Jovian & Maura

Jovian & Maura
Sangat Berharap



Papi Joshua dan mami Ranti tiba di kediaman sang putra dan sang menantu, mami Ranti turun terlebih dahulu.


"Mi, tungguin papi" ucap papi Joshua.


"Papi nanti nyusul aja" ucap mami Ranti melangkah masuk ke dalam.


Papi Joshua hanya menggeleng kepala melihat sang istri menghilang dari balik pintu utama.


"Assalamualaikum" ucap mami Ranti.


"Waalayikumsalam mi" jawab Jo dan sang istri yang sedang menonton di ruang TV.


"Mi, sendiri papi gak ikut?" tanya Jovian.


"Papi ada di depan, nanti juga nyusul" ucap mami Ranti duduk di dekat sang menantu.


"Sayang, kamu baik-baik aja kan" tanya mami Ranti serius.


"Aku baik-baik aja mi, memangnya kenapa" tanya Maura melihat sang suami.


"Gak papa kok, siapa tau aja kamu lagi gak enak badan" ucap mami Ranti sambil tersenyum.


"Aku baik kok mi, cuma pengen di dekat kak Jo ada" ucap Maura memeluk erat lengan sang suami.


"Kamu gak mual sayang" tanya mami Ranti.


"Tadi siang mual mi, nyium bau ikan bakar" ucap Maura.


Senyum terbit di bibir wanita yang sudah tak lagi muda itu, sepertinya dugaannya benar kalau sang menantu sedang ngidam.


"Mami kenapa" tanya Jo heran.


"Sayang kamu gak lagi ngidam kan" tanya mami Ranti, membuat Jo dan Maura saling pandang.


"Ngidam?" ucap Maura diam sejenak.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Jo karena hanya melihat sang istri diam.


"Gak papa kok sayang, aku memang udah telat datang bulan" ucap Maura melihat mami Ranti.


"Tuh kan, kamu harus periksa sayang" ucap mami Ranti senang.


"Mi kok papi di tinggalin sih" ucap papi Joshua yang baru saja datang.


"Habis papi lama sih" ucap mami Ranti.


Papi Joshua duduk di sofa dekat sang istri, lalu melihat putra dan menantunya bergantian.


"Kalian kenapa" tanya papi Joshua.


"Pi dugaan mami benar, menantu kita lagi ngidam" ucap mami Ranti dengan bahagia.


"Tapi kan belum tentu mi" ucap papi Joshua.


"Ihh papi ni, di bilangin gak percaya, mami kan gitu dulu waktu hamil Jo papi lupa ya" ucap mami Ranti.


"Iya sayang, papi ingat kok" ucap papi Joshua.


"Sayang, nanti ajak istri kamu ke dokter kandungan ya buat mastiin" ucap mami Ranti pada sang putra.


"Iya mi, nanti kita ke dokter" ucap Jovian.


Kalau benar sang istri saat ini sedang hamil, Jo akan sangat bahagia karena akan menjadi seorang ayah.


Mereka mengobrol cukup lama, sampai mami dan papi pamit pulang karena hari sudah sore banget.


Jovian dan Maura saat ini sedang berada di kamar, Maura tersenyum di depan cermin melihat perut ratanya.


"Kalau kamu beneran ada mama sama papa akan sangat bahagia menantikan kamu nak" ucap Maura dalam hati mengusap perut rata nya.


"Sayang, kamu gak papa kan?" tanya Jo yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Aku gak papa kok sayang, aku cuma mikir kata-kata mami aja" ucap Maura tersenyum.


"Kamu bahagia" tanya Jo.


"Bahagia banget sayang" ucap Maura dan Jovian dapat melihat kebahagiaan itu.


"Aku juga sayang, aku berharap Maura junior atau Jovian Junior tumbuh di sini" ucap Jovian mengusap perut rata sang istri.


Besok pagi jam 10 Jo akan menemani sang istri ke rumah sakit, untuk mengecek dugaan mereka.


☘☘☘☘


Brian baru saja tiba di rumah, dari ruang tengah Brian sudah di sambut dengan kata-kata sambutan oleh sang mommy.


"Sayang mana anak gadis mommy, kamu bilang mau ngajak dia ke sini" ucap mommy Nisa.


"Maaf mom, nanti kapan-kapan ya" ucap Brian membujuk sang mommy.


"Kamu ini selalu cari alasan aja" ucap mom Nisa.


"Aku janji deh, akan ngajak anak gadis mommy" ucap Brian.


"Kamu tuh selalu aja janji sama mommy, ujung-ujung nya gak nepatin" ucap mom Nisa.


Brian membujuk sang mommy yang sedang merajuk, sedangkan daddy Nicko mendengar perdebatan sang putra dan juga sang istri dari ruang TV, daddy Nicko gak heran karena mereka selalu begitu.


"Jangan marah dong mom" ucap Brian membujuk sang mommy sampai ruang TV.


"Gak mommy gak percaya lagi sama kamu" ucap mom Nisa pura-pura merajuk.


"Dad, mommy marah nih" ucap Brian.


"Dad bantuin bujuk dong" ucap Brian lagi.


"Kalian tuh sama aja" ucap mom Nisa melihat kedua pria yang ia sayangi.


"Kok daddy juga di marahin sih mom" ucap daddy Nicko.


"Iya lah, kan anak ini anak nya mas" ucap mom Nisa melirik sang putra.


"Mom, udah dong ngambek nya, besok deh aku janji akan bawa calon mantu mommy kemari" ucap Brian kembali membujuk sang mommy.


"Benar yah, awas gak" ucap mommy Nisa.


"Iya mom" ucap Brian.


Brian pamit ke kamar untuk membersihkan diri, sedangkan mom Nisa dan daddy Nicko kembali melanjutkan menonton.


☘☘☘☘


Seperti biasa seminggu sekali Tio datang berkunjung ke rumah sang gadis Laura, keduanya tidak menjalin hubungan tapi suda menetapkan hati untuk saling mengenal lebih dekat lagi. Karena Tio berencana secepatnya akan melamar gadis nya.


Tio tidak mau mengajak Laura pacaran, tapi ia berjanji akan langsung melamar Laura nanti, Laura pan tak keberatan keseriusan Tio dengan selalu datang bertamu ke rumah gadis itu.


Kedatangan Tio di sambut hangat oleh pak Faisal dan mama Ayu, Tio membawa martabak kesukaan mama Ayu dan sang putri tentunya.


"Ini tante aku bawain martabak kesukaan tante sama Laura" ucap Tio menyerahkan tas berisi martabak.


"Wah, nak Tio tau aja kalau tante lagi pengen ngemil" ucap mama Ayu tersenyum.


"Bukannya mama bilang tadi lagi diet ya" tanya papa Faisal.


"Makan dikit kan gak papa pa" ucap mama Ayu.


Papa Faisal hanya menggeleng kepala, sedangkan Tio tersenyum melihat kedua orang gua itu.


Tak lama kemudian Laura turun, rupanya gadis itu baru saja selesai membersihkan diri, terlihat dari wajahnya yang terlihat segar.


"Sayang sini, ni ada nak Tio" ucap pak Faisal.


"Kak udah lama ya" tanya Laura duduk di dekat sang mama.


"Baru kok" ucap Tio tersenyum.


"Ihh mama, kok gak bilang sih kalau ada martabak" ucap Laura.


"Hehehe maaf sayang habis martabak nya enak sih" ucap mama Ayu.


Hal itu sudah biasa di liat oleh Tio, karena Laura sudah tak terlalu malu lagi sama Tio, karena mereka semakin dekat setelah kedua orang tua mereka sudah sling kenal.


Mam Ayu dan Laura memakan martabak yang di bawakan oleh Tio, sedangkan pak Faisal sedang asik juga mengobrol masalah bisnis dengan Tio, karena setelah bekerja di Wijaya Group dan menjadi asisten pribadi Brian, Tio bisa belajar banyak hal.


Bersambung...


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys...