Hotel De Amor

Hotel De Amor
Tidak akan mengalahkan pesona mu




tidak akan mengalahkan pesona mu



Michael saat itu masih berkencan dengan salah satu wanita bayarannya. Seorang anak buahnya mendekatinya dan membisikkan sesuatu yang mampu membuat Michael marah besar.


“Bagaimana bisa data perusahaan bocor? Siapa yang berani masuk dan menyusup kesana?” teriak Michael marah besar.


Michael segera mengambil hp dan beranjak pergi. Ia berniat untuk mendatangi ayahnya.


“Sayang, kau mau kemana?” teriak wanita bayarannya tidak terima, karna ia belum meminta uang dari Michael.


Saat di tengah jalan, Michael sangat kesal saat kedua matanya tidak sengaja melihat berita di TV. Tentang bisnis ilegal yang sudah ia jalankan.


“Kurang ajar. Baj*ingan mana yang sudah berani bermain dengan ku?” teriaknya marah.


Ddrrtt drrrtt


Michael segera menjawab telvon itu.


“Ya, Dad.” Ucap Michael menjawab.


“Tamat sudah. Apa yang sudah kau lakukan. Kau itu sangat ceroboh. Bagaimana bisa hal ini terjadi?” amuk ayahnya di telvon.


“Aku bisa mengatasinya, dad.” Ucap Michael masih keras kepala.


“Masalah sudah menjadi seperti itn dan kau bilang bisa mengatasinya. Pulang sekarang.” Umpat Daddynya.


Panggilan pun tertutup dan Michael hanya bisa membanting hp mahalnya.


....................


“Kau yakin, dengan cara seperti ini mereka akan keluar dari tempat persembunyiannya?” tanya Zeky.


“Tentu saja Tuan. Kita sudah memiliki cukup banyak bukti kejahatan mereka. jadi mereka harus kelihatan hidungnya. Baru nanti kita menggali lebih banyak tentang mereka. dengan begitu kita bisa membuat mereka di penjara lebih lama.” Ucap sekertaris Kai mantap.


“Bagus. Lakukan dengan baik. Aku sangat tidak menyukai kegagalan.”


“Ck, tutup telvonya jika kau hanya bisa berkata hal yang tidak penting.” Pekik Zeky kesal.


Sekertaris Kai tertawa dalam hati mendengar itu. Padahal Tuannya sendiri bisa menutup telvonnya sendiri tanpa berkata kalau ia ingin.


...................


“Zeky apa kau tidak punya kerjaan?” tanya Guzel saat ia masih berada di tempat kerjanya. Biasanya Zeky sangat rajin kekantor, tapi apa yang sudah dia lakukan akhir – akhir ini? Pria itu tidak punya beban sama sekali dan suka mengganggu Guzel.


“Pekerjaan ku banyak.”


“Lalu kenapa kau masih suka bermalas – malasan disini?”


“Aku sangat merindukan mu. Tidak kah kau juga merindukan ku?” ucap Zeky genit.


“Ck, ingat ya. Kamu harus bekerja. Aku tidak mau menikah dengan orang pemalas seperti kamu. Oke.”


“Kamu ini perhitungan sekali. padahal aku selalu bekerja keras saat ini. Setelah aku menemukan seseorang yang aku cintai, aku tidak mau bekerja terus dan ingin menikmati waktu dengan wanita ku.”


“Ngga usah gombal.” Ucap Guzel yang masih berkutat dengan pekerjaannya.


“Kau punya waktu malam ini?” tanya Zeky sambil mengusap lembut kepala Guzel.


“Kenapa?” Guzel tidak menjawab pertanyaan itu, tapi ia malah bertanya.


“Ada acara perayaan perusahaan salah satu rekan bisnis ku. Kalau kau mau menemani, aku akan datang. Tapi jika kamu menolak, aku tidak akan datang.”


“Kenapa seperti itu?”


“Aku sangat malas dan bosan dengan pertanyaan mereka yang akan mengenalkan aku denagn putri mereka. dan aku tidak suka itu.”


“Itu bagus. Bukan kah mereka adalah anak dari keluarga terpandang dan terhormat. Kau tidak akan rugi apapun. Justru kau akan menyesal jika menikah dengan ku yang miskin ini.” Sebenarnya Guzel hanya berbicara omong kosong saja.


“Kau salah besar. Mereka memang kaya dan cantik. Tapi mereka tidak akan bisa mengalahkan pesona mu.”


Hati Guzel menghangat mendengar itu.


Bersambung..........