
Tio tidak bazar menunggu jam makan siang tiba, entah kenapa pria itu jadi sangat merindukan sang gadis. Tio dengan semangat mengerjakan semua pekerjaan agar bisa cepat bertemu gadisnya.
Clekk...
Pintu ruangan Tio terbuka, masuklah Brian dengan membawa satu map di tangannya.
"Yo tolong buat laporan kerja sama ini ya" ucap Brian.
"Oke bos" ucap Tio.
"Kamu jadi pergi sama Laura?" tanya Brian.
"Jadi bos" ucap Tio.
"Pake mobil aja" ucap Brian.
"Apa gak papa bos" ucap Tio.
"Gak papa kok, santai aja" ucap Brian.
"Makasih ya bos" ucap Tio.
"Iya sama-sama, kalau gitu gue balik ke ruangan dulu" ucap Brian yang mendapat anggukan dari Tio.
Tio tersenyum melihat kepergian sang sahabat, ia sangat bersyukur bisa memiliki sahabat sebaik Brian, Marvel dan yang lainnya yang mau berteman dengan dirinya yang hanya orang biasa saja.
Tio kembali melanjutkan pekerjaan miliknya, agar pekerjaannya bisa cepat selesai karena sejam lagi adalah istirahat jam makan siang.
☘☘☘☘
Maura sedang sibuk menyiapkan rantang yang akan mengisi menu makan siang untuk dirinya dan sang suami tercinta, siang ini Maura akan ke kantor sang suami mereka akan makan siang bersama di kantor.
"Bi sayur nya udah mateng belum" tanya Maura.
"Sedikit lagi bu" ucap bibi.
"Kalau gitu saya siap-siap dulu ya bi" ucap Maura.
"Iya bu" jawab bibi.
Maura pergi ke kamarnya dan sang suami di lantai dua, Maura membersihkan diri lalu memili baju yang cocok ia kenakan pergi ke kantor sang suami.
Maura memakai dres berwarna olive selutut, membuat penampilan Maura terlihat keren dan jangan lupakan make up tipis yang ia poles di wajahnya yang sudah cantik itu.
Maura mengambil heels tingginya 2 cm berwarna hitam, membuat kakinya yang putih terlihat sangat cantik di rasa sudah siap Maura kembali turun ke lantai bawa.
Maura melihat bibi sudah menyiapkan semua menu masakan ke dalam rantang, tinggal hanya menyusun rantang nya saja.
"Ibu mau berangkat sekarang ke kantor bapa" tanya bibi.
"Iya bi, tolong di susun ranjang nya ya, saya tunggu di ruangan depan" ucap Maura.
"Baik bu" jawab bibi.
Bibi memberikan rantang itu pada majikannya, setelah itu Maura keluar berjalan menuju garasi mobil, kali ini Maura akan menyetir mobil sendiri tampa sopir.
35 menit kemudian mobil yang di kendarai oleh Maura tiba di lobby kantor sang suami, setelah memikirkan mobil Maura turun dan tidak lupa membawa rantang makanan.
Banyak karyawan yang menyapa istri dari bos mereka itu, bahkan ada juga pria yang menatap istri dari bos mereka itu tampa berkedip, Maura langsung masuk ke dalam lift yang akan membawanya ke lantai di mana suaminya berada.
Rambut Maura yang panjang terurai dengan indah, jangan lupakan ujungnya yang di Carli membuat penampilan Maura bertambah cantik, tak heran banyak karyawan pria yang menatapnya tampa berkedip.
Ting....
Pintu lift terbuka, Maura keluar dari dalam lift bertepatan dengan daddy Reza yang akan masuk ke lift juga.
"Dad, mau ke mana" tanya Maura.
"Daddy mau pulang sayang, mommy kamu udah nungguin daddy mau makan siang di rumah" ucap daddy Reza.
"Padahal Maura bawa banyak makanan loh" ucap Maura.
"Kamu makan sama suami kamu saja ya, sana dia udah nunggu di dalam ruangannya" ucap daddy Reza sambil tersenyum.
"Iya daddy hati-hati ya" ucap Maura.
"Iya sayang daddy pergi dulu ya" ucap daddy Reza.
Daddy Reza memang sudah biasa memanggil sang menantu dengan sebutan sayang, karena mereka sangat menyayangi menantu mereka Maura, maklum aja gak punya anak gadis.
Setelah daddy Reza masuk ke dalam lift, Maura melangkah masuk ke dalam ruangan sang suami, tapi Maura tak lupa menyapa sekertaris sang suami.
Cclekk...
"Sayang" panggil Jovian dan langsung berdiri dari duduknya.
Jovian menyambut kedatangan sang istri dengan senang, Jovian memeluk wanita yang sekarang sudah menjadi istrinya itu, Jovian menatap penampilan sang istri dari atas ke bawa.
"Kenapa" tanya Maura heran melihat sang suami.
"Istri ku cantik" ucap Maura.
"Ish" ucap Maura mencubit perut sang suami sambil tersenyum.
"Aduh, ini ngasi kode atau gimana nih" ucap Jovian menggoda sang istri.
"Iya ngasi kode buat makan siang" ucap Maura.
Jovian terkekeh geli melihat wajah mengemaskan sang istri, Jovian menuntun sang istri duduk di sofa yang ada di ruangannya.
"Langsung mau makan siang" tanya Maura.
"Dikit lagi, aku masi kangen sama istri" ucap Jovian.
"Kangen? kan udah ketemu" ucap Maura.
"Gimana wajahnya cantik banget sih" ucap Jovian.
"Kamu ini" ucap Maura menggeleng kepala melihat tingkah sang suami.
"Pasti banyak karyawan pria yang lagi istri aku di bawa" ucap Jovian.
"Memang nya kenapa" tanya Maura.
"Aku gak suka mereka liatin kamu sayang" ucap Jovian yang mulai posesif.
"Yang penting aku gak ngelirik mereka oke suamiku" ucap Maura memegang kedua pipi Jovian.
Jovian mencium kening sang istri, lalu keduanya saling pandang cukup lama.
"Makan dulu ya nanti makan siang nya keburu dingin" ucap Maura.
"Apa gak bisa di gundah sayang" ucap Jovian dengan manja.
"Gak bisa, nanti habis makan deh" ucap Maura ia tau apa maksud sang suami saat ini.
"Benar ya" ucap Jovian antusias.
"Iya" ucap Maura.
Maura menyiapkan menu makan siang di satu Pring untuk mereka berdua, membuat keduanya terlihat sangat romantis dengan makan sepiring berdua.
"Seru juga ya kalau makan sepiring berdua sama istri" ucap Jovian.
"Iya apa lagi sama orang yang kita cintai" ucap Maura sambil tersenyum manis.
Jovian mengelap bekas nasi yang ada di sudut bibir sang istri dengan lembut.
"Makannya belepotan banget sih" ucap Jovian.
"Kan ada kamu yang bersihin nya" ucap Maura.
"Makan lagi" ucap Maura.
"Mau nambah lagi gak" tanya Maura melihat nasi di piring mereka tinggal sedikit.
"Boleh tapi dikit aja ya" ucap Jovian.
Maura pun menambah nasi sedikit, lalu keduanya kembali makan bersama sesekali Jovian menjahili sang istri yang sedang mengunyah dengan mulut nya yang penuh makanan.
Selesai makan siang Maura kembali membereskan rantang makanan itu, kembali menyusunya dengan rapi lagi.
Sedangkan Jovian pergi ke kamar mandi untuk sikat gigi dan mencuci tangannya, tak lam kemudian Jovian kembali.
"Ayo sayang" ajak Jovian.
"Mau kemana" tanya Maura heran.
"Ya ke kamar lah, terus kemana lagi" ucap Jovian.
Maura hanya menggeleng kepala dan mengikuti ajakan sang suaminya itu, di ruangan Jovian memang sudah tersedia sebuah kamar yang sering ia gunakan saat istirahat.
Next...
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys...