Jovian & Maura

Jovian & Maura
Main Ke Rumah Baru Aunty Maura



Sudah 3 hari Maura dan Jovian menempati rumah baru mereka, seperti saat ini Maura bangun pagi-pagi membuatkan sarapan untuk mereka.


Masi mengenakan daster wanita cantik itu kini sedang berperan dengan panci penggorengan, tapi tak mengurangi kecantikan nya.


"Sayang" panggil Jovian.


"Iya sayang sebentar" ucap Maura dari arah dapur.


Selesai membuat sarapan, Maura mematikan kompor dan menata sarapan di atas meja, tak lupa Maura membuat susu untuk nya dan sang suami.


Selesai menata sarapan, Maura pergi ke kamar untuk menyiapkan baju kantor sang suami, Maura melihat suasana kamar tak mendapatkan sang suami dan tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka.


"Sayang" panggil Jovian.


"Aku sudah membuat sarapan untuk kita, ini baju kantor nya udah aku siapin aku mandi dulu ya" ucap Maura.


"Iya sayang" jawab Jovian, lalu memakai pakaian kantor miliknya sambil menunggu sang istri selesai membersihkan diri.


Selesai membersihkan diri Maura keluar dan langsung mengenakan pakaian miliknya, lalu ia membantu sang suami untuk memakai dasi, setelah semua sudah selesai keduanya pun turun ke lantai bawa untuk sarapan.


"Sayang nanti aku minta mami buat carikan art ya" ucap Jovian.


"Iya sayang, mau telur dadar nya gak sayang" tanya Maura.


"Boleh, aku suka banget sama masakan istri aku" ucap Jovian.


Selesai menyiapkan sarapan untuk sang suami, Maura mengambil sarapan untuknya dan mereka pun mulai sarapan bersama.


Habis sarapan Jovian pamit pada sang istri ke kantor, sejujurnya Jovian tak tega meninggalkan sang istri sendiri di rumah, tapi Maura mengatakan kalau ia tidak apa-apa.


Setelah kepergian Jovian ke kantor, Maura kembali membereskan dapur mencuci piring kotor ia dan sang suami. Tiba-tiba terdengar suara ketokan pintu yang lumayan keras dari luar.


"Oty uka intu ya oty(aunty buka pintu nya aunty)" ucap Galah dan Galih dari luar sana.


Clekk...


"Oty ama anet ci uka intu ya(aunty lama banget sih buka pintunya)" ucap Galih langsung masuk gitu aja di susul oleh Galah.


"Assalamualaikum,," ucap Ambar.


"Waalaikumsalam, ayo masuk" ajak Maura.


"Wa uma ya oty ura ama ucel Jo adus ya(wah rumah nya aunty Maura sama uncle Jo bagus ya)" ucap Galih.


"Ia adus anet(iya bagus banget)" ucap Galah juga.


Pagi ini Ambar dan kedua putra kembarnya berkunjung ke rumah baru Maura dan Jovian, kedua bocah kembar itu lelah di luar sedari tadi memberi salam tapi aunty Maura lama membuka pintu.


"Oty ura, ucel Jo ana to ga ada ci(aunty Maura, uncle Jo mana kok gak ada sih)" tanya Galah.


"Uncle Jo udah berangkat ke kantor sayang" ucap Maura.


"Adi oty dilian don di uma(jadi aunty sendirian dong di rumah)" tanya Galih.


"Gak, kan sekarang ada kalian" ucap aunty Maura sambil tersenyum.


"Oty da ue ga,(aunty ada kue ga)" tanya Galih.


"Ada, aunty juga bikin nasi goreng tadi kalian mau makan" tanya Maura.


"Oleh de, yo Alah(boleh deh, ayo Galah)" ajak Galih pada sang kembaran.


"Mi ita ole atan agi tan(mi kita boleh makan lagi kan)" ucap Galih.


"Tadi kan baru saja sarapan sayang, apa masi muat perutnya" tanya Ambat.


"Asi uat to mi(masih muat kok mi)" ucap Galih.


Ambar, Maura dan si kembar berjalan ke arah ruang makan, padahal dari rumah si kembar habis sarapan tapi sampai di sini malah minta makan lagi.


(Ampun deh si kembar)😂


Si kembar memulai sarapan ke dua kali mereka, sambil mengunyah makanan si kembar tak berhenti berceloteh.


"Ayan ya Ibal ama Ipli ga itut (sayang ya Iqbal sama Kifli gak ikut)" ucap Galih.


"Ia adaal asi dolen ya enat anet(iya padahal nasi goreng nya enak banget)" ucap Galah.


"Iya kenapa Iqbal sama Kifli gak di ajak sayang" tanya Aunty Maura.


"Anti apan-apan ya oty ita te ini agi adat eman ita(nanti kapan-kapan ya aunty kita ke sini lagi ajak teman kita)" ucap Galih.


"Iya nanti tante masakin yang banyak" ucap Maura.


"Enal ya oty(benar ya aunty)" ucap Galih.


"Iya dong" ucap Maura.


Si kembar kembali melanjutkan makan mereka, biarpun perut sudah tak muat lagi.


☘☘☘☘


Sebelum ke kantor, Jovian pergi ke apartemen untuk melihat keadaan gadis itu, bi Yati juga sudah menceritakan apa yang di katakan gadis itu tempo hari dan hal itu membuat Jo dan Gilang semakin yakin kalau semua ini adalah masalah harta.


Jovian turun dari mobil setelah tiba di parkiran apartemen, Jo masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka ke unit yang di tinggalkan oleh Bi Yati dan gadis itu.


Tingg...


Jovian keluar dari lift, melangkah mendekati unit itu tampa mengetuk pintu Jo langsung menekan pin dan pintu terbuka.


"Bi Yati" panggil Jovian.


Bi Yati yang sedang membuat sarapan berjalan ke depan mendengar suara dari Jovian.


"Pak Jo" sapa bi Yati.


"Bi, bagaimana keadaan gadis itu" tanya Jovian.


"Masi sama pak, neng masi suka nangis dan megingau" ucap bi Yati.


"Nanti siang dokter akan datang ke sini dan saya juga Gilang akan datang juga" ucap Jovian.


"Baik pak Jo" ucap bi Yati.


"Sekarang temani saya melihat gadis itu bi" ucap Jovian.


"Mari pak Jo" ajak bi Yati berjalan ke arah pintu kamar gadis itu.


Bi Yati membuka pintu kamar itu, terlihat gadis itu sedang berbaring meringkuk di atas tempat tidur, dengan rambut yang acak-acakan.


"Neng nih ada pak Jo" ucap Bi Yati.


"Kaka" ucap gadis itu masi dengan berbaring.


"Hay aku datang, bagaimana keadaan kamu" tanya Jovian.


"Kaka, mereka jahat mereka sudah membunuh papa sama mama" ucap gadis itu sambil terisak.


"Iya nanti aku bantu kamu ya, udah jangan sedih" ucap Jovian menenangkan gadis itu.


setelah gadis itu berhenti menangis, Jo dan bi Yati keluar dari kamar gadis itu sambil mengobrol.


"Bi nanti saya kesini lagi siang nanti ya, sekarang saya harus ke kantor" ucap Jovian.


"Iya pak Jo" ucap bi Yati.


Jovian pun keluar dari apartemen itu, masuk ke dalam lift dan turun ke lantai bawa, Jo harus segera ke kantor karena ia sudah telat beberapa menit. Jovian masuk ke dalam mobil dan meninggalkan parkiran apartemen itu.


Next...


...Guys, udah dobel up nih, jangan lupa Like, Komen sama Vote naya ya selesai baca. Terimakasih..🙏🙏...