
kamu harus bisa memasak
Zeky hanya bisa tergelak saat ia mendengar ancaman konyol Guzel. Apa katanya, orang tua Guzel akan menerornya? Tidak semudah itu. Apalagi Zeky selalu di jaga ketat oleh para pengikut setianya.
“Oh, aku sangat takut dengan ancaman mu, Gadis bar bar. Oh, aku takut sekali. Tidak bisa kah kau membatalkan rencana kedua orang tua mu. Berilah aku belas kasihan.” Ucap Zeky dengan raut menyedihkan yang di buat - buat. Zeky mengucapkan itu hanya untuk menggoda Guzel. “kau fikir aku akan memohon seperti itu? Aku ini bukan anak penakut, asal kau tau.” Kata Zeky dengan percaya diri.
Guzel hanya bisa terdiam. Guzel sebenarnya sangat kesal pada Zeky, dan ingin meminta bantuan kepada sang ayah untuk membersihkan namanya. Tapi sepertinya ayah nya Cuma ingin ia menjalani hidupnya sendiri. Ayahnya ingin ia mandiri dengan caranya sendiri. Jadi Guzel harus bisa mengatasi masalah nya sendiri juga.
“Terima saja, Guzel. Penderitaan ini hanya lah bersifat sementara. Setelah ini, kau bisa membalas semua perlakuan buruk jeki juki ini pada mu. Tunggu saja tanggal mainnya.” Gumam Guzel dalam hati.
........................................................
Setelah melewati drama di kamar mandi, mereka juga sedang berdebat ketika berada di dapur. Pasalnya Guzel melihat banyak pelayan di sana. Dan mereka sepertinya adalah koki yang sangat handal. Tapi Zeky bersikeras untuk meminta Guzel yang masak. Padahal Guzel sama sekali tidak pernah menyentuh alat - alat dapur. Dan Guzel belum pernah belajar memasak.
“Kau akan keracunan kalau aku yang masak. Masakan ku sangat buruk. Jadi, biar para pelayan saja yang masak, ya.” Pinta Guzel dengan memelas. tapi sepertinya permintaan Zeky sudah tidak bisa di ganggu gugat.
“MASAK SENDIRI!” perintah itu membuat Guzel ingin menceburkan pria buta ini kedalam sumur.
Dengan sangat kesal, Guzel memasak dengan asal. Guzel juga tidak mau bertanya pada pelayan disana. Biar saja Zeky keracunan memasak masakannya. Guzel padahal udah bilang kalau ia ngga bisa. Tapi masih tetap memaksa.
Tips memasak ala Guzel. Di jamin Enak :
Saat itu Guzel mencuci kangkung. Kangkung itu ia cuci dan cincang dengan tidak beraturan. Guzel kemudian menyalakan kompor dan menuangkan minyak kedalam wajan. Sambil menunggu mendidih, guzel hanya mengupas bawang, tanpa mengirisnya.
Setelah minyaknya panas, bawang merah dan putih itu langsung di masukkan, juga lombok yang masih utuh juga langsung di masukkan. Setelah itu, Guzel memasukkan kangkung.
Setelah dirasa udah empuk, Guzel memberi micin dan gula yang sangat banyak. Para pelayan yang lain, yang melihat adegan memasak Guzel sampai ada yang mual. Karna mereka membayangkan gimana rasa masakan Guzel. Pasti rasanya sangat hancur.
Namun mereka tidak ada yang berani berkomentar apalagi menegurnya. Mereka mengira Guzel adalah kekasih Tuan muda mereka, jadi mereka akan memperlakukan Guzel dengan baik.
Zeky tersenyum senang saat mendengar suara hidangan sudah di letakkan di atas meja. “Kau sudah selesai masak?” tanya Zeky. Kesenangannya hampir mirip dengan seorang suami yang telah menunggu sang istri selesai masak.
“Iya sudah. Dan semuanya sudah ada di atas meja. Makan saja.” Perintah Guzel dengan jengkelnya.
“Hey, kau ini. Aku tidak bisa melihat dimana sendok dimana piring. Jadi kau harus menyuapi aku. Oke. Aaaaaa “ pinta Zeky sambil membuka mulutnya lebar lebar.
Jangan tanya ekspresi Guzel sekarang. Ia ingin menelan Zeky hidup - hidup. Dengan amat terpaksa, Guzel menyuapi Zeky dengan nasi yang penuh. Saat makanan itu sudah sampai di mulut, Zeky langsung memuntahkannya.
“Air, air.” Pinta Zeky karna rasa eneg itu masih terasa di mulutnya. Ini bukan makanan. Ini racun yang ia makan.
Guzel langsung mengambilkan air tanpa berkata apapun, Guzel hanya cekikikan tanpa suara. “Rasain. Emang enak. Salah mu juga, sudah menuduh aku sembarangan. Dan kau juga suka memerintah ku seenaknya. Aku ini tidak suka di suruh - suruh. Apalagi yang nyuruh adalah orang menyebalkan seperti kamu. Big No!” pikir Guzel dalam hati. Sebenarnya perutnya terasa menggelitik dan ingin meledakkan tawanya. Tapi sayang, ia menahannya karna tidak mau membuat Zeky tambah marah.
“Kau, jangan main - main ya,dengan ku. Kau mau meracuni ku dengan masakan mu yang super duper pahit itu.” Ucap Guzel kesal sambil menghina masakan Guzel yang terasa sangat tidang enak.
“Hey, sejak kapan kangkung rasanya sangat pahit?” tanya Guzel penasaran.
“Tentu saja sejak si kangkung berteman baik dengan si pete.” Canda Guzel karna ia ingin agar Zeky melupakan hukuman yang akan di timpakan kepadanya.
“Jangan bercanda dengan ku, kau fikir itu lucu? Pikirkan saja semua dosa – dosa mu pada ku. Kau hampir membuat ku mati mendadak disini. Oleh karna itu, kau akan aku hukum.” Kata Zeky dengan santainya.
“Sudah lah. Tidak bisa kah kau lupakan kejadian hari ini? Lagian semua ini tidak sepenuhnya salah ku. Kau yang memaksa aku untuk memasak. Padahal aku sudah bilang kalau aku itu sangat tidak bisa memasak. Seharusnya kau ingat itu. Jangan main seenaknya saja menghukum.” Guzel sedang berusaha untuk membela dirinya sendiri.
“Tapi,” Zeky kehilangan kata kata. Hingga akhirnya ia memanggil seorang pelayan.
“Minah.” Panggil Zeky pada kepala pelayan.
“Iya Tuan.” Ucap Minah setelah ia selesai berlari kencang untuk segera memenuhi panggilan Tuan nya.
“Masak makanan yang paling enak. Dan juga, buatkan aku jus kesukaan ku agar aku bisa melupakan rasa makanan yang baru saja ku makan. Rasanya sungguh menjijikan.” Umpat Zeky saat saat kembali mengingat rasa tidak enak dari masakan Guzel.
“Tuan, anda tidak perlu menghina makanan yang sudah aku masak. Padahal aku sudah berusaha untuk memasak tadi. tapi kau sama sekali tidak menghargai kerja keras ku.” Protes Guzel pada sang pemilik rumah.
“Oh ya? Kau bisa memasak?” tanya Guzel.
“Kan sudah aku katakan tadi, kalau aku tidak bisa.” Jawab Guzel dengan jengah.
“Bukan kah saat kau memasak, kau di kelilingi oleh banyak pelayan?” tanya Zeky yang entah kenapa kini sudah sangat kesal.
“Iya, mereka hanya melihat ku tanpa mau membantu ku.” Ucap Guzel sangat tidak suka dengan sifat para pelayan yang seenaknya saja padanya. Setidaknya mereka sedikit membantu.
“Aku yang menyuruh mereka untuk melihat mu saja. Karna aku ingin melihat sejauh apa kemampuan mu itu. Cih, ternyata kau tidak berguna sama sekali.” hina Zeky karna ia masih saja kesal saat mencicipi rasa makanan yang seperti racun itu.
“berapa lama?” tanya Zeky kemudian.
“Maksudnya?” beo Guzel.
“Huh, kenapa juga aku harus membawa gadis bodoh seperti mu masuk kedalam rumah ku,” ucap Zeky dengan perasaan kesal karna frustasi.
“Aku tidak bodoh, asal kau tau.” Guzel semakin marah. Mau di apakan saja, entah kenapa ia sangat membenci Zeky. Lelaki ini terlalu galak. Dan tutur katanya beracun. Guzel akan tersakiti hatinya ketika mendengarkan kata tercela dari pria ini.
“Ya, ya , ya. Baiklah. Aku akan mengakui kemampuan mu, tapi dengan syarat. Kau harus tunjukkan pada ku kalau kau bisa memasak hanya dalam waktu satu minggu. Senin depan, kalau kau berhasil memasak dengan rasa yang enak, aku akan memberi mu bonus, jika kau berhasil.”
“Bonus?” tanya Guzel tidak percaya, sejak kapan pria ini menjadi baik padanya?
“Ya.” Jawab Zeky dengan pasti.
“Apa kau akan memberi ku uang?” tanya Guzel dengan menerjabkan matanya. Ia butuh uang karna ia sedang miskin sekarang.
“Ck, kenapa kau ini mata duitan sekali? tidak heran, kalau gadis seperti mu sudah tidak perawan lagi.”Zeky memulai perkataan hina nya lagi.
“Kau! Tidak bisa kah kau tidak berkata hal yang menyakitkan. Kau belajar apa sih di bangku sekolah. Mulut mu itu harus di ajari lagi. Ucapan mu sudah sangat keterlaluan pada seorang wanita.” Teriak Guzel karna ia sangat tidak suka di hina seperti itu oleh Zeky. Baru saja tadi ia sempat heran, kenapa Zeky berbaik hati, mau memberinya bonus. Ternyata pria itu tidak berubah.
“Lihatlah dirimu, kau sangat menyukai uang.” Tuduh Zeky semakin menjadi.
“Hentikan.”
“Kau sudah tidak bisa mengelak lagi, berapa harga tubuh mu setiap malam?”
“Bre***sek.” Teriak Guzel sambil menampar pipi Zeky.
“Kau, beraninya kau pada ku?” pekik Zeky karna tamparan itu terasa sangat lah sakit sekali. Pasti pipi Zeky berwarna merah sekarang.
“Tentu saja saya suka sama uang. Anda tidak mengizin kan saya bekerja, bahkan anda berkata tidak akan menggaji saya. Lalu saya harus makan dengan apa?” tanya Guzel dengan amarah, suaranya langtang. Seakan tidak takut sama sekali dengan Zeky. Ia bersumpah, akan membalas pria ini suatu saat nanti.
“Wow, kau sudah berkata formal lagi pada ku? Baiklah. Karna sekarang kau sudah menghormati ku lagi.aku akan beri keringanan pada mu.”
“What? Keringanan?”
“Ya. Awalnya aku ingin kau belajar memasak sendiri tanpa harus meminta bantuan pada siapa pun dan tanpa alat apapun. Karna kau sudah menghormati ku kembali, maka aku memperboleh kan mu belajar dengan bantuan handphone.” Kemudian Zeky melemparkan sebuah HP keluaran terbaru untuk Guzel.
“Ini bukan lah hp milik ku.” Ucap Guzel. Hp yang dimiliki Guzel hanya lah hp murah yang sengaja Guzel beli agar penyamarannya sempurna.
“HP mu sangat kuno. Kau pakai saja HP itu.”
“Tapi nomor kontak di hp lama ku ada kontak nya keluarga ku. Bagaimana kalau aku merindukan mereka?”
“Maka lakukan tugas mu dengan baik. Aku akan mengembalikan kembali hp mu kalau aku sudah mempercayai mu.”
“Hey kau...”
“Kau bisa saja menelfon orang terdekat mu untuk meminta bantuan agar keluar dari tempat ini. Jadi untuk sementara aku akan menyita hp mu.”
“Bagaimana kau bisa melakukan hal yang sangat kejam ini pada ku?” tanya Guzel tidak habis fikir, apa sih maunya pria ini.
“Hanya tunjukkan pada ku kalau kau tidak bersalah, maka kau akan keluar dari sini.”
“Kau benar benar akan menyesali semua kelakuan mu pada ku.”
“Aku harap begitu. Cukup sampai disini. Kau bisa belajar memasak dari You tube. Jangan meminta bantuan pada pelayan di sini. Dan juga, satu lagi. Tetap hormati aku, atau aku akan murka pada mu.” Ucap Zeky sebelum ia pergi meninggalkan ruang makan.
Guzel langsung berteriak seperti orang gila saat Zeky sudah tidak kelihatan batang hidungnya lagi. “Kenapa semua ini harus terjadi pada ku?”
Setelah melampiaskan semua kekesalannya Guzel segera pergi ke sebuah kamar, di sebelah Zeky. Karna pria itu bilang, di sana lah tempat tidur Guzel untuk sementara ini.
Sedangkan di kamarnya sendiri, Zeky menyikat giginya pelan sambil berfikir. Ia heran sendiri dengan tingkah lakunya yang tidak seperti biasanya.
“Ada apa dengan ku? Kenapa aku sangat senang ketika melihatnya kesal? Kenapa aku terus ingin mengurungnya? Apa karna ia sudah berani padaku? Atau hanya karna kau tidak terima karna ada yang berani membantah ku? Entahlah. Aku merasa semakin lama, diri ku semakin tidak wajar.” Zeky bermonolog dengan dirinya sendiri.
Bersambung.......