
Pagi itu, Ray menjemput John dan mengantarkannya ke Konsulat Jenderal Inggris di kota S. John dan Ray menyampaikan seluruh hasil kerja mereka dan sudah memastikan bahwa Palupi Tan Gulizar adalah Bethany Angelique Gulizar merupakan putri kandung Anne Wilson dan Anthony Gaozan yang hilang dalam kapal pesiar 'Bellina Cruise Ship' sekitar lima belas tahun lalu. Dengan data yang akurat itu secara otomatis, data warga negara Inggris yang tinggal di kota S bertambah. Karena tumbuh besar di Indonesia, Palupi mendapat perlakuan khusus untuk tinggal selama dia mau, tanpa harus dibebani kewajiban perpanjangan izin tinggal.
Selesai urusan di konsulat, Ray dan John bertemu dengan Anne dan Beldiq yang sudah menunggu di lobby hotel tempat Beldiq menginap. Secara bersamaan Liana juga datang mengantar Palupi yang menginap di apartemen Liana.
Ray yang datang bersamaan itu langsung menggoda John. "Ehm, agaknya semalam langit penuh bintang ya, Liana?" Liana yang mendengar pertanyaan Ray langsung menimpali, "bukan hanya penuh bintang Bos, bahkan cahaya bulan pun bersinar terang."
Palupi dan John salah tingkah digoda Ray dan Liana saat memasuki lobby hotel. John yang melihat Beldiq dan Anne berdiri menunggu mereka, langsung menarik tangan Palupi dan menggandengnya secara posesif. "Haiss anak ini, mentang-mentang baru bertemu sudah enggan melepaskan. Hai Bro, ingat! Di sebelahku ini mommynya Gulizar." Sambil tertawa Beldiq menggoda adiknya. Semua tertawa melihat tingkah pasangan yang sedang dimabuk rindu itu.
"Baiklah, karena kita sudah berkumpul di sini, bagaimana jika kita makan siang dulu. Kebetulan hari ini ada menu western yang baru." Tawar Anne. Semua setuju dan berjalan ke arah restoran hotel. Seorang pelayan menyiapkan meja sesuai jumlah yang akan duduk di meja makan. Chef restoran segera mendatangi mereka dan menawarkan daftar menu baru yang langsung disetujui oleh Beldiq.
Sambil menunggu chef menyiapkan main course (hidangan utama), mereka menikmati appetizer (hidangan pembuka) yang dikombinasikan dengan menu Indonesia. Mereka menikmati sambil menggoda Palupi dan John. Liana dan Ray tak henti-hentinya tertawa geli melihat tingkah sahabatnya yang digoda oleh kakaknya. Tak lama kemudian seorang pelayan datang dan memperlihatkan red wine kepada Beldiq sebelum membuka tutup botolnya. Beldiq setuju. Pelayan itu membuka botol dan menuang sedikit untuk dicicipi, kemudian Beldiq menganggukkan kepala. Pelayan berkeliling menuangkan wine ke semua gelas berkaki.
Tak lama kemudian seorang pelayan datang dengan mendorong trolley berisi hidangan utama. Manager restoran pun mengikuti dari belakang untuk mengecek servis yang diberikan petugasnya untuk menghindari complain, dan mempersilakan Beldiq dan rombongan untuk mulai makan dengan gembira. Makan siang diakhiri dengan cold dessert, perpaduan cake dengan buah yang menyegarkan lidah.
Usai makan siang, mereka pindah duduk di lobby yang lebih privat untuk berbincang tentang rencana kadatangan mereka ke rumah Juleha. Ray menjelaskan bahwa dokter Anita sudah merekomendasi dan menjamin bahwa Juleha dalam kondisi sudah siap menerima kehadiran mereka.
"So, nanti sore kita akan berdiskusi dengan Kapolres Harry bersama pengacara dan notaris, untuk menentukan jadwal kedatangan kita ke rumah Juleha." Papar Ray, dalam penjelasannya.
John langsung gelisah dan bertukar pandang dengan Ray dan Liana. John bingung melihat Palupi yang tiba-tiba menangis saat ditanya mommynya. Tak lama kemudian Palupi berhenti menangis. Liana bangkit berdiri dan mengajak Palupi ke rest room dekat lobby untuk membasuh wajah dan memperbaiki dandanannya. "Apakah kamu mengingat kebaikan atau kejahatan mereka, sayang?" Tanya Liana. "Iya, aku tiba-tiba ingat kebaikan dan kejahatan ibu dan mbak Riris." Dengan lugu Palupi nenjawab pertanyaan Liana. Jawaban yang jujur dari seorang gadis yang lembut hatinya mengiris jiwa Liana. Kejahatan Juleha dan Riris tak terampuni. "Dengar sayang, mereka itu sampah masyarakat. Aku yakin mereka akan dijerat dengan pasal berlapis, saat kejahatan mereka terungkap oleh polisi. Gulizar yang kukenal adalah gadis yang kuat. Tidak mudah patah semangat. Berani mengungkapkan kebenaran." Nasihat Liana menyemangati Palupi.
Selesai memperbaiki riasannya Palupi dan Liana kembali bergabung. Setelah Palupi duduk dan sudah tenang, John memberi tanda kepada Ray. Diiringi senyuman, Ray menyapa Palupi. "Nona Gulizar, ada hal yang perlu Nona ketahui, bahwa kita semua akan bertemu dengan pak Harry, Kapolres di sini. Ada kemungkinan juga nanti Nona akan ditanyai oleh polisi yang bertugas sebagai penyidik. Tetapi Nona tenang saja, nanti saat diwawancara oleh Tim Penyidik akan didampingi seorang pengacara. Jadi tidak usah takut. Kita semua harus tunduk pada prosedur berdasarkan hukum yang berlaku di sini. Bukan hanya nona Gulizar, saya dan John serta nyonya Anne, semua akan diwawancarai. Jadi nona Gulizar tidak sendirian." Panjang lebar Ray memberi penjelasan dan membuka wawasan Palupi, mengingat gadis itu belum pernah berurusan dengan kepolisian. "Saya siap uncle." Ucap Palupi sambil tersenyum. Ray terkejut dirinya disebut uncle dan langsung tertawa. "Hei, jangan curang dong Gulizar. Kok Bos Ray disebut uncle, harusnya aku dipanggil aunty juga." Protes Liana. "Oh, no no, kau tetap jadi ciciku yang paling cantik dan baik hati." Elak Palupi sambil tertawa. Melihat putrinya sudah kembali ceria, Anne meyakini bahwa Palupi sudah siap untuk diajak terlibat ke dalam proses selanjutnya.
Palupi kini menyadari bahwa sudah waktunya dia menerima perubahan status dari anak seorang germo yang ternyata bukan ibu kandungnya berubah menjadi anak Anne Wilson seorang CEO Perusahaan textil yang terkenal di Inggris. Yang belum diketahui oleh Palupi, bahwa dia juga akan menjadi gadis milyuner setelah dokumen yang disembunyikan Juleha berhasil diambil dari tangan Juleha.
Suasana pertemuan keluarga kecil itu disaksikan Ray dan Liana merupakan momen yang tak terlupakan oleh semua yang hadir. Liana terharu dengan keteguhan Anne yang tak pernah putus asa mencari dan berhasil menemukan satu-satunya ahli waris keturunan Anthony Gaozan. Ray pun tak henti-hentinya bersyukur mendapat kesempatan bekerja sama dengan dedektif kenamaan dari Inggris yang namanya sudah mendunia.
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
To be continued π
love and sayang always by: RR π