
Kerja samaayah dan anak
Zeky menjadi gelagapan saat di tanya seperti itu. Ia lupa kalau ia pernah meminta untuk di
jodohkan dengan putri cantik paman damian yang pernah ia temui saat masih kecil. Tentu saja Zeky belum bertemu Guzel setelah dewasa.
“Apa? jadi kau minta di jodohkan dengan orang lain? Lalu kenapa kau begitu mudah untuk
menjerat ku? Jangan maruk Zeky, kau mau memiliki dua wanita sekaligus?” ucap
Guzel dengan wajah kecewanya. Padahal dalam hati ia tertawa geli melihat wajah pias Zeky.
“Bukan seperti itu. Kau salah faham. Aku minta maaf. Aku mengatakannya karna sudah
kesal sama Daddy ku. Pria itu meminta ku untuk segera memberikannya menantu.
Aku sangat kesal. saat itu kami hanya membahas tentang paman Damian yang sudah
lama tidak kita temui. Jadi aku tidak berfikir panjang. Aku minta maaf, Zel.
Aku sangat mencintai mu. Ku mohon kau mengerti akan hal ini.” Sesal Zeky.
Seharusnya ia tidak berbicara sembarangan.
“Kau membuat hati paman terluka, anak muda.” Ucap Damian dengan wajah sedihnya. Damian
sangat bagus dalam berakting sedih. Seharusnya ia jadi bintang film saja. Ayah
dan anak ini membuat Zeky kalang kabut. Zeky ingin menenggelamkan diri saat itu
juga.
“Paman, aku minta maaf.” Ucap Zeky penuh sesal.
Kemudian Guzel menunjukkan wajah rela. Lalu berkata “Tidak apa kalau kau ingin menikah
dengan anak paman Damian. Aku sadar diri Zeky. Kalau aku hanya lah butiran debu. Aku sadar aku tidak memiliki apa – apa di banding dengan anak paman damian. Pasti anak paman Damian sangat cantik sehingga kau menginginkannya.”
Ucap Guzel dengan menumpahkan air mata buayanya.
Zeky terdiam tidak membalas. Ia hanya bisa mengelus pelan kepala Guzel sambil memikirkan
kata yang pas agar kedua orang itu tidak sakit hati dengan apa yang akan ia
ucap kan.
“Zel. Aku mencintai mu sekarang. Bukan kah yang terpenting adalah itu. Aku tidak bisa
Guzel. Zeky juga berkata pada paman Damian. “Paman, ku harap paman belum
memberi tau pada anak paman.” Ucap Zeky memelas.
“Sayangnya aku sudah memberitahunya.” Ucap paman Damian. Karna memang ia baru saja memberi
tau Guzel. Guzel tertawa dalam hati mendengar apa yang sudah di katakan
ayahnya.
“Paman. Aku mau ikut paman saja. Aku tidak mau di sakiti Zeky lagi. Aku mau ikut paman.”
Ucap Guzel dengan pura – pura sedih. Zeky sangat tidak suka melihat Guzel
bersedih. Karna ia sangat menyayangi wanita itu, yang sudah menjadi miliknya.
“Zel, kau tidak bisa meninggalkan ku sendiri. Aku tidak bisa jauh dari mu. Kau jangan
membuat keputusan sepihak begini. Aku tidak mengizinkannya.” Pekik Zeky
mencegah kepergian mereka berdua. Walau bagaimana pun ia tidak mau kehilangan
Guzel.
Akhirnya setelah saling rebutan Guzel akan ikut siapa, pemenangnya adalah Damian. Sudah lama
anaknya itu keluar rumah, bahkan sudah menemukan pujaan hatinya di masa kebebasannya.
Jadi sudah saatnya ia untuk kembali kemansion.
“Ayo sayang.” Ucap paman Damian sambil menuntun Guzel.
“Paman, kau tidak bisa membawanya.” Zeky masih mencegah. Namun anak buah Damian yang
mengikutinya ke mansion Levent mencegah Zeky.
Zeky hanya bisa memberontak sambil memukuli kedua orang yang mencegahnya itu. Namun karna
halangan itu, ia telat mengambil Guzel. Paman Damian sudah membawa Guzel pergi.
"Zel...!"Teriaknya putus Asa.
Bersambung......