandi.
"Anak itu gak berubah-berubah juga" ucap mama Ayu sambil menggeleng kepala melihat putri semata wayangnya yang sangat ceroboh.
"Ma, Mama" panggil Laura dari dalam kamar mandi.
"Ada apa sayang" tanya mama Ayu.
"Ma tolongin dong, ambilin sabun aku kelupaan yang baru beli di atas meja rias" ucap Laura mengeluarkan kepalanya dari balik pintu kamar mandi.
"Kamu tuh ya" ucap mama Ayu.
"Hehehe maaf ma" ucap Laura sambil tersenyum jahil.
"Ini cepat mandinya jangan lama-lama kasian nanti nak Tio nunggu lama sayang" ucap mama Ayu memperingati sang putri.
"Siap mama ku sayang" ucap Laura sebelum menutup pintu kamar mandi.
Laura kembali melanjutkan mandinya yang tadi sempat tertunda karena sabun nya ketinggalan di meja rias.
Mobil yang di kendarai oleh Tio memasuki pintu gerbang rumah Laura, Tio memikirkan mobilnya sebelum turun Tio merapikan penampilannya terlebih dahulu.
Tio Turin dari mobil dan langsung berjalan ke arah pintu dan menekan bel.
Ting Nong( anggap aja suara bel pintu )
Clekk...
Mama Ayu membukakan pintu, dan melihat seorang pria tampan yang sedang berdiri di depannya.
"Assalamualaikum tante" ucap Tio dan langsung menyalami punggung tangan mama Ayu.
"Waalaikumsalam nak Tio, mari silahkan masuk" ajak mama Ayu.
"Terimakasih tante" ucap Tio ikut masuk bersama mama Ayu.
"Silahkan duduk, mau minum apa biar tante minta bibi buatin" tanya mama Ayu.
"Gak usah tante Tio cuma mau minta ijin mau ngajak putri tante makan di luar" ucap Tio.
"Iya boleh, tunggu ya Laura lagi siap-siap" ucap mama Ayu.
"Iya tante" ucap Tio.
Tio dan mama Ayu mengobrol dengan akrap di riang tamu sambil menunggu Laura turun.
"Aduh Laura lama banget sih" ucap mama Ayu.
"Gak papa tante" ucap Tio.
"Gak papa gimana, nak Tio udah nunggu dari tadi loh" ucap mama Ayu.
"Bi, bibi" panggil mama Ayu pada bibi.
"Iya nya" jawab bibi yang datang mendengar sang nyonya memanggil.
"Tolong bibi panggilin Laura ya, bilangin kalau nak Tio udah nunggu dari tadi loh" ucap mama Ayu.
Tiba di lantai atas bibi melihat Laura baru saja keluar dari kamar dengan penampilan rapinya.
"Ada apa bi" tanya Laura pada bibi.
"Bibi di suruh nyonya buat manggilin non Laura, kalau nak Tio sudah menunggu di bawa" ucap bibi.
"Iya bi ini Laura juga udah mau turun kok" ucap Laura.
Bibi kembali undur diri, sedangkan Laura melihat jam di lengan kecilnya padahal ia hanya telat 7 menit tapi mama nya sudah gak sabaran.
"Ma, kaka Tio" sapa Laura tiba di lantai bawa.
"Sayang nak Tio udah nunggu dari tadi loh" ucap mama Ayu.
"Iya ma maaf" ucap Laura.
"Ya sudah sana kalian pergi makan siangnya, tapi ingat hati-hati ya" ucap mama Ayu.
"Siap tante, siap ma" jawab Tio dan Maura.
Lalu keduanya pamit pada mama Ayu. tak lupa keduanya menyalami punggung tangan mama Ayu, setelah itu Tio mengajak Laura keluar.
Laura melihat mobil mewah yang ada di depan rumahnya, Laura tau itu mobil harganya sangat mahal.
"Ra maaf ya aku jemput kamu pakai mobil bos aku Brian, soalnya aku belum ada mobi" ucap Tio terus terang.
"Gak papa kok kak, ya udah ayo kita masuk" aja Laura.
Tio membukakan pintu untuk sang gadis, Laura masuk ke dalam mobil sambil tersenyum manis, senyum manis itu membuat jantung Brian berdebar tak karuan.
"Cantik" ucap Tio dalam hati.
Tio memutari mobil, lalu langsung masuk dan duduk di kursi kemudi, Tio melihat Laura juga sudah memakai sabuk pengaman, mobil mewah itu pun keluar dari gerbang rumah Laura.
"Kita mau makan siang di mana kak" tanya Laura membuka percakapan.
"Adah deh, rahasia dong" ucap Tio mencuri pandang pad sang gadis.
"Cuma makan siang aja kok pake rahasia segala sih kak" tanya Maura.
Tio tidak menggubris ocehan dari gadis nya itu, Tio malah fokus dengan menyetir.
Tak lama kemudian mobil yang di naikin oleh Laura dan Tio tiba di depan sebuah toko roti yang tidak terlalu besar, Tio keluar terlebih dahulu lalu membukakan pintu untuk Laura.
"Ayo turun" ajak Tio.
Laura turun dan melihat tokoh roti itu, lalu melihat Tio sambil tersenyum.
"Kamu ngingetin aku aja sering ngasi kamu roti dulu" ucap Laura.
"Kamu masih ingat?" tanya Tio.
"Ingat dong, gak mungkin aku bisa lupa" ucap Laura.
"Ayo kita masuk" ajak Tio.
Laura masuk bersama Tio, Laura melihat dalam tokoh roti yang sangat bersih dan rapi, jangan lupakan aneka macam roti yang tersusun di rak-rak.
Laura melihat wanita paru baya yang sedang menyusun roti di rak sebelah, sedangkan pria paru baya sedang melayani beberapa pembeli.
"Bapak, ibu" panggil Tio.
"Nak, kamu sudah dateng" ucap Ibu.
"Iya bu" jawab Tio menyalami punggung tangan sang ibu, dan bapak bergantian begitu pun dengan Laura.
"Ibu, bapak kenalkan ini Laura gadis yang sering Tio ceritakan ke kalian" ucap Tio memperkenalkan Laura.
"Cantik, neng" ucap Ibu Tio.
"Makasih ibu" ucap Laura dengan sopan.
"Iya cantik ya bu" ucap bapak.
"Makasih bapak" ucap Laura lagi.
Tio tersenyum melihat keakraban ibu dan bapak nya dengan gadis yang ia sukai itu.
Next....
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya...