I'M NOT A FLOOZY

I'M NOT A FLOOZY
Bab 40



Perbincangan mereka lewat online semakin mengarah ke inti diskusi. Sekarang Anne bersama Beldiq pun ambil bagian dalam diskusi mereka.


"Hi mommy... Senang kita bisa kembali berbincang," senyum Palupi manis ia suguhkan di awal perbincangan.


Anne terharu, melihat putri semata wayangnya. Ingin hatinya berlari dan memeluknya. 'Andai Anthony hadir bersama kami. Ya Tuhan. Aku merindukan kebersamaan kami.' Ratap hati Anne.


"Mom..., What happen? Sambil melambaikan tangannya ingin menggapai Anne.


Anne tergeragap, dan tersenyum, "Mommy ingat daddymu sayang. Pasti dia sekarang bahagia melihat kita sudah saling jumpa walau baru secara online."


John dan Ray memang terlebih dahulu memberikan ruang untuk Palupi memulai percakapannya dengan Anne. sedangkan Beldiq dengan segala kesabaran dan ketelatenannya menemani Anne bekomunikasi dengan sang buah hati. Beldiq selalu mendukung apapun yang Anne lakukan, sepanjang Anne bahagia.


Raut wajah yang mulai menua, namun masih jelas dan tak mengurangi gurat kecantikan yang tidak lekang oleh waktu, nampak bersinar.


"It's okay sweetheart Gulizar, miss you so much. Hari ini kau terlihat manis dan cantik sayang. Tunggu mom datang ke Indonesia dan kita akan bersatu tanpa ada pemisah dan terpisahkan lagi." Mata Anne berkaca-kaca saat melihat orang-orang yang ada di sekeliling Palupi. Mereka orang-orang yang sangat perhatian dan mendukung segala kebutuhan dan mendampingi proses Gulizar alias Palupi bermetamorfosis selama ini.


John pun terharu menyaksikan dan melihat tatapan mata antara ibu dan anak yang sekian waktu terpisah oleh keadaan.


Setelah saling menumpahkan kerinduan, Palupi dengan suara pelan dan berhati-hati berbicara dengan Anne, kemudian memperkenalkan Liana, dan Anita yang duduk di sampingnya.


"Mom... Ini dokter Anita yang sedang menangani proses penyembuhan ibu Juleha, dan ini Liana sahabat sekaligus saudaraku, yang selama ini menjadi tempat Palupi belajar dan menceritakan keluh kesah Palupi padanya." Palupi mengedipkan mata kirinya sambil melempar senyum pada Liana.


Anita pun sebagai seorang ibu, terharu menyaksikan pertemuan anak dan ibu yang telah berpisah sekian belas tahun hanya lewat video call's saja. Menyaksikan reuni tersebut, membuat hatinya trenyuh dan mengeratkan genggaman tangannya di lengan Ray.


Berbeda dengan Liana yang jauh-jauh hari sudah saling mengenal Ray dan John, sehingga sedikit banyaknya dirinya telah mengetahui dan mengenal Palupi dan kepribadiannya yang terpuji. Liana dengan mudah memahami Palupi bedasarkan cerita-cerita mereka berdua sewaktu menerima tugas untuk memberikan Private lesson pada Palupi sejak awal pertemuan mereka beberapa waktu lalu.


Liana mendekati Palupi dan tangan kirinya memeluk bahunya sambil komentar, "Ish...ish... Baby, stop jadi melower ya sayang, hmmm," sambil melambaikan tangan kanannya kepada Anne. "Hi Nyonya Anne sangat senang bisa berbincang dengan anda di sini, anda sangat cantik dan mempesona. Terlihat dengan jelas, anda adalah sosok seorang ibu yang penuh kasih sayang.


Selamat berjumpa untuk pertama kalinya." Liana tersenyum dan merasa bersyukur ternyata kelembutan Palupi didapatkan dari ibunya.


"Nyonya Anne andaikan masih bisa, boleh juga dong adopsi eiyke. Jadi anak sulung juga tidak apa, biar punya Daddy yang keren," Liana menatap ke arah Beldiq yang dari tadi tersenyum sambil menggeleng kepalanya, karena sudah tau siapa Liana sebenarnya dari aura dan caranya berbicaranya.


"Lalu eiyke bisa punya Abang boss yang galak galak macho seperti dia, ha..ha...ha..." Liana tertawa lepas, dan merubah suasana yang mengharukan menjadi sebuah canda yang sedikit konyol karena ulah nya.


John dan Ray yang menatap Liana seakan ingin menerkamnya hidup-hidup, namun senyumnya masih tersemat dibibirnya.


Liana yang sadar telah membuat mata dua laki-laki itu berubah garang, ia melambaikan tangan perpisahan kepada nyonya Anne dan beringsut dari tempat duduknya dari sisi Palupi, sambil berkomentar, "Iisshh cyiinnn ya .. kalian selalu begitu sama eiyke, apa salahnya iyke sih...?"


Anita yang sudah tahu tentang perangai suami dan teman-temannya, segera melerai dan menutup candaan mereka sementara untuk lebih fokus ke permasalahan utama.


"Hello Nyonya Anne, Eemm... Maaf nyonya Anne. Perkenalkan saya dokter Anita. Saya adalah dokter Onkologi Ginekologi yang menangani kasus penyakit nyonya Juleha, dan kebetulan saya adalah isterinya Ray."


"Izinkan saya menyampaikan penjelasan terkait dengan kondisi kesehatan nyonya Juleha yang merupakan pasien saya. Dikarenakan keterbatasan obat-obatan yang khusus untuk jenis penyakit yang diderita oleh nyonya Juleha, kami mengalami sedikit kendala. Sehingga dalam menangani kasus nyonya Juleha, agar mendapatkan pengobatan yang lebih mendalam, bila boleh kami akan merujuk pasien ke Singapura untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut setelah proses kemoterapi berakhir. Selanjutnya kami kembalikan kasus ini kepada pihak keluarga yang sudah berupaya menolong dan membantu pasien untuk stabil dalam kesehatannya. Saya pribadi sangat memahami karena anda sekeluarga sebagai korban kejahatan nyonya Juleha, yang telah dirugikan. Namun tangan saya terikat oleh sumpah dokter."


Suasana kembali hening, mata Palupi saling pandang dengan mata John ada rasa khawatir pada diri palupi. Sedangkan Anne mengalihkan pandangannya kepada Beldiq, dan membalasnya dengan anggukan kepala Beldiq.


"Baiklah dokter, terima kasih banyak atas bantuan yang diberikan. Sebagai orang tuanya Gulizar, saya bersyukur, anak saya masih dipelihara dan dirawat oleh nyonya Juleha. Saya tetap akan membantu proses penyembuhan sakitnya, setidaknya penyakitnya dapat ditekan agar sel-sel kankernya dapat dimatikan sehingga bila tiba saatnya, nyonya Juleha dapat bertanggung jawab atas semua tindakannya di masa lalu.


"And...maybe for the next week, kami akan datang ke Indonesia. Mommy sudah tidak sanggup lagi mengulur waktu, menahan lebih lama lagi untuk rasa ini yang selalu ingin berjumpa dan memeluk putri cantikku." Senyum itu kembali merekah.


"Mommy.... Apakah kedatangan mommy ke Indonesia untuk segera melakukan proses hukum tehadap ibu Juleha?"


John menyela pembicaraan di saat Palupi terlihat belum mampu menerima hasil dari diskusi yang baru saja terjadi. "No baby, maksud mommy kita," John mengangguk ke arah Anne sambil memberikan isyarat dengan jarinya.


"Proses hukum akan tetap berjalan, dan itu pasti! Akan tetapi kita sebagai pihak yang dirugikan. Kita masih bisa memberikan toleransi karena keadaan yang sedang nyonya Juleha alami saat ini."


"Tapi John..."


"Tadi saat aku menjenguknya, Ibu Juleha baru saja mengatakan, ada sesuatu yang sangat penting untuk diserahkan kepada Mommy, dan itu sangat pribadi."


"Maksudnya....?"


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


apa๐Ÿ˜ณ๐Ÿ˜ณ?.... a-hhh lanjut maning ๐Ÿคญ


stay healthy, save and semangat selalu.


salam sayang selalu By: RR ๐Ÿ˜˜


TBC...