
70 Bagaimana dengan putri ku?
Hari pun berlalu, dan hubungan keduanya semakin mesra. Saat ini Guzel sedang bersiap untuk memantau usaha miliknya. Zeky yang baru saja mandi langsung menatap kearah Guzel yang terlihat sangat lah cantik. Zeky tidak tahan untuk segera mencium bibir sexy yang selalu ia nikmati akhir – akhir ini. Semakin lama ia selalu kecanduan.
“Selamat pagi, sayang.” Ucap Zeky sambil mencium pelan bibir Guzel.
Guzel pun tertawa sambil berkata. “Ayo sarapan.”
Mereka menimati sarapan mereka dengan senang. Bahkan mereka saling menyuapi satu sama lain. Dari arah pintu, seseorang masuk kedalam tanpa pemberitahuan.
“Dasar anak muda. Pagi – pagi aku sudah di suguhkan dengan pemandangan yang begitu mesra. Aku jadi pengen pulang lagi untuk menghabisi istriku, setelah melihat kalian berdua.” Ucap Damian yang baru saja datang.
“Paman. Ada apa paman kemari? Kenapa paman tidak mmeberi tau ku sama sekali?” tanya Zeky gelagapan. Ia merasa tidak enak dengan paman Damian.
Damian tidak menghiraukan pertanyaan Zeky sama sekali. Ia malah menatap kearah Guzel yang masih memperhatikan ayahnya. Bahkan senyuman manis selalu ia tunjukkan karna ia sangat senang dengan kedatangan ayahnya.
“Bagaimana kabar mu, anak kecil?” tanya Damian pada putrinya.
“Aku sangat baik, Da.. em.. paman. Bagaimana dengan paman?” ucap Guzel hampir keceplosan, memanggil Damian dengan sebutan Daddy.
“Paman akan selalu baik jika melihat mu baik – baik saja.” Ucap Damian lembut sambil mengelus kepala sang anak.
“Ayo sarapan bersama, paman.” Ajak Guzel dan sang ayah menyetujuinya.
..................
“Kau sudah berjanji sama paman untuk membiarkan Guzel bekerja di hotel dan kembali kekos lama miliknya. Lalu kenapa kau masih membawa Guzel kerumah mu?” tanya Damian dnegan kesal. Ia heran dengan apa yang sudah di lakukan Zeky.
Guzel sangat terkejut mendengar itu. Ia selama ini tidak tau tentang hal ini. Yang ia tau ayahnya membantunya agar kembali kerja di hotel saat itu. Sedangkan Zeky hanya bisa diam tidak tau harus menjawab apa. Ia sangat bingung dengan apa yang harus ia katakan.
“Kenapa diam saja. Jawab paman..” ucap Damian sedikit meninggi. Ia ingin tau, apakah Zeky tertarik dengan putrinya.
“Itu paman.. maafkan Zeky. Zeky tidak bisa mengembalikan Guzel ke kos lamanya karna Zeky yang tidak bisa jauh darinya. Maafkan Zeky paman. Zeky telah mengingkari janji Zeky pada paman.” Ucap Zeky sambil menunduk, bahkan tanpa sadar ia telah meremas kedua tangannya karna takut. Jujur saja, ia segan dengan paman Damian.
“Jadi itu adalah alasan mu.”ucap Damian sambil mangut – mangut.
Guzel hanya melihat kearah keduanya tanpa berkomentar. Ia yakin kalau kedua orang itu sudah sangat dekat. Baguslah. Ia senang melihat mereka.
“Paman tidak marah kan?” tanya Zeky dengan hati – hati.
“Tentu saja aku marah.” Ucap Damian yang memang marah. Ia hanya mengkhawatirkan putrinya. Damian sebenarnya sudah tau hal ini lebih awal, namun ia diam saja pura – pura tidak tau karna ia percaya sama Zeky.
“Maafkan Zeky paman.” Ucap Zeky masih merasa bersalah.
“Lalu bagaimana dengan putri ku? Kau bilang mau di jodohkan dengan nya?” tanya Damian sengaja mengerjai Zeky.
Bersambung.........