Jovian & Maura

Jovian & Maura
Maura Salah Faham



Sudah 5 hari gadis itu terkurung di dalam kamar kediaman Martin dan sang istri, selama 5 hari itu juga gadis itu tidak pernah menyentuh makanan yang di bawa ke dalam kamarnya.


Seperti saat ini anak buah Martin kembali membawa nampang berisi makan siang untuk gadis itu, sedangkan Maya tak lagi mengantarkan makan itu karena sudah takut dengan gadis itu yang sering berbuat nekat.


"Ini makanan kamu" ucap anak buah Martin.


Tapi gadis itu hanya melihat pria bertubuh kekar itu sekilas, lalu kembali menunduk tampa rasa takut lagi.


"Kalau di liat-liat kamu cantik juga, kamu mau gak jadi simpanan saya kalau bos Martin sudah mengusir kamu" tanya preman itu.


"Keluar kamu dari sini" teriak gadis itu.


"Udah lah gak usah sok jual mahal, gak ada laki-laki yang mau sama perempuan gila seperti kamu" ucap preman itu dengan marah.


Gadis itu berdiri dan lagi-lagi membuang nampang berisi makan siangnya itu, nasi dan lauk berserah kan di lantai.


"Dasar perempuan gila" ucap preman itu lalu keluar dari kamar sebelum gadis itu berulah lagi.


"Bagaimana" tanya Maya.


"Gadis itu lagi-lagi membuang makan siangnya bu bos" ucap preman itu.


"Kalau bukan karena surat wasiat itu udah saya usir gadis itu" ucap Maya.


"Sabar ma, dua hari lagi pak Erwin kembali kok dari luar kota" ucap Martin.


"Mama gak tahan pa ada orang gila di rumah ini" ucap Maya dengan sombong.


Martin dan Maya juga para anak buah Martin mengobrol di ruang tamu, membahas tentang rumah besar milik keluarga Faisal yang sebentar lagi akan menjadi milik Martin.


☘☘☘☘


Pak Erwin dan anak buahnya datang menjemput pasangan suami istri itu di rumah yang mereka tempati selama dua tahun ini.


"Pak Erwin" sapa pria itu yang tak lain adalah pak Faisal.


"Pak, bu sudah siap?" tanya pak Erwin.


"Sudah pak Erwin" jawab Ayu istri dari pak Faisal.


"Kita berangkat sekarang pak, bu" ucap pak Erwin.


Faisal dan Ayu masuk ke dalam mobil, sebelum mobil itu pergi Ayu dan Faisal melihat rumah yang selama dua tahun itu yang mereka. tempati.


Mobil itu pun meninggalkan rumah tua itu, Faisal mengusap punggung tangan sang istri, saat ini pasangan suami istri itu duduk di kursi belakang, sedangkan pak Erwin duduk di kursi depan bersama sang sopir.


"Pa, mama gak sabar mau ketemu putri kita" ucap Ayu.


"Iya ma, papa juga" ucap Faisal.


Ayu dan Faisal sudah tau kalau sang putri saat ini sedang di kurung di rumah Martin, karena Martin sendiri yang menghubungi pak Erwin mengatakan kalau gadis itu sudah di temukan.


Faisal dan sang istri nanti sampai di kota akang langsung di antar ke kediaman mereka, rumah mereka yang mereka tinggalkan selama hampir tiga tahun lamanya itu.


☘☘☘☘


Jovian berkunjung ke kantor Gilang, karena ada yang mau Gilang katakan pada sang sahabat, di sinilah Jovian saat ini di kantor sang sahabat.


"Pak Faisal akan sampai sore nanti di kediamannya bersama pengacara nya yang bernama pak Erwin" ucap Gilang.


"Pulang kantor kita mampir bertemu mereka" ucap Jovian.


"Iya, nanti kita pergi bersama ke sana" ucap Gilang.


"Sekarang gue udah ngerasa lega karena gadis itu akan segera bertemu dengan kedua orang tuanya" ucap Jovian.


"Iya Alhamdulillah" ucap Gilang.


"Nyari apa" tanya Gilang.


"Henfon gue lupa hubungin istri gue siang ini" ucap Jovian.


"Ke tinggalan mungkin" ucap Gilang.


"Kalau ketinggalan di kantor, gak mungkin di mobil" ucap Jovian.


Sementara itu di kantor Wiratmaja, Maura baru saja tiba, ia merasa bosan di rumah gak punya teman jadi ia ke kantor sang suami.


"Bu Maura, pak Jo sedang keluar bu" ucap seorang karyawan.


"Kemana?" tanya Maura.


"Saya kurang tau bu" ucap karyawan itu.


"Ya sudah saya tunggu di ruangan nya saja" ucap Maura masuk ke dalam lift.


Maura mengambil ponsel miliknya di dalam tas dan menghubungi sang suami, tapi tak di angkat oleh Jovian.


"Kok gak di angkat sih" ucap Maura seorang diri.


Ting...


Maura keluar dari lift, lalu langsung masuk ke dalam ruangan sang suami, lagi-lagi Maura nelpon sang suami dan Maura mendengar suara ponsel Jo yang ada di atas meja kerja miliknya.


"Jadi ponselnya ketinggalan, pastes aja ga di angkat-angkat" ucap Maura.


Maura duduk di sofa yang ada di ruangan sang suami, tiba-tiba ponsel milik Jo kembali berdering dan nama yang ada di layar adalah Bi Yati.


"*Bi Yati, ini kan nomor yang pernah mengirim pesan waktu itu" ucap Maura dalam hati.


"Aku angkat aja deh" ucap Maura mengangkat telpon*.


"Hallo pak Jo, bagaimana kabar gadis itu pak, hallo pak Jo" tanya bi Yati tapi tak ada jawaban dari seberang sana.


Merasa gak sanggup Maura mematikan telpon dari bi Yati, Maura duduk di kursi kerja sang suami sambil terisak karena ia berpikir kalau Jovian memiliki wanita lain selain dirinya.


"Kamu jahat, kamu tega boong sama aku hiks" ucap Maura melihat foto pernikahan mereka yang ada di atas meja kerja Jo.


Setelah menangis cukup lama, akhirnya Maura memutuskan untuk pulang ke rumah tapi pada saat ia membuka pintu ruangan kerja Jo, bertepatan dengan Jo yang juga baru tiba.


"Sayang, kamu udah lama gak maaf aku habis dari kantor Gilang dan ponsel aku ke tinggal di kantor" ucap Jovian.


"Dari kantor Gilang, apa habis ketemu gadis itu" tanya Maura menatap sang suami dengan mata berkaca-kaca.


Jovian diam melihat mata sebam sang istri yang habis menangis itu.


"Kenapa diam, kamu gak bisa jawab hah" ucap Maura lagi menatap sang suami.


"Kamu pikir aku gak tau kalau kamu sering menemui seorang gadis, bahkan kamu pernah ninggalin aku malam-malam hanya untuk menemui gadis itu" ucap Maura dengan air mata mengalir begitu saja dari pipi mulusnya.


"Sayang kam..." belum sempat Jovian mengatakan sesuatu Maura sudah memintanya berhenti.


"Stop,, aku gak mau dengar apa-apa lagi" ucap Maura pergi berlalu dari hadapan sang suami.


"Sayang tunggu kamu salah faham" ucap Jovian mengejar sang istri.


Tapi perkataan Jovian tidak membuat Maura berhenti melangkah, tapi Jovian tidak menyerah Jovian terus mengejar sang istri sampai masuk ke dalam lift, Jovian harus bisa menjelaskan semuanya pada sang istri sekarang ia tak mau menyembunyikan nya lagi.


Next....


***Jangan lupa Like, Komen sama Vote...


Jangan lupa mampir ke cerita si kembar juga ya guys***...