I'M NOT A FLOOZY

I'M NOT A FLOOZY
Bab 79



Percakapan John dan Ray di ruangan kantor Harry cukup berjalan santai. Harry tak menduga bahwa dirinya punya kesempatan berdiskusi dengan John Norman yang semula hanya dapat dia kagumi lewat jurnal yang dibacanya. Ketelitian John dalam memilah dan memilih serta meneliti semua benda-benda dan jejak pelaku kejahatan, ditelusuri dengan hati-hati. Dalam jurnal yang diterbitkan Interpol, Harry pernah membaca kiprah John dalam memburu otak pelaku human trafficking sampai ke Columbia.


"Sekarang semua data termasuk berkas pendukung sudah lengkap. Berarti aku minta Mr. Norman dan Ray segera menyiapkan mereka untuk menghadap Penyidik. Aku sendiri yang akan menunjuk petugas penyidik."


"Baiklah pak Kapolres, kami siap melaksakan tugas karena itu sudah kewajiban kami." Sahut Ray yang disambut dengan tawa lebar John. Ajudan Kapolres masuk ke ruangan dan melaporkan bahwa dia sudah melaksanakan tugas memesan meja di sebuah restoran untuk menjamu tamu Kapolres. Selesai melapor, sang ajudan memberi hormat dan keluar dari ruangan.


Dengan langkah berderap, mereka menuju parkiran untuk menaiki mobil masing-masing menuju restoran Nusantara yang terkenal dengan pelbagai menu daerah. John dan Ray tertawa sesampainya di restoran yang mengingatkan mereka saat pertama kali makan di situ. Harry yang baru turun dari mobil dinasnya bingung melihat keduanya tertawa terbahak-bahak.


"Kalian berdua kenapa tertawa gak ajak-ajak?" Komentar Harry. John dan Ray berusaha meredam tawanya sambil melangkah ke pintu, dan disambut penerima tamu sambil menyilakan mereka masuk menuju meja yang sudah dipesan anak buah Harry. Setelah mereka duduk, Ray menjelaskan bahwa John pernah berteriak kegelian saat di depannya dihidangkan belut goreng yang utuh. Kembali Ray tertawa mengingat peristiwa itu. Bahkan pelayan dan pemilik restoran ikut tertawa melihat tingkah John yang lompat-lompat sambil menggeliat dan teriak: No, no, I don't like that sambil menunjuk-nunjuk belut goreng di meja. Begitu mendapat penjelasan dari Ray, Harry tertawa.


"By the way, kenapa takut dengan belut?" Harry bertanya karena penasaran. Setelah diam, akhirnya John bercerita alasan dia trauma melihat belut. Saat dia remaja pernah liburan ke Brunei Darussalam dan diajak temannya mancing di sungai. Ketika temannya menangkap belut, tiba-tiba belut lompat dan masuk ke mulut John yang sedang tertawa. John kaget dan untungnya belut terlempar kembali ke sungai. Sejak saat itu John merasa jijik dan geli melihat belut.


"Ya, sejak John menari tango di sini, pelayan tidak lagi berani menawarkan belut goreng yang yummy." Kata Ray sambil tertawa. Pelayan yang menyiapkan hidangan di meja mereka ikut tertawa karena ingat peristiwa itu. "Untungnya Mr. John Norman tidak kapok makan di sini, ha... ha...," ucap Harry, yang disambut cengiran Ray saat melihat John tersipu. "No, aku suka makanan di sini, very delicious, asal jangan ada belut," ucap John, dan meledaklah tawa mereka yang membuat beberapa pengunjung restoran tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat tingkah konyol ketiganya.


Selesai mereka makan, akhirnya mereka berpisah karena panggilan tugas sudah menantinya. Ray mengantarkan John ke kantor pengacara yang akan mendampingi Anne dan Palupi. Selanjutnya Ray mengarahkan mobilnya menuju kompleks yang dekat dengan daerah lokalisasi, guna menemui ketua lingkungan di tempat tinggal Juleha. Tujuannya agar mereka tidak terkejut saat polisi mendatangi rumah Juleha.


Saat berbincang dengan Ketua Lingkungan di perumahan yang dihuni Juleha, ponsel Ray berdering, Ray segera memasang headset bluetooth di telinganya agar dapat menerima panggilan dari ponselnya, dan menjawab tanpa bisa ikut didengar oleh orang lain. "Ya Harry, ada apa mencariku lagi?" Tanya Ray saat mendengar suara Harry. "Kami sudah menyiapkan surat panggilan untuk saudari Gulizar dan nyonya Anne Wilson untuk datang ke Polres. Kami akan memulai penyidikan besok lusa, pukul sepuluh pagi. Surat sudah dikirim tadi siang ke Villa, tempat tinggal mereka saat ini." Ray menyimak penjelasan dari Harry. "Baiklah Bro, kami semua akan hadir agar semuanya segera beres." Jawab Ray yang kemudian mematikan koneksi ponselnya.


Ray kemudian pamitan kepada pengurus lingkungan, setelah menjelaskan status Palupi dan hubungannya dengan Juleha. Ray juga mengingatkan tentang sensitivitas kasus yang sedang ditanganinya dan memerlukan kerja sama pengurus lingkungan setempat saat pihak yang berkepentingan datang bersama polisi yang bertugas.


Saat keluar dari kompleks tempat tinggal Juleha, mobil Ray berpapasan dengan mobil Riris. Beruntung Riris tak begitu memperhatikan mobilnya Ray yang berkaca gelap. Bulu kuduk Ray tiba-tiba meremang melihat Riris. Ray merasa geli dan tak nyaman saat ingat kelakuan Riris yang agresif.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Penyidikan yang hanya berlangsung singkat itu merupakan bagian dari seluruh rangkaian penyelidikan yang dilakukan kepolisian di bawah pimpinan John Norman dan Raynaldi yang sudah berlangsung cukup lama. Penyidik mengingatkan kepada nyonya Anne dan Palupi untuk tidak melanggar hukum selama proses penyidikan berlangsung.


Kini pihak kepolisian menyiapkan surat panggilan menghadap penyidik untuk Juleha. John tersenyum melihat Palupi dan Anne yang kooperatif dan tidak takut berhadapan dengan aparat negara. Palupi dan nyonya Anne yang didampingi Pengacara akhirnya keluar dari ruang Penyidik.


Beldiq yang dengan setia menemani dan menunggu, segera menarik Anne ke dalam pelukannya saat Anne keluar dari ruangan penyidik. Tak mau kalah dengan Beldiq, John pun segera menggandeng Palupi dan membawanya pergi ke parkiran. Anne yang melihat ulah John hanya dapat tersenyum, karena yang penting sekarang adalah kebahagiaan putri tunggalnya.


Mereka kembali ke hotel tempat Beldiq menginap. Semula John ingin membawa Palupi ke hotel tempat John menginap, tetapi Beldiq melarangnya karena akan diajak melihat unit apartemen yang akan dibeli dan ditempati Palupi selama dia ingin kuliah dan tinggal sementara di kota S.


John protes karena tidak dilibatkan dalam proses pencarian dan pembelian unit apartemen. Anne menepuk bahu John, "Gulizar sendiri yang membuat keputusan membeli unit apartemen itu." Jadi kamu tidak boleh marah. Bukankah kamu masih wira-wiri Singapore, Malaysia dan Jakarta? Saat di Jakarta, kau bisa terbang ke sini dan menghabiskan week end bersama Gulizar." John jadi salah tingkah setelah diingatkan Anne. Beldiq pun mengingatkan adiknya untuk memberi waktu bagi Palupi menikmati masa remajanya.


🌹🌹🌹🌹🌹


Di tempat berbeda, Riris kembali berulah saat memergoki Tomo jalan berdua dengan salah satu calon TKW. Tugas Tomo di samping mengurus dokumen dan administrasi kantor, terkadang juga diminta mendampingi calon TKW yang mencari keperluan pribadi di luar lokasi penampungan. "Kamu itu ya Mas, kenapa harus jalan berdua dengan cewek lain sih." Labrak Riris kepada Tomo tanpa melihat sekitarnya yang menonton kejadian tersebut. Tomo yang merasa dipermalukan langsung menarik tangan Aisah dan memboncengkannya di motornya pergi meninggalkan Riris yang terbengong.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


To be continued πŸ˜‰


salam Sayang Selalu By; RR 😘