Jovian & Maura

Jovian & Maura
Malam Pertama



Malam pun tiba, pasangan pengantin baru itu saat ini sedang menikmati semilir angin malam yang menerpa helaian rambut Maura, Maura mengenakan gaun tidur berbahan satin membuat kulitnya yang putih terlihat cerah.


"Bintang nya indah ya" ucap Jovian.


"Iya, malam ini langit nya cerah, bintang-bintang juga indah" ucap Maura sambil melihat ke atas sana.


"Seindah kamu" ucap Jovian melihat sang istri penuh cinta.


Mendengar perkataan sang suami Maura pun melihat ke arah Jovian yang sedang tersenyum melihatnya.


"Kok liatin aku gitu" tanya Maura.


"Kenapa aku gak boleh ya liat istri cantik aku" ucap Jovian.


Bukannya menjawab Maura malahan memeluk sang suami dengan manja, membuat Jovian dengan senang hati membalas pelukan sang istri.


"Masuk yuk anginnya kencang banget nanti masuk angin" ajak Jovian melihat sang istri.


"Iya" jawab Maura.


Jovian membawa sang istri masuk ke dalam kamar mereka, Jo tidak lupa menutup pintu balkon kamar mereka. Sedangkan Maura duduk di meja rias untuk memakai krim malam miliknya.


Jovian melihat sang istri yang sedang memakaikan krim di wajahnya, Jo mendekati sang istri dan memegang kedua pundak Maura dari belakang dan melihat wajah sang istri dari kaca.


"Memangnya harus ya pake krim" tanya Jovian.


"Iya itu kan perawatan wajah aku" ucap Maura.


"Tapi kaya gini udah cantik kok" ucap Jovian mengelus wajah sang istri.


Saat ini posisi Jovian sedang berjongkok di depan sang istri yang sedang duduk di kursi, membuat keduanya terlihat seperti berhadapan.


Jovian memandang intens wajah sang istri, membuat Maura yang di tatap menjadi salah tingkah, dan hal itu membuat Jovian tersenyum penuh arti.


Jovian membawa sang istri duduk di tepi ranjang mereka, masi dengan Jovian yang tak henti-hentinya melihat wajah istrinya, lama kelamaan wajah Jovian semakin mendekat ke wajah sang istri, Maura yang mengerti maksud sang suami pun hanya pasrah saja karena saat ini dia sudah menjadi istri yang harus siap melayani sang suami sepenuh hati.


Skip Author masi jomblo 😁😁🙏🙏


☘☘☘☘


Keesokan paginya, sebelum pergi ke kantor Gilang sedang mengobrol bersama sang istri.


"Sayang, aku kasian banget sama gadis itu" ucap Ambar.


"Siapapun melihat gadis itu akan merasa kasian sayang" ucap Gilang.


"Kemari aku ajak dia mengobrol, kadang dia menjawab kadang diam" ucap Ambar.


"Kamu tenang aja, setelah Jovian pulang bulan madu kita akan bawa mereka ke rumah sakit" ucap Gilang.


"Iya mudah-mudahan aja kalau dia sembuh nanti akan ingat semuanya tentang dirinya" ucap Ambar.


"Iya sayang" ucap Gilang.


Tiba-tiba terdengar suara teriakan kedua bocah kembar dari arah depan, Galah sedang berteriak karena ulah sang kembaran Galih.


"Alih ebaliin ep atu(Galih kembali in tap aku)" ucap Galah dengan kesal.


"Ga au bil aja dili ini edal atu(gak mau ambil aja sendiri sini kejar aku)" ucap Galih sambil berlari dari Galah.


Galah yang melihat kedua orang tua mereka sedang duduk di ruang tengah pun mendekat dengan wajah kesal nya, membuat Ambar dan Gilang saling pandang.


"Sayang ada apa heemm" tanya Ambar dengan lembut.


"Alih atal my, ep atu di abil ama Alih di awa abul my(Galih nakal my. tap aku di ambil sama Galih di bawa kabur my)" aduh Galah.


"Ya sudah biar mami yang ambil ya, udah jangan cemberut gitu" ucap Ambar membujuk putra pertama nya.


"Sini sama papi" ucap Gilang, Galah pun menurut mendekati sang papi.


"Atu upet tini ah asti Alah ga atan emu de(aku ngumpet sini ah, pasti Galah gak akan nemu deh)" ucap Galih seorang diri.


Bocah kecil itu duduk di balik sofa besar yang ada di ruang tamu, karena badannya yang kecil membuat Galih tak kelihatan karena besarnya sofa itu.


☘☘☘☘


Seorang pria yang sudah berumur terlihat sedang marah-marah pada anak buahnya yang ia perintah untuk mencari keberadaan gadis itu.


"Cari satu gadis aja kalian gak becus, kalian bisanya apa sih" ucap pria itu dengan emosi.


"Maaf kan kami bos, kami akan berusaha untuk mencari gadis itu bos" ucap salah satu preman.


"Saya gak mau tau secepatnya kalian harus bisa bawa gadis itu ke hadapan saya, kalau gak tamat riwayat kalian" ucap pria itu lagi yang tak lain adalah Martin


"Baik bos, kami akan membawa gadis itu secepatnya" ucap salah satu preman.


"Hemm, sana kalian pergi, cari gadis itu" ucap Martin lagi.


Para preman itu pun pergi dari rumah Martin, dan tak lama kemudian Maya datang menemui suaminya yang sedang emosi saat ini, Maya menenangkan sang suami agar emosinya mereda.


"Udah jangan marah-marah terus pa" ucap Maya.


"Gimana papa gak marah ma, mereka sudah seminggu mencari gadis itu tapi gak ketemu juga" ucap Martin dengan kesal.


"Ya wajar lah gak ketemu kan gadis itu pergi nya juga udah lama" ucap Maya mengajak sang suami duduk.


"Kita harus secepatnya menemukan gadis itu, biar bisa bertemu dengan pak Erwin lagi ma" ucap Martin


"Iya pa mama juga udah gak betah tinggal di rumah kecil ini, mama pengen cepat jadi nyonya di rumah besar Faisal sama Ayu" ucap Maya.


"Iya sayang secepatnya kita akan tinggal di istana itu, tinggal menunggu gadis itu saja" ucap Martin sambil tersenyum licik.


Maya dan Martin berandai-andai bisa dengan cepat-cepat untuk menempati rumah besar peninggalan pak Faisal dan Ayu.


☘☘☘☘


Kedua pasangan pengantin baru yang masi setia dalam tidur nyenyak mereka saat ini tak terusik oleh kicauan burung-burung di luar sana, pertempuran yang terjadi semalam membuat keduanya lelah.


Dratt.. Dratt...


Getaran ponsel milik Jovian yang ada di atas nakas membuat Jovian terusik dari tidur nyenyak nya.


"Gilang" ucap Jovian melihat si pemanggil.


"Hallo, ada apa bro" tanya Jovian dengan suara khas bangun tidur.


Di seberang telpon Gilang mengernyit keningnya heran, ia tau kalau saat ini Jovian baru saja bangun tidur sedang kan jam saat ini sudah menunjukan 10 pagi.


"Loh baru bangun" tanya Gilang.


"Iya" ucap Jovian.


"Memangnya tidur jam berapa semalam" tanya Gilang.


"Jam 4 hampir siang, ya loh tau lah pengantin baru baru malam pertama lagi" ucap Jovian.


"Ck, nanti loh telpon gue lagi deh, gue mau lanjut kerja dulu takutnya nanti Maura dengar obrolan kita" ucap Gilang.


"Okr bro, nanti gue telpon loh balik" ucap Jovian lalu panggilan terputus.


Jovian melihat sang istri yang masi nyenyak dalam tidurnya tampa terusik sedikitpun, Jovian kembali memeluk sang istri lagi.


Next...


***Jangan lupa Like, Komen dan Vote ya guys....


Terimakasih...🙏🙏🙏***