
persiapan pernikahan
“Hahaha...” tawa Levent saat ia berada di mansion Damian.
Levent baru tau kalau anak Damian adalah Guzel. Ia selama ini tertipu. Sekarang terjawab
sudah kenapa ia sangat menyukai Guzel di awal pertama ketemu.
“Aku sangat menyukai wajah kesal Zeky saat aku harus membawa Guzel kembali kerumah.” Ucap Damian
sambil tetawa.
“Apakah bocah ingusan itu sudah tau siapa Guzel sebenarnya?” tanya Levent penasaran. Ia berharap Zeky tidak mengetahui hal itu. Dengan itu dia bisa menghinanya sepuasnya karna kalah start dari ayahnya.
“Tidak sama sekali. Ia hanya tau kalau Guzel adalah orang yang aku kenal. Jadi sepertinya
anak itu tidak mengetahuinya.” Ucap Damian sambil menyeruput kopinya.
“Bagus. Kalau begitu pernikahan akan di adakan semingggu lagi.” Ucap Tuan Levent.
“Seminggu lagi?”
“Kenapa, kau tidak mau jadi besan ku?”
“Oke, Deal.” Mereka saling berjabat tangan dan tertawa senang karna sebentar lagi mereka
akan jadi keluarga.
Setelah perincangan yang hangat itu, mereka pun menyiapkan semua yang di perlukan untuk
pernikahan. Dengan uang, waktu seminggu sudah cukup untuk menyiapkan semuanya.
Zeky yang tidak tau kalau ia akan di nikah kan pun masih sibuk mencari kemana
perginya Guzel. Ia masih mengira kalau Damian adalah orang yang hanya di kenal
Selama seminggu Zeky menjadi orang gila. Ia terus berteriak kemansion paman Damian sambil mencari di perusahaan. Ia mencari dimana keberadaan Guzel. Dan selama seminggu itu ia tidak menemukan mereka. kemana Damian membawa Guzel pergi?
Sedangkan Guzel yang di cari Zeky sampai kalang kabut sendiri sedang menonton TV sambil menyantap cemilannya. Ia tertawa keras saat melihat adegan lucu di TV itu.
Zeky hampir mirip seperti gelandangan. Ia makan tidak teratur. Ia juga kurang tidur. Bahkan kantung mata tercetak jelas di kedua matanya. Setiap malam Zeky selalu memakai bantal yang sering ia gunakan bersama Guzel. Ia sangat merindukan wanita itu.
Besok hari pernikahan telah tiba. malam itu Guzel tidur dengan nyenyak. Dan bangun pagi
dengan wajah segar. Berbeda dengan Zeky yang masih terlelap di pagi hari karna masih kurang tidur.
“Tok.. tok.. tok...” seseorang mengetuk pintu kamar Zeky. Pria itu membukanya dan langsung
membangunkan seorang pria yang masih terlelap di atas ranjang.
“Tuan Muda.” Ucap sekertaris Kai. Ya, yang memasuki kamar tuan muda kaya itu adalah sekertarisnya sendiri karna ia mendapat tugas untuk membangunkannya dan membawanya ke Altar.
Karna pria itu masih saja tertidur dan tidak mau bangun, akhirnya sekertaris kai tidak punya pilihan lain selain menculik Zeky. Lagian Tuan Levent menyuruhnya untuk membawa Zeky. Hanya di suruh membawa. Jadi membawa dengan cara menculik tidak apa, kan?
Zeky masih terlelap dalam pencurian itu karna ia baru saja tertidur pagi tadi jam 5.
Seluruh persiapan pernikahan sudah di lakukan. Bahkan Zeky langsung di bawa ke
ruang ganti untuk memakai Tuxedo indah berwarna putih.
Guzel sudah di rias menjadi sangat cantik. Semua orang pangling melihatnya. Seluruh tamu undangan sudah datang. Mereka tidak semua dari kalangan atas. Bahkan teman Damian yang beberapa orang biasa juga di undang.
Mereka semua antusias untuk melihat pernikahan dari anak kedua orang berkuasa itu.
Pernikahan itu di siarkan secara live. Bahkan mempelai pria masih belum sadar,
padahal pernikahan di laksanakan sebantar lagi.
Bersambung......