Jovian & Maura

Jovian & Maura
Galih Ketua Geng



Seisi ruangan papi Gilang penuh dengan ocehan keempat bocah kecil itu, Galih, Galah dan kedua sahabatnya duduk di sofa bersama dengan mami Ambar, sedangkan papi Gilang sedang mengerjakan sesuatu di lap top miliknya.


"Alah oba de amu dili ulu(Galah coba deh kamu berdiri dulu)" ucap Galih.


"Man amu au apa(emang kamu mau apa)" tanya Galah.


"Uda dili aja ulu(coba berdiri aja dulu)" ucap Galih lagi.


"Atu ga au, amu asti au eldain atu tan(aku gak mau, kamu pasti mau ngerjain aku kan)" ucap Galah melihat sang kembaran.


"Adu anak-anak mami dari tadi berdebat terus deh" ucap mami Ambar melihat kedua putra kembarnya.


"Ni mi Alih uka anet de eldain atu(ini mi Galih suka banget deh ngerjain aku)" aduh Galah pada sang mami.


"Iapa ilan atu au edain amu(siapa bilang aku mau ngerjain kamu)" ucap Galih melihat sang kaka.


"Embal uda don alin anan lantem elus (kembar udah dong kalian jangan berantem terus)" ucap Iqbal yang mendapat anggukan dari Kifli.


Mami Ambar tersenyum melihat kedua putranya, lalu si kembar pun maaf-maaf fan seperti biasa kalau drama sudah selesai.


"Ita te uanan akek yo(kita ke ruangan kakek yuk)" ajak Galah.


"Yo(ayok)" ajak Galih juga.


"Mi ita te uanan akek ya(mi kita ke ruangan kakek ya)" ucap Galih.


"Iya sayang tapi jangan nakal ya" ucap mami Ambar.


"Ote mi iap (oke mi siap)" ucap si kembar.


"Yo ais ita te uanan akek(ayo guys kita ke ruangan kakek)" ajak Galah.


Keempat bocah kecil itu pun pergi ke ruangan sang kakek, mereka keluar dari dalam ruangan papi gilang.


"Om Alman(om Arman)" panggil Galih.


"Hey kalian mau ke mana?" tanya Arman sekertaris dari papi Gilang.


"Ita au te uanan akek(kita mua ke ruangan kakek)" ucap Galah.


"Kakek Reza baru aja keluar)" ucap om Arman.


"Ya imana don ais(ya gimana dong guys)" ucap Galah.


"Ita ain aja yo(kita main aja yuk)" ajak Galih.


"Ain apa(main apa)" tanya Iqbal dan Kifli.


"Yo alian itut aja(ayo kalian ikut aja)" ajak Galih.


Galih mengajak ketiga sohibnya masuk ke dalam lift, pintu lift pun tertutup.


"Du atu atut ni ita alit aja yo(adu aku takut nih kita balik aja yuk)" ucap Kifli.


"Da amu enan aja ya(udah kamu tenang aja ya)" ucap Galah menenangkan sang sahabat.


Ting...


Pintu lift pun terbuka, keempat bocah kecil itu keluar dari dalam lift, saat ini mereka berada di lantai dasar.


"Lus ita au te ana Alih(terus kita mau ke mana Galih)" tanya Iqbal.


"Yo itut aja(ayo ikut aja)" ajak Galih.


Galih mengajak ketiga sohibnya ke arah samping, di mana taman berada.


Keempat bocah kecil itu melihat ke atas di mana pesawat yang baru saja lewat.


"Tu iat de awat elen tan(tuh liat deh pesawat keren kan)" ucap Galih.


"Yo ita ain edal-edalan(ayo kita main kejar-kejaran)" ajak Galah.


"Yo(ayok)" ucap ketiga sohibnya.


Keempat bocah kecil itu membolak-balik telapak tangan, siapa yang paling lambat dia yang akan mengejar.


Dan yang paling lambat adalah Iqbal, dan Iqbal lah kini mengejar ketiga sohibnya.


"Bos si kembar dan sahabatnya kemana?" tanya Arman.


"Ke ruangan daddy Man" ucap Gilang masi fokus dengan berkasnya.


"Tapi pak Reza sedang keluar bos" ucap Arman membuat Gilang mengangkat wajahnya dan melihat sang istri yang juga melihatnya.


"Terus si kembar dan sahabatnya kemana?" tanya Gilang.


"Saya pikir mereka sudah kembali kesini bos" ucap Arman.


Gilang berdiri dari kursi kerjanya, lalu mendekati sang istri.


"Sayang kamu tunggu di sini ya, aku sama Arman cari anak-anak dulu oke" ucap Gilang.


"Tapi aku mau ikut mas" ucap Ambar.


"Udah kamu tunggu di sini aja ya, kamu lagi hamil" ucap Gilang.


"Ya udah" ucap Ambar akhirnya mengalah.


Gilang dan Arman keluar dari ruangan Gilang, mereka mencari keberadaan si kembar di lantai paling atas tapi tak menemukan para bocah kecil itu.


Gilang mencari di ruangan sang daddy yang tapi tak ada juga, Gilang pun mendekati jendela kaca besar dan melihat ke bawa sana.


Hilang melihat keempat bocah kecil itu saling kejar-kejaran di taman kantor, dengan cepat Gilang keluar dari ruangan sang daddy dan memanggil Arman masuk ke dalam lift.


Lift membawa Gilang dan Arman ke lantai dasar, dan keduanya langsung ke taman kantor dan benar saja keempat bocah kecil itu sedang bermain kejar-kejaran di sana.


"Boy, sedang apa kalian di sini?" tanya Gilang mendekati keempat bocah kecil itu.


"Agi ain pi(lagi main pi)" ucap Galih.


"Papi sama mami cemas loh nyariin kalian" ucap papi Gilang.


"Aap ya pi bis ita te uanan akek ata om Alman akek agi elual(maaf ya pi habis ki ke ruangan kakek kata om Arman kalem lagi keluar)" ucap Galah.


"Ya sudah ayo kita kembali ke atas" ajak papi Gilang.


Keempat bocah kecil itu pun mengikuti papi Gilang dan om Arman kembali masuk lagi ke dalam lift, menuju lantai atas.


☘☘☘☘


Jovian melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, sudah waktunya makan siang tapi ia ada janji meeting di luar bersama sahabatnya.


Jovian beranjak dari duduknya, mendekati sang istri yang sedang duduk di sofa.


"Sayang kita pergi sekarang yuk" aja Jovian.


"Ayo mas" ajak Maura juga.


Jovian dan Maura keluar dari ruangan Jovian, tujuan mereka saat ini adalah ke restoran xx yang akan menjadi tempat pertemuan mereka nanti.


Tiba di lobby, Jovian dan sang istri langsung masuk ke dalam mobil, mobil pun keluar dari lobby kantor.


Dalam perjalanan menuju kantor Jovian mendapat telpon dari sang sahabat, tapi Maura yang mengangkat karena sang suami sedang fokus menyetir.


"Hallo kak" ucap Maura.


"....."


"Iya kita udah di jalan kok kak" ucap Maura.


"....."


"Iya kak" ucap Maura, lalu panggilan telpon pun terputus.


"Mas katanya mereka udah di restoran xx" ucap Maura.


"Iya sayang" ucap Jovian.


Maura membuka ponsel sang suami, dan melihat isi-isi di dalamnya, tak ada rahasia apapun hanya ada chat mereka dan juga chet dari Gilang papi nya si kembar.


Next....


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guyss....