
Langit yang semula terang perlahan menggelap. Suhu malam yang dingin dan sepi, mengundang tiupan angin yang sejuk khas puncak kota P, di teras balkon Beldiq dengan lembut membelai surai ikal Anne. Suasana yang tenang dan syahdu terasa semakin nyaman bagi pasangan yang sudah siap untuk memasuki mahligai rumah tangga. Pelukan tangan Beldiq tersambut oleh belaian tangan Anne yang membalas, memberikan kehangatan yang mereka inginkan.
"Honey, di luar cuaca sangat dingin, sepertinya kita harus masuk," bisik Beldiq dengan kerling nakal yang khas dikala dia sedang menggoda pujaan hatinya.
Anne menatap sendu ke arah Beldiq yang sudah mendekatkan wajahnya. Perlahan dipandanginya wajah cantik yang sudah kembali ke sisinya. Beldiq menautkan bibir mereka, dan merasakan cinta yang semakin membara.
Dengan langkah pelan mereka berjalan masuk kemudian menutup serta mengunci pintu balkon dan menarik gorden. Mereka beranjak menuju peraduan. Belaian lembut yang Beldiq berikan untuk sekedar memberi kehangatan perlahan berubah menjadi panas, dan bisikan yang menuntut lebih dari sekedar rengkuhan.
Beldiq sendiri menginginkan segera memberikan apa yang Anne harapkan. Telusuran lembut dirasakan Anne yang tak melepaskan pelukan Beldiq. Gigitan lembut penuh dengan rasa memberi gelenyar yang menuntut untuk melakukan lebih dari sekedar yang mereka lakukan bersama.
Suara bisikan dan kata-kata romantis yang Beldiq lontarkan untuk pujaan hatinya, membuat malam yang dingin perlahan naik dan menghangat yang pada akhirnya naik dan memanas.
Tangan kekar Beldiq yang rajin bergerilya menimbulkan efek gelenyar rasa dan menuntut Beldiq untuk berbuat lebih pada diri Anne.
"Honey..."
Beldiq tak bisa diam. sambil memainkan daun telinga Anne dengan gigitan lembutnya, menjalar turun hingga ke sebuah perbukitan, dan semakin menurun hingga menuju sarang di telaga hunian anaconda milik Beldiq. Semakin Beldiq melakukan permainan semakin sulit bagi Anne untuk mempertahankan rasa yang sudah berada dalam intinya.
Anne yang sudah pasrah semakin membuat gerakan Beldiq semakin sulit dikontrol hingga melahirkan sensasi yang sangat sulit untuk dilukiskan.
Pemilik anaconda dengan lembut membimbing sang anaconda yang sudah menegakkan diri meliuk dan bersiap berlari menyerbu masuk ke dalam sarang yang mulai hangat membasah. Anaconda mematuk dengan kencang di sarang yang masih sempit itu, berlarian dengan cepat menabrak dinding sarang hingga mencapai pada penyatuan anaconda dengan sarangnya sebagaimana yang mereka inginkan itu. Mengubah rasa dingin menjadi hangat dan menyerah dalam pelukan sarang hangat rumahnya.
Kicau burung di pagi hari, menerobos pendengaran Beldiq dan membuka matanya. Pemandangan pertama yang ia peroleh ialah melihat tubuh Anne yang masih bersembunyi di balik tebalnya selimut, menyisakan kepuasan yang telah Beldiq torehkan semalam.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
Merry dengan sedikit berdendang ringan, menandakan ia juga sedang dalam kebahagian yang ia ciptakan sendiri dengan kreasi untuk tuannya melalui masakan dan kudapan kesukaan Beldiq dan John, saat sarapan bersama.
Dibantu Anne dengan menyiapkan sarapan di dapur adalah sesuatu yang menyenangkan bagi Merry.
Ritual sarapan pagi berjalan dengan penuh syukur, karena adanya kasih sayang di antara mereka, sehingga kenikmatan itu mengalir lebih seiring dengan doa baik yang mereka panjatkan.
Persiapan Anne dengan Beldiq untuk berwisata ke Pulau Bali, yang terkenal hingga ke belahan dunia itu, tentang eksotisnya pulau yang akrab dengan sebutan Pulau Dewata, membuat keluarga kecil itu berkumpul guna membahas rencana lebih lanjut kegiatan Beldiq dan Anne di sana.
Semua berkumpul di ruang keluarga. Beldiq dan John menikmati kopi sajian Merry yang selalu mendapat pujian dari kakak beradik itu. "Mom, aku kok kepingin menyaksikan bersatunya Mommy denga Daddy Beldiq ke dalam satu ikatan perkawinan." Rengek Palupi dalam pelukan ibunya. Palupi sadar bahwa dia belum siap ikut pulang kedua orang tuanya ke Inggris. John yang mendengar keinginan Palupi spontan mendukung keinginannya.
"Hmmm, kalau bisa kita lakukan dengan mudah kenapa harus dipersulit." Ucap John menepis kekhawatiran Beldiq. Di Kuta Bali ada gereja Anglikan, biar aku dan Ray yang mengurus semuanya. Setelah kalian bulan madu baru diadakan resepsi yang mengundang keluarga besar dan rekan bisnis di Nottingham." Usul John. "Waaah, aku setuju. Ayolah honey, please," sambar Anne dengan memainkan alisnya naik-turun yang mengundang tawa Palupi. Akhirnya Beldiq menyerah dan setuju dengan rencana adik dan calon isterinya. "Okay, deal." Teriak John sambil menarik tangan Palupi mengajaknya berdansa sambil berputar-putar.
Beldiq dan Anne tertawa geli melihat ulah adiknya. Merry masuk dan mengantarkan goreng pisang dan menaruhnya di meja. "Apakah saya boleh ikut menyaksikan acara sakral itu?" Tanyanya dengan hati-hati. "Tentu saja Merry wajib hadir. Kamu kan sudah seperti mommy bagiku." Jawab Beldiq dengan tawa gembira karena rencana menikahi Anne didukung oleh John dan Palupi.
"Kalau begitu harus gerak cepat. Aku akan turun menemui Ray agar dia membantuku mengurus perizinan ke Konsulat Jenderal dan Gereja Anglikan." Kata John yang akan berjalan ke kamarnya. "Tunggu John, aku juga harus ikut. Kan aku yang akan menikah," cengir Beldiq. "Honey, berikan passportmu." Pinta Beldiq kepada Anne. "Kalian mau ikut?" Tanya John yang dijawab bersamaan oleh Anne dan Palupi, "big no! Kami akan melakukan 'quality time' berdua."
Akhirnya John dan Beldiq diantar mobil sewaan turun ke kota S untuk mengurus keperluan pernikahan Beldiq.
Ray sudah menunggu kedatangan kedua kakak beradik itu di kantornya untuk pergi bersama-sama ke kantor Konsulat Jenderal Inggris guna mengurus rencana pernikahan Beldig dan Anne.
Sementara itu, Palupi menghubungi Liana yang menginginkan gaun pengantin Anne dibuat oleh Liana. Anne setuju dengan rencana Palupi. Liana yang mendengar berita itu. "Aiihh ciiyn, eiyke turut bahagia. Aku sudah punya bayangan seperti apa gaun pengantin itu." Liana terharu, mendengar rencana itu. "Okay, tunggu di villa, eiyke jemput ya sayang, kita harus gerak cepat." Teriak Liana dengan gembira. Anna dan Palupi yang semula seling pandang, spontan berpelukan dan tertawa gembira. "Ayo kita siap-siap, sebentar lagi Liana akan datang." Ajak Anne kepada Palupi.
Mereka kemudian menyiapkan segala sesuatu kebutuhan yang berhubungan perlengkapan wanita untuk dibawa ke butik Liana. Dua puluh menit kemudian Liana telah tiba. Mereka bertiga berpelukan seperti teletabis saking bahagianya. Mereka pergi ke butik utama milik Liana yang tak terlalu jauh jaraknya dari Villa daripada harus ke butik di kota S, jang lebih jauh jaraknya.
Hanya tersedia waktu tiga minggu bagi mereka untuk menyiapkan semua kebutuhan pernikahan bagi mereka, termasuk perizinan, dan lain sebagainya. Beldiq mendatangkan paman dan bibinya sebagai pengganti orang tuanya, sedangkan Anne mendatangkan kedua orang tuanya, tiga hari jelang pemberkatan di Gereja Anglikan Kuta, Bali.
Kriiiiing, kriiiiing.
Beldig dengan sigap mengambil ponsel yang dikantonginya. "Yes honey," jawab Beldiq saat menerima telepon dari Anne. Mereka membicarakan baju pengantin yang akan mereka pakai kelak. Setelah berbincang, Anne memasukkan ponselnya ke dalam tas jinjingnya.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
to be continued ๐
salam sayang, sehat selalu bahagia dan sejahtera always ๐
mampir ke karya rhuji yang baru tentang putri duyung yuk Mak ๐ค
kali ini mengisahkan tentang fantasiโบ๏ธ