
Kedua insan itu saling tatap dengan raut yang berbeda beda. Zeky sedikit was was karna hanya ada mereka berdua di sana. Gadis galak itu akan melakukan apa saja untuk melampiaskan rasa kesalnya.
“Ekm, begini saja. Ingat ya, kau harus memperlakukan ku dengan baik.” Ucap Zeky sedikit waspada.
Terdengar suara Guzel sedang menusukkan garpu dengan suara yang sangat memekakan telinga, Zeky sampai terlonjak kaget ,mendengar suara itu.
“Kau mau mati?” terdengar suara Guzel dengan nada di tekan.
“Gawat, apa yang akan dia lakukan?” pikir Zeky dalam hati. Ia sangat benci dengan keadaan dirinya yang tidak bisa melihat.
“Hey, kau tau bukan, kalau kau tidak akan selamat jika dirimu berani mengusik ketenangan ku. Banyak orang yang tidak akan menerima hal itu, nona. Bukan hanya kau yang akan menerima akibatnya, orang orang terdekat mu juga akan menerima akibat dari perbuatan mu itu.” Zeky sedikit mengancam. Walau bagaimana pun ia tidak boleh kalah dengan gadis yang menurutnya harganya tidak sebanding dengan dirinya.
“Benarkah, Tuan?” kata Guzel lembut namun di barengi dengan tawa meledek.
“Kau, beraninya kau menertawakan ku?”
“Tidak, Tuan. Saya malah prihatin. Dalam kondisi yang tidak bisa melihat ini, anda terlihat sangat lah berbeda dari biasanya. Kalau dalam kondisi normal, akan ada banyak wanita yang akan memuja mu. Lalu kita lihat, apa yang akan terjadi jika dunia tau kalau pangeran yang selalu mereka puja kini tidak lah sempurna.”
“Kau??”
“Hm... kau ingin mencobanya?” ucap Guzel sambil menaikkan sebelah alisnya.
“Ciiihhh... pesona seorang milyader tidak akan pernah luntur.” Ucap Zeky masih dengan percaya diri.
“Setidaknya aku harus mengajarinya kesopanan kepada yang lebih tua. Dan juga, sikap sombong nya itu sangat membuat ku muak. Apa yang harus aku lakukan agar berhasil? Apakah aku harus mengerjainya?” Guzel sedang berdebat dengan batinnya.
“Oh, begitu kah? Harus kah anda mencobanya, Tuan?”
“Mencoba apa?”
“Untuk masih berkeliaran di dunia maya dengan keadaan seperti ini. Harus kah aku membantu mu untuk populer?”
“Jangan melampaui batasan mu, pelayan.” Ancam Zeky.
“Kau ini, aku ini pelayan yang istimewa tau. Kau saja yang tidak tau kehebatan ku.” Ucap Guzel jengkel.
“Kehebatan kau bilang? Kau itu tidak punya bakat apa apa. dan bakat mu hanya menjadi pelayan. Jadi jangan melampaui batas mu dan bekerja lah dengan baik, si pelayan.”
“Jaga ucapan mu. Kau tidak tau apa apa tentang aku.”
“Orang seperti mu hanya akan melakukan apa saja demi uang, aku benar kan?” ejek Zeky.
“Apa maksud mu?”
“Kau pura pura tidak tau?”
“Apa maksud mu, aku suka memacari orang kaya?”
“Lebih tepatnya kau suka menggoda mereka.” Ucap Zeky dengan lantang.
Guzel merasa sangat tersinggung mendengar kata menyebalkan itu. Guzel langsung menampar keras pipi pria itu dengan tangan kanannya.
Plakkkkk
Guzel sendiri sangat terkejut dengan tindakan tangannya sendiri. Namun ia tidak perduli. Menurutnya, harga diri lebih penting.
“Kau sedang mendaftarkan diri menjadi calon mayat, ya?” teriak Zeky kencang karna kesal. Beraninya gadis bar bar ini memperlakukan ia seenak jidat. Dapat keberanian dari mana?
“Kau fikir semua orang akan takut dengan diri mu. Jangan terlalu naif Tuan. Asal kau tau, jangan melihat sebuah buku dari covernya. Yang penting adalah ‘isi’ nya, asal kau tau itu!” gertak Guzel yang kemudian langsung berlalu meninggalkan rumah sakit itu.
Guzel menutup pintu kamar rawat itu dengan keras. Air mata langsung keluar dari kedua mata indahnya itu.
Guzel hanya menelusuri rumah sakit itu, ketika melihat taman, Guzel langsung berhenti dan menangis di sana.
.......................................
Seorang pria tampan sedang berjalan menelusuri koridor rumah sakit dengan tampang misterius. Pria itu menuju tempat di mana Zeky sedang di rawat.
Senyum sinis nya kini berganti biasa saat ia sudah memasuki kamar zeky.
“Kau baik baik saja, kan?” tanya nya.
“Ck, tidak usah basa basi dengan ku.” Ucap Zeky dengan sarkas.
Meskipun tidak bisa melihat, namun Zeky masih mengingat suara orang yang sudah di kenal nya.
“Ingatan mu tajam sekali.” pujinya dengan mengejek.
“Tentu saja. Orang licik seperti mu harus di ingat dari setiap jengkal apapun itu. Karna aku tidak akan tertipu dengan muslihat mu.” Ucap Zeky. Ya benar. Pria yang datang itu tadi adalah rival nya Zeky. Michelle Reborn.
“Wow, ucapan mu mengerikan sekali. lembut lah sedikit sobat, kita adalah teman, bukan?”
“Sejak kapan aku berteman dengan ahli pembohong seperti mu? Kau bisa saja menipu setiap polisi atau pun orang biasa, tapi ingat ya, aku tidak akan pernah terjerumus oleh perkataan mu. Dan apa kau bilang? Teman? Sejak kapan kita berteman? Aku bahkan lebih baik hidup sendirian di muka bumi ini dari pada aku harus berurusan dengan mu setiap hari.”
“Ayolah, kenapa juga kau begitu sangat membenci ku? Jangan terlalu benci, nanti jatuh cinta loh.” Canda Michelle.
Zeky merasa ingin muntah mendengar kata kata seperti itu.
“Sudahlah, jangan membual di ruangan ku. Lebih baik kau pergi dari sini.” Zeky mengusir karna ia sudah sangat jengah berdebat. Apalagi dengan orang muka dua seperti Michelle.
“Jangan bilang kau masih dendam dengan masa lalu? Ayolah, tidak sepenuhnya salah ku. Dora yang duluan merayu ku. Lelaki mana yang tidak akan tergoda oleh pesonanya? Kau sangat tau pasti tentang itu.”
“Sudah ku bilang pergi saja, atau aku akan memanggil pengawal ku untuk menyeret mu keluar dari sini.”
“Kau ternyata sangat mudah meninggalkan teman lama mu? Bahkan kau tidak ingin berbicara dengan lembut.”
“Aku bukanlah wanita yang lemah lembut, aku juga bukan pria gemulai. Jadi pergilah dari sini.”
“Baiklah sobat, jika itu adalah mau mu.” Ucap Mich yang langsung keluar dari kamar itu.
Mich sangat terpesona ketika melihat seorang gadis dengan wajah yang sangat cantik sedang berjalan berlawanan arah dengan nya.
“Nona?” panggilnya pada gadis itu.
“Ya,” si gadis pun berhenti dan memperhatikan apa yang akan Mich sampaikan.
“Mata mu sembab, apa kah kau habis menangis?”
“Sepertinya anda salah faham. Saya dari luar tadi pakai motor, makanya kena debu. Apakah wajah saya terlihat mengerikan?” ucap si gadis berdusta.
“Tidak. Kau tau, seorang wanita seperti mu kadar kecantikannya akan berkurang ketika menangis. Dan akan terus bertambah ketika tersenyum. Oleh karna itu, tersenyum lah.”
Mendengar itu si gadis pun tersenyum. “Baiklah, kalau begitu aku permisi.”
“Ya, terima kasih.”
“Sama sama.” Ucap Mich sambil mengedipkan sebelah matanya.
Si gadis hanya geleng kepala melihat kelakuan pria itu. “Pria seperti itu biasanya adalah tipe pria playboy yang suka gombalin setiap gadis cantik yang di temuinya. Dia fikir aku akan terpesona gitu?” pikir si gadis.
Bersambung.....