Jovian & Maura

Jovian & Maura
Kejutan Untuk Ibu & Bapak Tio



Waktu sudah menunjukan pukul 11 siang, Tio sudah selesai mengerjakan semua pekerjaan nya, dan sekarang saat nya pergi untuk menjemput kedua orang tuanya di toko roti.


Tio keluar dari ruangannya, tapi Tio tak langsung masuk ke lift, pria tampan itu masuk ke ruang sang bos.


"Bos" panggil Tio dan langsung duduk di kursi depan Brian.


"Udah siap" tanya Brian.


"Udah bos, saya semakin ijin ya bos siang ini gak balik ke kantor" ucap Tio merasa tak enak.


"Iya gak papa santai aja bro" ucap Brian.


"Makasih ya bos" ucap Tio.


"Udah, sana loh pergi aja, kasian orang tua loh udah nunggu" ucap Brian.


"Siap bos" ucap Tio, lalu keluar dari ruangannya sang bos.


"Vin duluan ya" ucap Tio.


"Iya pak Tio" ucap Kevin yang masi berada di balik meja kerjanya.


Tio masuk ke dalam lift yang akan membawa Tio ke lantai dasar, setibanya di lantai dasar Tio langsung masuk ke dalam mobilnya yang ada di lobby.


Saat mobil Tio keluar berpapasan dengan mobil sport Raffa yang juga barus saja masuk lobby, Tio menyapa sahabatnya itu dengan bunyi klakson, begitu pun dengan Raffa.


Mobil Tio melintas di jalan raya dengan pelan, senyum tak pernah lepas dari bibir pria itu memikirkan wajah bahagia kedua orang tuanya nanti, setelah melihat kejutan darinya.


30 menit kemudian mobil Tio tiba di depan toko roti yang sederhana itu, Tio keluar dari dalam mobil dan langsung masuk ke dalam toko roti.


"Nak, kamu udah datang" sapa ibu Tio yang sedang membungkus roti pesanan pelanggan.


"Iya bu, bapa mama bu" tanya Tio.


"Bapak kamu lagi di belakang nak" ucap Ibu Gio.


"Nak kamu udah datang" ucap Bapak Tio yang baru saja tiba dari belakang.


"Iya pak, sekarang kita tutup toko nya ya bu, pak kalian ikut aku" ucap Tio.


"Iya nak" ucap ibu Tio.


Setalah menutup toko roti, Tio membukakan pintu untuk sang ibu yang duduk di kursi belakang, sedangkan bapak Tio duduk di kursi depan bersama Tio yang mengemudi mobil.


"Nak sebenarnya kita mau ke mana sih" tanya ibu.


"Aku mau kasih kejutan buat bapak sama ibu" ucap Tio.


"Loh bukannya kamu mau kasih kejutan buat Laura" tanya Ibu, karena semalam Tio mengatakan ingin memberikan kejutan pada sang gadis.


"Buat Laura entar malam bu, sekarang kejutan buat bapak sama ibu" ucap Tio sambil tersenyum.


Bapak dan ibu Tio hanya tersenyum melihat sang putra, yang main rahasia an dari mereka.


Tak lama kemudian mobil Tio memasuki komplek perumahan elit, membuat ke dua orang tua Tio bertanya-tanya dalam hati.


Mobil Tio berbelok dan berhenti di depan pintu gerbang sebuah rumah mewah yang tak terlalu besar, pak satpam membukakan pintu gerbang agar mobil pemilik rumah bisa masuk.


"Makasih pak" ucap Tio pada pak satpam.


"Sama-sama mas Tio" ucap pak satpam.


Mobil Tio berhenti tepat di depan rumah mewah yang dua lantai itu, lalu Tio melihat ke dua orang tuanya sambil tersenyum.


"Ayo ibu, bapak kita turun" ajak Tio.


"Nak ini rumah siapa" tanya Ibu Tio penasaran.


"Ayo turun dulu ya, nanti Tio kasih tau" ucap Tio turun dari mobil, di ikuti olah ibu dan bapak Tio.


"Ayo kita masuk bu, pak" ajak Tio.


"Tunggu dulu nak, kamu belum jawab pertanyaan ibu, ini rumah siapa?" tanya Ibu Tio lagi.


Tio melihat kedua orang tuanya sambil tersenyum, lalu berkata.


"Ini rumah kita bu, pak" ucap Tio.


"Rumah kita, kamu serius nak" tanya bapak Tio.


"Iya pak, Tio nabung dari gaji Tio kerja sama pak Brian selama ini, biar bisa beli rumah buat kita, karena Tio gak mau tinggal terpisah dari kalian, biarpun Tio udah nikah" ucap Tio.


Bapak sama Ibu Tio saling pandang dan tersenyum melihat sang putra, gak nyangka kalau Tio selama ini bekerja untuk mereka.


"Ayo masuk, kita liat dalam nya ibu sama bapak pasti suka" ucap Tio.


Bapak dan Ibu Tio masuk ke dalam setelah seseorang membukakan pintu untuk mereka, seorang wanita paru baya yang nanti akan bekerja di sana, karena Tio gak mau Ibunya nanti kecapean.


Ibu dan bapak Tio melihat seisi rumah yang sangat indah, gak seperti yang ada di kontrak mereka, Tio mengajak ibu dan bapak untuk melihat kamar mereka yang ada di lantai bawa dekat kamar tamu.


Clekk...


"Ini kamar ibu sama bapak" ucap Tio.


"Ini besar banget nak" ucap Ibu.


"Bisa liat taman belakang lagi dari sini" ucap ibu lagi.


"Di samping juga ada kolam renang bu" ucap Tio.


"Terimakasih ya nak" ucap ibu Tio.


"Sama-sama bu" ucap Tio memeluk kedua orang tuanya.


"Tapi gimana sama toko roti nak, jauh banget ke sini" ucap ibu Tio.


"Soal itu ibu gak usah kuatir, Tio udah punya tokoh roti sendiri, dan ibu sama bapak yang mulai sekarang mengelola" ucap Tio.


"Ayo kita liat tokoh roti baru kita" ajak Tio.


Tio, Ibu dan bapak kembali masuk ke dalam mobil, Tio akan membawa kedua orang tuanya untuk melihat tokoh baru mereka di jalan xx bersebelahan dengan kaffe milik sang sahabat.


Mobil Tio berhenti tepat di depan toko roti yang sedikit besar, berbeda jauh dari toko roti yang tadi, kalau yang ini pintunya terbuat dari kaca siapapun yang di dalam bisa melihat yang di luar.


"Selamat siang pak Tio" sapa karyawan toko roti.


"Nak ini beneran tokoh kita" tanya bapak Tio.


"Iya pak, bapak sama ibu gak perlu kerja lagi, karena udah ada karyawan, bapak sama ibu cukup memantau saja para pekerja" ucap Tio.


"Ayo ikut Tio" ajak Tio ke ruangan yang ada di sana.


Tio membuka ruangan pribadi di sana, ada tempat istirahat juga nanti bisa di gunakan kedua orang tuanya, dan ada tempat sholat juga.


"Ini ruangan pribadi bu, pak" ucap Tio.


"Ruangannya besar nak" ucap bapak Tio.


"Ibu sama bapak senang gak" tanya Tio.


"Senang banget nak" jawab ibu dan bapak Tio tersenyum.


Tio memeluk kedua orang tuanya dengan erat sambil tersenyum, Tio senang melihat wajah bahagian ke dua orang tuanya dan sekarang tinggal kejutan buat sang gadis sebentar malam, dan Tio sudah tak sabar menunggu sampai nanti malam.


Next....


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys....