
Tengah malam Liana terbangun. Rasa haus menyergapnya. Dengan perlahan Liana bangun dan berjalan menuju kulkas. Segelas air dingin yang melewati kerongkongannya terasa menyegarkan tubuh. Liana duduk sejenak sambil membuka ponselnya, ternyata daya baterai berkedip memberi isyarat sudah sekarat.
Liana membawa botol air kemasan kembali berjalan ke kamarnya. Direbahkannya badan lelahnya kembali ke tempat tidur. Lelah jiwa dan raga dirasakan oleh Liana. Mata serasa enggan memejam kembali. Diraihnya kabel charger dan mulai mengisi daya ponsel. Bayangan masa lalu kembali bermain di benaknya. Banyak peristiwa yang ingin dilupakannya. Tapi, kini semua kembali seperti role film yang diputar ulang.
Kilas balik Liana
"Lihat itu, tampan sekali ketua OSIS baru kita." Celetuk siswi di samping Lianto (yang kemudian berganti nama jadi Liana).
"Coba kamu bisa segagah itu badanmu, aku mau kok jadi pacarmu." Kembali siswi itu berbisik di telinga Liana, sambil nyengir. Liana kaget dengan bisikan temannya itu. "Ihhh, apaan sih. Masih kecil, jangan mikirin pacaran dulu." Sahut Liana sambil bangkit berdiri dan mengabaikan temannya yang tertawa geli mendengar ucapan Liana.
Senyum Liana terukir di wajahnya yang putih dan tampan mirip artis Korea Choi Hyun Wook, pemeran drama Korea A Taxi Driver. 'Aahh, aku malah pingin jadi pacarnya Alex, sang ketua OSIS, bukan kamu', gerutu Liana yang kembali masuk kelas saat lonceng berbunyi tanda jam istirahat berakhir.
Liana seperti dituntun untuk menghayati perjalanan hidupnya dari masa remaja. Ingatannya melompat saat dia menjadi mahasiswa tampan yang kalem dan cenderung girly. Sikapnya yang agak gemulai terlihat dari pilihan bidang studi yang digelutinya dengan masuk ke Fakultas Fashion Design di universitas ternama di kotanya.
Role film kembali bergerak menarik ingatan Liana kembali pada perjalanan cintanya yang kelam.
Andre, pria tampan lelaki yang memiliki penyimpangan perilaku ****sual, mulai mendekati Lianto alias Liana yang menarik perhatiannya. Pendekatan yang dilakukan dengan intens membuahkan hasil. Liana jatuh ke dalam pelukan lelaki tampan dan macho.
Hubungan mereka terlihat seperti hubungan pertemanan biasa, karena Andre pandai dalam bersosialisasi. Tak ada yang tahu Andre sorang homo*sexual karena dia juga begaul dengan gadis-gadis cantik. Liana yang sudah jatuh cinta, menuruti semua keinginan Andre, bahkan Lianto cantik rela meninggalkan keluarganya demi seorang Andre.
Demi menyenangkan sang kekasih hati Liana merelakan semua tabungannya untuk meninggalkan keluarganya dan menikah dengan Andre di luar negeri.
Seorang teman yang juga sorang desainer terkenal di sana membantu Liana bekerja dan belajar memperdalam keahliannya sebagai seorang desainer. Salah satu modelnya juga seorang transgender turut membantu Lianto menjalani program operasi kela*min untuk mewujudkan mimpi Lianto berubah menjadi Liana.
Setahun kemudian mimpi Liana menjadi kenyataan. Liana mengucapkan janji perkawinannya dengan Andre lelaki yang sangat dicintainya.
Manisnya madu cinta hanya bertahan tiga bulan. Andre sang suami bemain api dengan sahabat Liana yang juga seorang transgender. Bagaikan dihantam pakai palu besar di kepalanya, saat Liana memergoki suaminya sedang bergulat di ranjang sahabatnya, ketika Liana yang mampir ke apartemen sahabatnya itu untuk mengambil gambar desain baju yang tertinggal di sana.
๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Dengan santai ia masuk saja ke dalam apartemen miliknya yang ditempati oleh Sherly. Kunci duplikat ia kantongi karena memang antara Sherly dengan Liana ibarat saudara sedarah dalam perantauan.
Suara berisik dengan lenguh dan des*ah kenik*matan itu membawa langkah kaki Liana mendekat pada sumber suara, tidak asing bagi dia dengan suara tersebut.
Kelu lidah terasa, air mata jatuh tiada tertahan. Dunia serasa runtuh, cinta yang membawanya mengubah segala kehidupannya. Cinta yang telah mampu melawan kenyataan yang sesungguhnya harus ia jalani. Cinta pula yang telah mampu mengalihkan rasa bersalah dan membesarkan jiwa yang selalu memberontak terhadap keluarga. Dirinya bahkan harus rela kehilangan sosok seorang ayah, demi cintanya yang kini telah berkhianat padanya.
"Sayang... Liana, ini tidak seperti yang kamu duga, kami khilaf, kami mabuk. Jadi maafkan kami! Liana please...!" Andre memohon sambil mendekap Liana dari belakang dalam posisi tanpa seutas benang yang menempel pada tubuhnya.
Sherly buru-buru bangkit dari ranjang, peluh terlihat membasahi tubuhnya ia meraih kain yang berserak di lantai untuk menutupi tubuh polosnya.
"Sayang Liana, kita bisa join dalam satu cinta. Andre sangat mencintaimu tapi dia juga tidak akan mampu meninggal aku, aku rela kita menjadi madu dalam cinta satu ranjang."
Plaaaakk....
"Liana..., Please jangan sakiti Sherly? ini salahku! Andre segera meraih tubuh Sherly dan memeluk.
Gelap mata yang dirasakan Liana, tangannya membanting apapun yang ia temui dan mampu ia jangkau.
"Sungguh aku tidak pernah menduga, ini yang kalian lakukan padaku! Kurang apa aku pada kalian, hahhh..."
"Kamu buta Sherly, kamu lupa siapa kamu sebenarnya. Menyesal aku telah memungut, untuk aku jadikan yang lebih baik, namun kamu terlalu naif... Kamu nista Sherly."
"Andre...kita cerai! Dan ingat... Apapun yang kamu pakai, dan kamu gunakan itu bukan milikmu, aku berhak mengambil."
Bruugh...
Liana membanting pintu dan pergi dengan sejuta rasa kecewa yang berkecamuk dalam dadanya.
Air matanya tetap mengalir saat menyetir mobilnya kembali ke butiknya. Jiwanya terpukul, hingga tanpa sadar Liana mengarahkan setirnya ke pantai bukan kembali ke butiknya. Disekanya air matanya dan berhenti cukup lama di pantai tanpa turun dari mobilnya.
'Apa salahku, Tuhan? Empat tahun menjalin hubungan dengan Andre. Tiga bulan lalu aku mengikatkan diri ke dalam ikatan perkawinan di Taiwan ini. Kami saling menyintai. Aku mendukungnya saat dia ingin menjadi model. Aku bangga dia memperagakan baju hasil desainku. Semua kebutuhannya sudah kupenuhi.'
Liana meraih botol minumnya yang ada di jok samping dan meminumnya. 'Cukup sudah,' batin Liana. 'Andre memang play boy, tetapi kenapa harus dengan orang kepercayaannya? Selama ini mereka berdua tak pernah menunjukkan sikap yang aneh. Mereka terlihat seperti tak ada hubungan istimewa.' Liana menjadi geram dan memukul setir mobilnya.
Setelah menenangkan diri di pantai, Liana kembali menyetir mobilnya ke rumah sahabat baiknya, Miss. Maria Chang seorang desainer yang menjadi mentornya. Dia seorang ibu dengan sepasang anak kembar yang selalu manja kepada Liana. Dengan hati masih jengkel, Liana tergesa-gesa memasuki rumah mewah milik Miss Maria, dan langsung masuk ke ruang kerjanya.
"Cici, tolong aku... hiks... hiks..." Kembali berurai air mata Liana. Miss Maria yang sedang menggunting kain terkejut mendapati Liana yang menangis seperti anak kecil.
Miss Maria segera memeluk Liana dan menuntunnya untuk duduk di sofa, tanpa bicara. Dipencetnya bel memanggil dan menyuruh pelayan untuk mengantarkan dua cangkir teh hangat ke ruang kerjanya. "Tuntaskan tangismu, bila sudah tenang, minumlah teh hangat ini." Miss Maria segera menyuruh Liana minum.
Setelah terdiam cukup lama dan mulai mrminum tehnya. Liana buka suara. "Cici, aku mau becerai dengan Andre." Miss Maria terkejut mendengar ucapan Liana, namun belum berkomentar. Liana meneruskan ucapannya. Air matanya sudah mengering. Sikapnya pun sudah mulai tenang.
"Sekarang sudah tenang kan? Coba ceritakan kepadaku, apa yang terjadi?" Tanya Miss Maria drngan lembut. "Andre Ci..., dia jahat. Dia selingkuh dengan Sherly. Aku tadi memergoki mereka. Aku sakit hati Ci." Kembali tumpah air mata Liana. Sambil sesenggukan Liana menceritakan kronologi yang terjadi di apartemennya. Miss Maria menyimak curahan hati Liana. "Sekarang maumu gimana, hmm?" Tanyanya kepada Liana.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
TBC....
Sabar Liana ๐ฅบ
Sambil menunggu up chapter berikutnya, mampir ke karya kawan Rhuji yuk bestie๐, jangan lupa like jempolnya, favorit and then komen membangun ๐.
Salam Sayang Selalu By; RR ๐