Jovian & Maura

Jovian & Maura
Makan Bakso



Tio mengajak kedua orang tuanya untuk melamar Laura pada kedua orang tua Laura, bapak dan ibu Tio saat ini sudah siap menemani sang putra.


"Sudah siap nak" tanya bapak Tio.


"Siap bapak, ayo kita berangkat?" ajak Tio.


Tio dan kedua orang tuanya pun keluar dari rumah besar itu, rumah yang Tio hadiain pada kedua orang tuanya.


"Ibu kok senyum-senyum terus dari tadi" tanya bapak Tio.


"Iya pak, bentar lagi putra kita nikah, dan kita punya mantu cantik" ucap ibu tersenyum senang.


"Iya ya bu, gak nyangka" ucap bapak juga.


"Nak, kamu haru cepat kasi ibu sama bapak cucu ya" ucap ibu.


"Ibu nikah aja belum udah minta cucu aja" ucap bapak.


"Yah gak papa pak" ucap Ibu.


Sedangkan Tio yang sedang menyetir tertawa mendengar obrolan kedua orang tuanya, Tio janji akan segera memberikan cucu pada kedua orang tuanya, kalau ia dan Laura sudah sah menjadi pasangan suami dan istri.


Tak lama kemudian mobil Tio tiba di halaman rumah sang gadis, seperti biasa Tio dan kedua orang tuanya di sambut hangat oleh kedai orang tua Laura.


Apa lagi bapak Tio yang keliatan sudah sangat akrap dengan pak Faisal, begitu pun dengan mama Ayu dan ibu Tio.


Pak Faisal mempersilahkan tamunya untuk duduk, lalu mama Ayu meminta bibi Yati untuk memanggil sang putri.


Tokk...


Tokkk....


Clekk...


"Non Laura di panggil ibu sama bapak, den Tio sama kedua orang tuanya sudah datang" ucap bibi Yati.


"Ooh ia bi, bibi duluan aja ya" ucap Laura.


"Baik non, bibi permisi dulu" ucap bibi Yati kembali turun ke lantai bawa.


Laura kembali masuk dan melihat penampilannya di depan cermin, di rasa sudah pas gadis itu pun turun ke lantai bawa, dari tangga saja Laura sudah bisa mendengar obrolan mereka.


"Sayang sini, calon suami kamu udah datang ni" ucap mama Ayu.


Membuat semua yang ada di situ tersenyum, apa lagi Tio yang menatap sang gadis tak berkedip, penampilan Laura selalu membuat Tio terpesona.


"Bapak, ibu" sapa Laura sopan.


"Neng, cantik" ucap Ibu Tio.


Mama Ayu tersenyum melihat itu, ibu Tio sangat menyayangi putrinya, dan itu membaut mama Ayu bahagia.


Bapak Tio pun langsung mengutarakan niat baik kedatangan mereka, bapak Tio melamar Laura pada kedua orang tua Laura.


"Pak Faisal, kedatangan kami kemari punya niat baik, ingin melamar neng Laura untuk menjadi istri dari putra kami Tio, apa kah neng Laura bersedia?" tanya bapak Tio.


"Bagaimana sayang?" tanya pak Faisal ada sang putri.


"Iya pa, Laura mau" ucap Laura sambil tersenyum.


"Alhamdulillah,, terimakasih neng" ucap bapak Tio.


Tanggal pernikahan pun langsung di tentukan oleh kedua keluarga itu, ya itu 3 minggu lagi dan Tio dan Laura mengiyakan karena mereka memang sudah siap.


Kedua keluarga itu juga sudah sepakat untuk hanya mengundang orang terdekat dan para sahabat, juga rekan-rekan bisnis pak Faisal dan para sahabat pak Faisal juga sahabat mama Ayu.


Karena sekarang sudah masuk waktu makan malam, tuan rumah mengajak tamu nya untuk makan malam bersama, karena bibi sudah menyiapkan hidangan yang cukup banyak untuk menyambut kedatangan keluarga Tio.


☘☘☘☘


Di kediaman Jovian dan Maura, drama ibu hamil kembali di mulai lagi, terlihat Maura merengek pada sang suami untuk makan bakso isi daging.


"Makan di rumah ya" ucap Jovian.


"Gak mau aku maunya makan di tempat nya kak" ucap Maura.


"Iya tapi jangan lama-mala ya aku udah pengen banget" ucap Maura


"Iya gak lama kok" ucap Jovian beranjak mengambil kunci mobil.


"Kak lama banget sih" tanya Maura.


Padahal Jovian hanya meninggalkan sang istri 3 menit, karena melihat keadaan sang istri yang tengah hamil Jovian pun mengalah.


"Iya istri ku maaf ya, maafin papa ya nak" ucap Jovian mengusap perut sang istri.


"Ayo kita pergi kak" ajak Maura.


Untung saja waktu masi menunjukan pukul 7 malam, jadi masi banyak tukang bakso yang mangkal di jalan.


Mobil yang di kendarai oleh Jovian menyusuri jalan yang masi ramai, Maura melihat keluar jendela melihat tukang bakso kesukaannya.


"Sayang situ aja ya" ucap Maura.


"Iya sayang" ucap Jovian menepikan mobilnya.


Setelah mobil terparkir, Jovian membukakan pintu untuk sang istri, baru mendekati tempat bakso saja aroma lezatnya sudah tercium.


Aduh, ibu hamil kaya si kembar ya aroma penciumannya guys....


Jovian melihat pengunjung yang sangat banyak, dan masuk ke dalam tak ada meja kosong semuanya penuh.


"Sayang gak ada meja kosong" ucap Jovian.


"Gak papa deh kak makan di mobil aja" ucap Maura.


"Benar gak papa" tanya Jovian.


"Iya gak papa kak, tapi kaka juga makan ya" ucap Maura.


"Iya" ucap Jovian.


Jovian pun memesan bakso dua mangkuk untuk ia dan sang istri, Jo memesan yang berisi daging untuk Maura sedangkan untuknya yang biasa saja.


Pasangan sumi dan istri itu pun makan di mobil, sesekali Jovian melihat sang istri yang begitu lahap memakan bakso miliknya.


"Mau nambah lagi?" tanya Jovian.


"Udah cukup kak, aku mau salat buah aja" ucap Maura.


"Iya nanti kit mampir beli di supermarket ya" ucap Jovian uang yang mendapat anggukan kepala dari sang istri.


Selesai menghabiskan baksonya, Jovian membayar total bakso yang mereka makan, lalu kembali menjalankan mobilnya mencari supermarket untuk membeli salat, seperti permintaan sang istri.


"Mau ikut gak" tanya Jovain, saat ini mobil mereka sedang terparkir di depan supermarket.


"Iya aku ikut" ucap Maura.


Pasangan suami dan Istri itu turun dari mobil, dan tepat saat itu juga Jovian seperti mengenali seseorang yang baru saja keluar dari supermarket itu.


"Itu kan Martin, jadi benar di kabur dari penjara" ucap Jovian dalam hati.


Jovian terus melihat Martin, sampai panggilan sang istri tak ia dengar.


"Sayang kamu liatin apa sih" tanah Maura.


"Nanti aku jelasin kalau kita udah sampe rumah ya, ayo kita masuk" ajak Jovian.


Jovian dan Maura masuk ke dalam supermarket itu, Maura mengambil salat yanga ada di lemari pendingin, lalu mengajak sang suami menuju kasir.


Jo membayar salat yang di ambil oleh Maura, lalu mereka kembali masuk lagi ke dalam mobil dan mobil itu pun keluar dari area parkir supermarket.


Jovian masi memikirkan Marti yang ia liat barusan, Jovian yakin pasti Martin tidak tinggal diam ia akan membalas semuanya pada keluarga pak Faisal yang sudah menjebloskannya ke dalam penjara.


Next....


***Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya....


Mampir ke cerita kembar kembar nakal ya guys***...