
Di kerjain sama Zeky
“Ya, keluarga terkaya nomor satu di dunia memang luar biasa. Ku rasa menghamburkan uang sebanyak ini memang perlu di lakukan, untuk keselamatan mereka, bukan? Aku akui harta dan juga tahta yang mereka miliki sangat lah fantastis jumlahnya. Dan sangat keren. Bisa punya mansion semewah ini. Dulu aku sudah sangat terpesona dengan mansion kedua. Tapi mansion utama lebih wow lagi. Bahkan tiga kali lipatnya.” Ucap Guzel mengagumi kamar yang sekarang ia tempati.
Semua pembantu dan para pekerja di rumah ini memiliki kamar sendiri. Juga ada tempat khusus bela diri yang di rancang di ruang bawah tanah. Apa yang membuat Zeky tidak mau tinggal di sini?
“Sudah lah Guzel. Jangan fikirkan dia terus. Yang penting nikmati saja semua keindahan di sini.” Ucap Guzel dengan bahagia. Sekarang ia sudah tidak terbebani karna ia sudah boleh bekerja.
..................................
Pagi sekali, Guzel sudah menyiapkan beberapa menu masakan untuk Zeky. Karna ia sedang berada di rumah yang sama dengan ayah Zeky, akan sangat tidak sopan kalau ia tidak membuatkan makanan pada ayahnya juga. Jadi ia buat kan sekalian.
“Selamat pagi, Tuan Besar.” Ucap Guzel dengan senyum ramahnya. Ia sangat bahagia untuk memulai hari kembalinya ia bekerja.
“Oh, iya. Terima kasih, anak manis. Wow.. apa yang kau lakukan di pagi ini? Matahari belum nampak dan kau sudah menyelesaikan semua masakan mu.” Ucap Tuan Levent senang dengan betapa rajinnya Guzel.
“Tentu saja, Tuan. Saya mau kembali bekerja sekarang.”
“Bekerja? Bukan kah kau sudah bekerja pada Zeky?” tanya Tuan Levent khawatir. Pasalnya nanti tidak akan ada yang menjaga Zeky selama 24 jam. Ia khawatir karna Zeky tidak bisa melihat.
“Iya, saya memang bekerja bersama Tuan Zeky. Tapi saya juga ingin kembali bekerja di hotel. Saya ada beberapa alasan kenapa harus kembali bekerja di sana. Tapi anda tenang saja, Tuan. Saya akan kembali tepat waktu dan memasak makanan kesukaan Tuan Muda dengan baik.” Ucap Guzel menjelaskan. Sebenarnya ia agak bingung mau menjelaskan seperti apa karna ia sendiri tidak tau apa yang membuat Zeky berubah pikiran.
“Ya. Jika itu memang keinginan anak nakal itu. Saya bisa apa.” kata Tuan Levent sambil tertawa. Nanti ia akan menanyakan hal ini dengan Zeky sendiri. Atau mungkin nanti mau menyewa pelayan baru khusus untuk merawat Zeky.
Tak lama kemudian Zeky datang masih dengan menggunakan tongkatnya padahal ia sudah bisa melihat apa saja di depan matanya. Ia hanya tidak ingin Guzel tau kalau ia sudah sembuh. Ia tidak mau gadis itu pergi sebelum kasus percobaan pembunuhan nya selesai.
“Anda sudah datang, Tuan Muda.” Ucap Guzel ramah sambil mendudukkan Zeky di kursi dan menyuapinya dengan telaten.
Tuan Levent hampir tersedak melihat pemandangan itu. Sejak kapan anaknya begitu manja? Minta di suapi segala?
Setelah acara sarapan selesai, Guzel segera bersiap untuk berangkat bekerja. Namun Zeky yang pada dasarnya ingin membuat Guzel repot, jadi Zeky minta di mandikan dan juga ganti baju.
Awalnya Zeky merasa geli juga canggung. Karna ini pertama kalinya ia di mandikan seseorang dalam keadaan bisa melihatnya. Namun Zeky menahan semua rasa aneh itu.
Guzel sangat kesal saat Zeky pilih – pilih baju. Awalnya sudah di pakai tapi selalu saja ada alasannya untuk kembali ganti baju. Guzel hampir gila saat melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah tujuh.
“Tuan, saya sudah telat. Bisa tidak pakai baju ini saja. Lagian anda mau kemana sih? Perasaan Cuma di rumah saja. Kenapa harus repot.” Akhirnya Guzel mengungkapkan kekesalannya dengan wajah masam tapi dengan suara yang lembut.
Zeky sangat senang melihat raut putus asa Guzel. “Aku harus bekerja hari ini. Aku mau pakai baju yang bagus.”
“What? Kenapa anda tidak bilang dari tadi kalau mau bekerja? Dengan begitu saya tidak akan memilihkan baju rumah terus pada anda. Dan biar anda tidak selalu saja bilang ganti!” ucap Guzel dengan suara lembut tapi matanya melotot kearah Zeky seakan mau menelan pria gila itu hidup – hidup.
Zeky hanya bisa menahan tawanya. Ternyata kelembutan suara Guzel yang selalu ia dengar selama ini hanyalah sandiwara. Namun tatapan matanya seakan menunjukkan ketidak sukaan padanya. “Lucu.” Pikir Zeky dalam hati.
Setelah berhasil mendandani Zeky dengan pakaian kerjanya. Guzel segera berlari ke pintu untuk bersiap. Namun ia sangat terkejut saat pintu tidak terbuka.
“Tuan, apa pintu anda rusak?” tanya Guzel dengan khawatir.
“Tuan, apa akan lama?” tanya Guzel dengan khawatir.
“Tidak tau juga.”
“Tuan saya akan keluar dari jendela saja. Saya bisa saja telat berangkat kerja, Tuan.” Guzel masih cemas.
“Ya, coba saja kalau mau.” Ucap Zeky dengan santai.
Guzel segera membuka jendela dan ia menjerit keras saat melihat kearah bawah ternyata kamar Zeky berada di lantai paling atas.
“Bagaimana? Masih mau keluar dari jendela?” tanya Zeky saat mendengar suara pintu jendela di kunci lagi.
“Saya masih mau hidup, Tuan.”kata Gizel dengan lesu.
“Bagus lah kalau begitu.”
“Tuan, saya boleh mandi di kamar anda?” tanya Guzel dengan memelas.
“Tentu saja.”
Setelah mendapat persetujuan, Guzel langsung mandi kilat dan pintu kamar Zeky sudah bisa di buka.
“Wah, Tuan. Tukang nya apakah sehebat itu? Ia bisa memperbaiki pintu ini dengan waktu yang singkat.” Ucap Guzel senang.
Padahal yang terjadi sebenarnya adalah Zeky hanya menguncinya saja. Dan kunci itu ada di tangan Zeky sendiri.
“Ya, semua orang yang aku pekerjakan adalah orang yang ahli. Aku adalah orang yang sangat pemilih.” Kata Zeky bangga.
“Bukan kah orang – orang di mansion utama adalah orang kepercayaan Tuan Besar?” tanya Guzel sedikit mengejek.
“Kau!” Zeky tidak bisa berkata.
Guzel menjulurkan lidahnya seakan benar – benar meremehkan Zeky. Dan langsung berlari kembali kekamarnya hanya dengan menggunakan handuk saja.
Zeky sangat tidak suka melihat Guzel berlarian di tempat yang pasti banyak penjaga yang melihatnya. Ia harus memberi pelajaran pada Guzel. Kenapa juga harus menunjukkan tubuhnya itu pada penghuni mansion?
.......................
Saat Guzel sudah mau berangkat, ia menatap heran pada beberapa penjaga yang melakukan push up di bawah sinar matahari dan mereka tidak ada yang merasa lelah. Ada juga salah seorang lagi yang mengawasi mereka yang loyo. Yang menghentikan kegiatan push up nya akan mendapat kan cambukan.
Apa itu adalah salah satu jenis latihan mereka? Kenapa keras sekali mendidik anak buah? Perasaaan Daddy Damian tidak sekeras itu dalam mendidik pengikutnya.
Guzel henya geleng – geleng kepala dan pergi begitu saja.
Ternyata para orang tadi adalah beberapa yang tidak sengaja melihat tubuh Guzel. Dan langsung di hukum sama Zeky sebagai peringatan. Apa wajar seperti itu? Kenapa Zeky malah terlihat seperti orang yang sedang cemburu?
Bersambung..............