
69 Hidangan Malam
Malam itu mereka langsung pulang, karna mereka sudah tidak ada keperluan apa – apa lagi di pesta yang membosankan itu.
“Aku belum mencicipi aneka makanan yang ada di sana. Kau malah mengajak ku cepat pulang.” Gerutu Guzel saat mereka berada di dalam mobil. Zeky tertawa saat melihat wajah jutek Guzel yang terlihat sangat lucu di matanya. Sekertaris Kai hanya diam mendengarkan obrolan mereka.
“aku akan membelikan mu makanan yang lebih enak lagi dari pada hidangan yang ada di sana. Aku lebih suka kalau kita hanya berduaan. berada di tempat ramai seperti di sana, hanya akan membatasi ruang gerak ku. Dan aku tidak suka itu. Kau tau bukan, di dekat mu aku tidak bisa diam saja. Pengan tak pepet terus.” Ucap Zeky sambil memainkan rambut Guzel. Karna sekarang wanita itu berada di sampingnya sambil memeluknya dengan erat.
“Benarkah? Kau akan memanjakan lidah ku?” tanya Guzel senang. Ia sudah lama tidak menikmati kehidupan mewahnya. Ia ingin merasakan lagi, makan steak dan lainnya. Makanan – makanan menggiurkan itu sudah ia bayangkan, ia hampir meneteskan air liurnya.
“Ya. Kau bisa menikmati mereka semua. Dan tetap lah bersama ku. Aku harap kau bisa menjaga kepercayaan yang sudah ku berikan kepada mu. Tidak ada rahasia di antara kita. Jika kau merasa ada yang janggal atau merasa tidak nyaman. Kau harus segera memberitahukan hal itu kepada ku. Aku akan menyelidiki dan memastikan kau baik – baik saja.” Ucap Zeky menatap serius kearah Guzel.
Mendengar itu Guzel sangat senang. Syarat itu sangat lah mudah karna ia tidak pernah kepikiran untuk selingkuh atau pun sejenisnya. Buat apa selingkuh, sedangkan pria di depannya ini sudah sangat sempurna. Sepertinya ia tidak salah menaruh hati pada pria itu. Mungkin karna terbiasa bersamanya, ia menjadi jatuh cinta dnegan sosok Zeky yang sempurna. Semua hinaan yang mereka lontarkan dulu hanya lah candaan. Tanpa mereka sadari, mereka hanya bisa menyalurkan rasa di hati mereka lewat pertengkaran kecil itu. Sekertaris Kai tersenyum geli mengingat kelakuan keduanya dulu yang menggelikan.
Sekarang mereka sudah berada di sebuah restoran yang sangat mewah. Seperti yang sudah di janjikan Zeky, ia memanjakan gadisnya itu. Guzel sangat senang saat melihat makanan yang sangat ia sukai namun akhir – akhir ini tidak punya uang sebegitu banyak untuk membelinya.
Setelah kenyang mengisi perut mereka. mereka kembali ke mansion utama.
“Si Tua angka itu memang tidak pernah pulang. Ia sangat suka berada di kantor.” Jawab Zeky sambil menciumi kecil pipi Guzel. Mereka saat ini berada di atas ranjang.
“Jangan memanggilnya seperti itu. Kau harus menghormatinya. Dia ayah mu.” Ucap Guzel memberi tau. Guzel juga memeluk sambil mengelus lengan Zeky agar dia tidak marah saat Guzel memerintah sperti itu.
“Aku akan melakukannya.” Ucap Zeky dengan yakin.
“Benarkah?” Tanya Guzel senang. Ia tidak mengira akan semudah itu memerintahkan Zeky.
“Ya. Setelah aku memakan hidangan malam ku.” Ucap Zeky.
Guzel awalnya tidak mengerti dengan ucapan Zeky. Namun saat tubuh nya mulai di grayangi sama si pemilik tangan nakal, Guzel pun baru faham kalau hidangan malam yang Zeky maksud adalah dirinya.
Bersambung...........