Hotel De Amor

Hotel De Amor
Malaikat Penolong ku



Malaikat penolong ku?


Di pagi yang cerah itu, terjadi keributan yang amat serius di mansion megah itu. Seluruh pelayan dan para pengawal pun di buat takut, saat sang iblis kembali mengamuk.


“Dimana, di mana gadis itu?” sebuah pertanyaan yang tidak bisa di jawab oleh siapapun.


“Kenapa semua orang diam saja?” teriak Zeky lagi.


Zeky marah karna ia tidak menemukan di mana keberadaan Guzel. Dia mengumpulkan semua orang di ruang tengah, namun tidak ada stu pun dari mereka yang tau keberadaan Guzel. Zeky menjadi sangat murka dan langsung manalvon sekertaris andalannya.


Tak berapa lama, saat sekertaris Kai datang, saat itu pula ada sebuah mobil yang masuk kedalam mansion. Zeky masih saja marah, namun sebuah kata berhasil mereda kan kegilaannya. Walau masih dengan wajah mautnya.


“Tuan, sepertinya Nona Guzel sudah pulang.” Ucap sekertaris Kai yang mampu membuat Zeky terdiam.


Saat Guzel dan Minah mendekati dimana keberadaan Zeky, saat itu pula Minah menyapanya dengan sopan. Berbeda dengan Guzel yang terlihat biasa saja.


“Kau dari mana saja?” tanya Zeky menahan amarahnya. Ia sangat kesal dengan gadis ini.


“Saya hanya pergi sebentar dengan Minah. Lagian kenapa kau terlihat sangat marah. Aku tidak merugikan mu sama sekali. Jadi, kau tidak perlu membesar besar kan masalah ini.” Kata Guzel sambil melipatkan tangannya di depan dada.


Zeky menahan geram mendengar jawaban yang sama sekali tidak ia ingin kan. “Aku tanya pada mu, kau dari mana saja. Pagi – pagi sudah keluyuran ngga jelas.” Pekik Zeky kesal. Ada apa dengan gadis ini?


“Tuan, kami dari supermarket. Nona Guzel ingin belajar memasak agar ia bisa memasak makanan yang enak untuk Tuan nanti.” Tutur Minah menyelamatkan diri. tampaknya ia baru saja di bohongi oleh sang Nona. Ternyata ia membawa pergi Tuan putri itu tanpa sepengetahuan yang punya. Semoga saja, Tuam Zeky ngga marah padanya.


“Bagaimana bisa kau membawanya pergi tanpa seizin ku?” tenya Zeky dengan amukan yang ia tunjukkan pada Minah. Minah kelagapan saat ia di tuduh seprti itu.


“Baiklah. Kau benar. Aku harus menghukum mu, bukan?” ucap Zeky dengan senyum sinisnya.


Semua pelayan merinding saat si Tuan menyetujui untuk menghukum kekasihnya. Apa benar kekasihnya akan di hukum? Pasalnya hukuman yang akan Zeky berikan tidak lah main - main.


“Kai, kau hukum dia. Sama seperti kau menghukum pelayan yang melakukan pelanggaran di mansion ini.” Perintah Zeky yang kemudian masuk kedalam mansion menggunakan tongkat ajaibnya. Tongkat petunjuk jalan maksudnya.


Semua pelayan hanya menatap kasihan pada Guzel. “Tuan, anda juga harus menghukum saya, karna saya juga ikut pergi tadi.” pinta minah sebelum Zeky menghilang dari balik pintu.


“Minah, apa yang sudah kau lakukan? Biarkan saja aku yang di hukum. Karna aku tadi yang mengajak mu.” Pekik Guzel. Ia akan merasa sangat bersalah pada Minah kalau wanita paruh baya itu juga di hukum.


“Tapi nona,” Minah ingin membantah. Namun tatapan maut Kai menghentikan ucapannya.


‘Diam saja.’ Seperti itu lah arti dari tatapannya sekertaris Kai.


.............................................................


Sekertaris Kai sengaja membawa Guzel ke taman belakang untuk menjalankan hukuman padanya. Kedua tangan Guzel sudah di ikat pada sebuah kayu. Kaki Guzel juga di ikat. Ia tidak memberontak sama sekali. Entah kenapa ia merasa akan ada yang menolongnya.


Tepat saat sebuah cambuk hampir mengenai dirinya, saat itulah seorang malaikat menolongnya.. siapa malaikat itu?


Bersambung.....