
keajaiban di balik musibah 2
Setelah puas berbelanja, Guzel segera pulang bersama dengan Minah.
“Kau membawa barang belanjaan banyak sekali.” kata minah heran.
“Iya bu.”
“Kau dapat uang dari mana?” tanya Minah lagi.
“Ah.. itu. Tentu saja. Zeky yang menyuruh. Dia mau membeli sesuatu dan menitipkannya pada ku.” Kata Guzel dengan sumringah. Dalam hati ia meminta maaf pada wanita paruh baya ini, karna sudah berbohong.
‘Maaf bu, aku di kasih uang sama Mommy. Dan uang itu banyak sekali. tangan ku sangat gatal untuk tidak berbelanja.’ Batin Guzel dalam hati merasa bersalah pada bu Minah.
Setelah perjalanan panjang, mereka akhirnya sampai di mansion. Mereka syok saat melihat mansion yang asalnya sangat indah dan megah. Kini rata dengan tanah.
“Apa yang sudah terjadi?” kedua orang itu saling berpandangan. Jangan lupakan juga, si supir yang sudah berlari kencang untuk memastikan. Apa ini adalah mansion yang selama ini ia tinggali?
...........................
Sekertaris Kai yang punya banyak kerjaan, langsung kembali ke mansion saat Guzel menelvon kalau mansion Zaky sudah rata dengan tanah.
Tuan Levent langsung terkena serangan jantung mendengar kalau anaknya tidak di temukan di tempat, ia langsung di larikan kerumah sakit.
Sedangkan Guzel tidak bisa tinggal diam. ia harus mencari dimana posisi Zeky sekarang. Jangan sampai lelaki itu celaka. Karna ingat kalau ayahnya juga akan sedih kalau mendengar kabar Zeky tidak baik.
Guzel melihat ceceran darah dan jejak mobil di tanah. Dan terlihat kalau jejak itu masih baru.
“Bu, nanti kalau sekertaris Kai datang, bilang padanya untuk mengikuti kearah kemana aku akan pergi. Aku akan mengejarnya duluan agar mereka tidak terlalu jauh.” Ucap Guzel tergesa.
“Zel, apa yang akan kau lakukan?” tanya Minah saat Guzel memasuki mobil. Namun Guzel tidak mendengarnya dan langsung melajukan mobil begitu saja.
Guzel hanya bisa ngebut sepanjang jalan. Saat melihat ada sebuah mobil meledak, Guzel segera turun dari mobil. Ia cemas, apa yang meledak itu adalah mobil yang di kendarai oleh orang yang telah membawa Zeky?
Tidak mau penasaran, Guzel segera memastikan. Namun setelah ia mencari, ia sangat yakin kalau mobil itu tidak ada yang mengendarai. Jadi ia bisa bernafas lega. Guzel berniat untuk kembali ke mobil. Namun ia curiga saat melihat ada dua pohon yang masih kecil tumbang.
Karna saat itu jalanan sedikit basah, jadi terlihat juga jejak ban mobil. “Apa itu adalah mobil yang sudah mencuri...?”
Karna perasaannya mengatakan kalau mobil yang di tumpangi Zeky memasuki jurang yang beberapa daun pohon kecilnya di terjang ban mobil, Guzel segera mengikuti arah laju ban itu dengan jalan kaki.
Beberapa kaki dan tangan Guzel tergores oleh duri kecil yang tidak sengaja ia lewati. Namun hal itu tidak menyurutkan keinginannya untuk terus mencari. Bahkan Guzel sesekali tergelincir saat ia menginjak tanah yang salah dan longsor. Mengingat itu adalah jurang.
Setelah hampir lima belas menit berjalan, Guzel tersentak kaget saat melihat sebuah mobil menabrak pohon besar dengan api yang sudah menyala kecil di belakang.
“Tuan!!” teriak Guzel khawatir. Ia tau kalau Zeky sudah berperilaku kejam padanya. Tapi ia juga tau, kalau Zeky orang yang baik.
Guzel hanya bisa menangis saat melihat mereka tidak berdaya di dalam mobil, lebih tepatnya menangis saat melihat Zeky bersimpah darah.
“Tuan!!!!!”
Guzel segera menelfon sekertaris Kai untuk segera ketempat itu. Karna tidak mau menunggu lama, takut kalau mobil itu meledak, jadi Guzel segera mencari kayu yang cukup kokoh.
“Aahhhh...” guzel meringis saat mengangkat kayu yang terasa berat di tangannya yang mungil.
Guzel segera memukul kayu itu kekaca mobil, agar pecah.
Dddddaaakkkk.....
Pukulan pertama hanya menimbulkan retak. Guzel memukul lagi untuk kedua kalinya. Dan pukulan kedua berhasil membuat beberapa kaca pecah. Dan pecahan itu mengenai pencuri yang duduk di pinggir kiri Zeky.
Zeky terbangun dari pingsannya saat ia mendengar kaca terpecah. Ajaibnya lagi, kedua matanya yang awalnya buta, kini bisa melihat lagi setelah terbentur kesana kemari saat mobil oleng tadi.
Apakah ini adalah keajaiban di balik musibah?
Zeky hanya bisa melihat kearah Guzel yang sedang berusaha untuk membuka pintu mobil. Zeky merasa tidak bisa untuk mengangkat badannya. Dan kedua matanya tertutup lagi. Setelah berhasil membuka pintu melalui jendela yang pecah, Guzel segera mengeluarkan orang yang sudah menghalangi jalan Guzel untuk menyelamatkan Zeky.
Setelah berhasil mengeluarkan orang itu, dan membawanya menjauh dari mobil, Guzel segera menghampiri Zeky.
“Tuan, sadarlah.” Teriak Guzel sambil menepuk – nepuk pipi zeky. Namun pria itu sama sekali tidak bergeming.
Kerena tidak mau menunggu lama, Guzel segera membawa Zeky keluar dari mobil. Guzel bernafas lega saat pria itu masih bernafas.
Saat Guzel sudah duduk, Zeky yang terbaring pun terbangun dan melihat kearah Guzel.
“Aku mohon, selamatkan dua orang lagi yang ada di sana. Aku tidak bisa membawa diri ku sendiri untuk menyelamatkan mereka. Tubuh ku terasa berat semua.” Pinta Zeky pada Guzel.
“Kau gila? Aku sudah menyelamatkan satu dari mereka. Kau bisa introgasi satu pria itu saja. Dan biarkan mereka berdua yang berada di dalam mobil, mati.” Pekik Guzel kesal. Guzel hanya tidak terima dengan kelakuan mereka yang seenaknya saja menghancurkan mansion Zeky. Mansion yang megah itu menjadi debu hanya dalam hitungan detik.
“Selamatkan mereka.” Pinta Zeky lagi. Ia adalah pria yang selalu berpegang teguh pada ucapannya. Ia yakin, ketiga pria itu tidak akan berani mengkhianatinya suatu saat nanti, setelah kejadian ini.
Dengan jengkel, Guzel berjalan lagi dan membawa mereka berdua satu persatu untuk keluar dari dalam mobil.
Saat Guzel membawa orang yang terakhir, saat baru beberapa langkah, mobil itu meledak dan api berkobar sangat besar.
Zeky sangat kaget melihat adegan itu, ia melihat Guzel memeluk pria terakhir itu dari belakang agar tidak terkena panas dari mobil. Kemudian mereka berdua terjatuh.
Zeky sangat ingin menyelamatkan Guzel dan membawa gadis itu pergi menjauh dari sana, namun apa daya. Tubuhnya terasa sangat berat.
Guzel yang masih sadar pun kembali berdiri. Karna tenaganya masih sedikit, Guzel hanya bisa menyeret pria yang terakhir ia selamatkan. Untung saja di bawah adalah rumput. Jadi sedikit ringan.
Setelah sampai di tempat yang aman dari ledakan mobil. Guzel segera berbaring untuk menghilangkan rasa lelahnya. Guzel bahkan lupa, kalau Zeky yang buta sekarang bisa melihat dirinya, saat Zeky tadi berbicara padanya.
Bersambung.......