
Jovian dan sang istri baru saja pulang habis ikutan senam hamil, Maura terlihat begitu bugar setelah mengikuti senam itu.
"Sayang gimana rasanya habis ikutan senam?" tanya Jovian melihat sang istri.
"Agak enak mas, apa lagi kalau mau gerak" jawab Maura sambil mengelus perut buncit nya.
"Ayo kita masuk sayang" ajak Maura.
Jovian pun membantu sang istri masuk ke dalam rumah mereka, Bibi menyambut kepulangan majikannya dengan ramah.
"Bi, tolong buatkan jus yang biasa ya" ucap Maura.
"Baik buk" jawab Bibi, kembali ke dapur.
Sedangkan Jovian mengajak sang istri duduk di sofa yang ada di ruang tengah, sambil menunggu jus buatan bibi. Jovian mengajak beby yang ada di dalam perut sang istri mengobrol.
"Sayang beby nendang-nendang nih" ucap Jovian senang.
"Iya mas, dan rasanya geli banget" ucap Maura sambil tersenyum manis.
"Aku gak sabar deh menanti dia lahir" ucap Jovian.
"Sayang aku udah siapin nama untuk beby kita" ucap Jovian.
"Siapa mas?" tanya Maura.
"Ada deh, nanti aja kamu tau ya setelah beby lahir" ucap Jovian.
"Ih kamu tuh ya, pake rahasia in dari aku" ucap Maura.
"Iya dong" ucap Jovian mencubit hidung sang istri gemes.
"Mas kamu tuh selalu ya nyubit hidung aku" ucap Maura.
"Habis kamu gemesin sih sayang" ucap Jovian sambil terkekeh geli.
"Sayang papa nakal ya, cubit-cubit hidung mama" ucap Maura mengelus perutnya.
Jovian kembali mencium perut buncit itu beberapa kali.
☘☘☘☘
Dan di sinilah mereka sekarang, di dalam tokoh roti yang sudah memiliki banyak pelanggan, bahkan banyak yang memesan kue ulang tahun juga dari toko roti mereka.
"Bu, toko nya ramai ya" ucap Laura melihat pengunjung toko.
"Iya nak Alhamdulillah" ucap ibu sambil tersenyum.
"Ayo sini ikut ibu" ajak Ibu.
Laura mengikuti sang mertua ke salah satu ruangan, terlihat ruangan itu seperti ruangan pribadi.
"Ini ruangan suami kamu nak" ucap ibu.
"Ruangannya bagus bu" ucap Laura.
"Iya nak, Tio nanti ke sini saat ia memeriksa berkas" ucap ibu.
"Di sini juga ada kamar tempat buat istirahat" ucap ibu.
Laura masuk ke dalam kamar itu, ternyata di sana sudaha ada foto pernikahan mereka, Laura mengambil foto itu sambil tersenyum.
"Ternyata kaka nyimpan foto ini juga di sini" ucap Laura.
"Nak ibu keluar dulu ya, kamu istirahat aja dulu ya" ucap ibu dari ambang pintu.
"Iya ibu" ucap Laura.
Laura berdiri melihat-lihat seisi kamar itu, kamar kecil tapi sangat berkesan.
Pandangan Laura lalu tertuju pada sesuatu di atas meja dekat ranjang, Laura lalu mendekat dan melihat apa itu, ternyata sebuah album kecil.
Laura mengambil album itu dan membukanya, Laura melihat di sana ada banyak foto miliknya, dan foto itu adalah foto-foto yang Laura post di akun media sosial miliknya, foto-foto sebelum kejadian yang menimpa keluarga mereka.
"Ternyata kaka juga, mengambil foto-foto aku yang di Instragram" ucap Laura seorang diri.
Laura kembali meletakan buku album itu, Laura pun membaringkan badannya dengan pelan di atas ranjang itu, sambil mengusap perutnya yang mulai membuncit, Laura lalu tertidur.
Next...
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys...