
Extra part
3 tahun kemudian...
“Alya.” Teriak Guzel memanggil putri cantiknya yang mungkin sekarang masih bermain dengan barbie kasayangannya.
“Yes mom. Alya datang.” Ucap Alya dengan semangat. Anak manis itu pun menghampiri ibunya yang sedang sibuk memilih baju.
“Alya. Sekarang waktunya mandi. Daddy sebentar lagi akan pulang kerja. Jadi kita harus menyambut kepulangan Daddy.” Ucap Guzel.
“Yeay. Daddy Alya mau pulang. Alya mau membelsihkan mainan dulu ya Mom. Habis itu Alya akan mengambil baju dan handuk. Mommy siapkan saja ailnya, agal Alya bisa mandi sendili.” Ucap Alya yang masih belum bisa bilang r dengan benar.
“Sayang. Mommy akan menyiapkan airnya. Tapi Alya tetep mandi sama mommy, ya. Nanti kalau Alya sudah waktunya masuk sd, baru nanti belajar mandi sendiri. Biar bersih. Soalnya anak seusia Alya sekarang, belum bisa mandi dengan bersih.” Tutur ibunya lembut.
“Nanti bakalan ada kumannya ya, mom. Kalau tidak belsih.” Tanya Alya ingin tau.
“Iya, sayang.”
“Baiklah mom. Nanti mandiin Alya dengan belsih ya.” Ucap Alya berharap.
“Iya sayang.”
“Yeay.” Teriak Alya sambil melompat-lompat. Anak seusia Alya sedang aktif-aktifnya. Itulah kenapa Guzel memilih untuk menjaga anaknya sendiri.
Saat Alya sudah masuk kedalam kamarnya, saat itu pula muncul berita di tv. Dan Guzel hanya melihat berita itu.
“Michelle dinyatakan meninggal akibat sering di pukuli oleh tahanan yang lainnya.” Begitulah isi beritanya.
Sore pun tiba. dan Zeky sudah pulang untuk mengkahiri kesibukannya bekerja.
“Daddy.” Teriak Alya saat melihat sang ayah keluar dari mobilnya.
“Oh, putri Daddy sudah sangat cantik sekali hari ini. Sini peluk Daddy.” Pinta Zeky. Kini putri semata wayangnya itu sudah berada di dalam pelukannya.
“Kau ini. Pemborosan kata dalam memuji.” Ucap Guzel sambil mengambil tas kerja Zeky.
“Tak apa bukan, kalau memuji anak sendiri. Oh ya Alya. Kenapa hari ini sepertinya ada yang berbeda dari anak Daddy. Kira-kira apa ya?” tanya Zeky agar sang anak memberi taunya.
“Daddy, kok Daddy lupa sih. Kan Daddy udah kasih hadiah buat Alya. Parfum baru, jadi sekarang wangi Alya sudah belubah.” Ucap sang anak sambil menepuk kepalanya dnegan pelan.
“Oh iya, Daddy lupa.” Ucap Zeky sambil tertawa.
“Hadeuh. Payah deh Daddy.” Alya kemudia geleng geleng dengan lucu. Kemudian kedua orang tuannya tertawa saat melihat raut wajah Alya yang menggemaskan.
...Malam Harinya...
“Sayang, apakah kau melihat berita hari ini?” tanya Guzel pada suaminya.
“Hm, iya. Aku mendengar Michelle sudah meninggal.” Jawab Zeky sambil mengelus pelan surai istrinya.
“Hm, lalu bagaimana dengan mu? Apa kah kau memaafkan segala kesalahannya?” tanya Guzel dengan lembut.
“Aku tidak berhak. Michelle bkan hanya merugikan kita. Masih banyak orang yang sudah dia sakiti. Terutama para wanita yang sudah di kencaninya lalu di tinggal begitu saja setelah di pakai.” Ucap Zeky seakan sudah tidak perduli.
“Tetapi cara meninggalnya cukup tragis juga. Ia meninggal di potong – potong dalam keadaan hidup. Pasti sangat menyakitkan.” Ujar Guzel dengan bergidik ngeri. Membayangkan betapa menyakitkannya hal itu.
“Tumben membahas Tuhan. Memangnya kamu juga tidak suka membunuh?” canda Guzel.
“Aku membnuh hanya untuk mempertahankan diri dan melindungi orang – orang yang aku sayangi. Aku berbeda dengan dia.”
“Cih.” Guzek berkata dengan raut wajah meremehkan.
“Ck, kau ini. Apa kau sedang tidak mempercayai suami mu? Habis kau malam ini. Akan aku terkam kau sampai tepar.” Ancam Zeky dan benar dilakukannya. Ia sedang berusaha memakai lahan sawahnya. Siapa tau nanti Alya punya adik lagi.
“Ampun bos. Ampun! Haha.. mantap mas. Semangat mas. Jangan berhenti mas.”
.
.
.
“Sayang, aku mau bulan madu lagi.” Ucap Guzel.
“Bulan madu? Dulu kita bulan madunya keliling dunia. Kau mau lagi? Aku tidak keberatan. Alya titip kan saja pada ibu mertua dan ayah mertua.” Ucap Zeky dengan santai.
“Bukan. Aku ingin kita bulan madunya sama Alya juga.” Ucap Guzel.
“Terus?” tanya Zeky tidak mengerti.
“Aku maunya kita bulan madunya ke hotel. Hotel DE Amor. Aku mau di sana. Karna di tempat itulah pertama kali pertemuan kita. Aku rindu masa – masa pertengkaran kita.” Ucap Guzel dengan semangat.
“Kau mau kesana?
“Ya.”
Baiklah. Aku akan mengkosongkan hotel itu sementara. Dan menyulapnya menjadi lebih indah.” Ucap Zeky menyetujui. Melakukan hal seperti itu sangatlah mudah.
“Wah. Makasih suamiku yang tampan. Yang romantis ya.” Pintanya.
“Tentu saja. Kasih tau aku saja tanggal berapa. Nanti aku akan menyuruh Kai melakukannya.”
.
.
.
.
TAMAT
TERIMA KASIH YANG SUDAH MEMBACA DAN KASIH TIPS BUAT AKU.
KISAH LEO SAMA LEONA BELUM AKU TULIS YA. TUNGGU SAJA YA.
SEMOGA KITA SEMUA SELALU DALAM LINDUNGAN TUHAN KITA MASING-MASING.