
43 Guzel menjadi Gila
Zeky pagi itu terbangun dengan kantung mata yang sangat besar, ia tidak bisa tidur semalaman. Sedangkan Guzel berhasil tidur nyenyak di pelukan Minah. Ya, sepertinya ibu barunya itu sangat menyayanginya. Bahkan untuk membuat perasannya kembali senang sangat lah mudah untuk ibu barunya itu.
Saat itu Guzel sedang berada di dapur mewah Zeky. Dia bersemangat untuk membuat menu baru hari ini.
“Kau sudah bangun?” tanya Guzel dengan senyum sumringahnya. Ia sepertinya sudah melupakan kejadian semalam. Sedangkan Zeky, jangan tanya seperti apa espreksinya. Ia sangat kesal saat mendengar suara Guzel.
Zeky tidak menjawab pertanyaan Guzel, dan memilih untuk duduk saja di kursi mewah miliknya. Ia sangat kelaparan sekarang. Guzel yang masih sibuk dengan kegiatan dapurnya, melirik sebentar kearah Zeky. Guzel tersentak kaget saat melihat wajah Zeky yang terkesan seperti hantu.
“Tuan. Anda terlihat sangat mengerikan.” Ucap Guzel dengan tertawa. Walau sebenarnya ia sangat kasihan dengan Zeky yang terlihat tidak berdaya. Tapi, biarlah. Siapa suruh jadi orang galak. Jadi, Guzel juga tidak akan kasihan padanya.
“Kalau sudah tau, kenapa kau berkata seperti itu. Pura – pura saja tidak tau. Dan lakukan pekerjaan mu dengan benar.” Ucap Zeky kesal.
“Tuan, saya bisa melihat. Bagimana bisa saya berpura – pura tidak tau.” Kata Guzel dengan cekikikan tanpa suara. Zeky terlihat seperti Zombie berjalan sekarang.
“Jangan menertawakan, ku.” Pekik Zeky kesal.
“Iya, Tuan.” Guzel meng iya kan. Tapi, masih tetap tertawa. Setelah Guzel menghidangkan semua masakan si dalam meja, seperti biasa, ia akan menyuapi bayi besar lagi. “Dasar tidak tau malu.” Seperti itulah gerutu Guzel di setiap aktivitasnya.
Setelah selesai memandikan Zeky seperti biasanya, Guzel menuntun lelaki itu untuk menikmati hari dengan bersantai di depan rumah. Menikmati betapa sejuknya pagi, dan menghirup udara segar. Zeky hanya bisa merasakan panas sehat matahari yang terasa bisa menyegarkan moodnya. Ia serasa sehat kembali.
“Selama ini aku selalu di sibukkan dengan pekerjaan ku. Tanpa mikir sekarang pagi, siang, atau pun malam. Tanpa sadar, aku sellau beraktivitas tanpa menikmati waktu yang telah aku sia – sia kan. Seharusnya aku bisa menikmati segala hal sederhana yang bisa saja terjadi di setiap kesempatan.” Kata Zeky sambil memjamkan mata.
‘Tuan, anda memang sangat lah menyebalkan.” Ucap Guzel saat ia melihat kearah Zeky. Guzel berkata seperti itu karna melihat Zeky terlihat semakin tampan kalau dalam pose seperti itu.
“Dan kau selalu menguji amarah ku. Kau fikir kau sudah naik tahta, ketika aku mempekerjakan mu? Sehingga kau bisa seenaknya saja?”
“Kau fikir saya berani hanya karna di saat kau sudah mempekerjakan saya?” tanya Guzel tidak mau kalah.
“Ku rasa tidak. Karna kau sudah menjengkelkan sejak hari pertama kita bertemu.”
Mereka berdua terdiam setelah itu, menerawang kembali dimana pertemuan mereka pertama kali.
“Kau adalah gadis paling aneh yang pernah aku temui.”
“Hey. Kau selalu saja menjuluki saya dengan banyak hal. Dan semuanya tidak ada yang benar.” Protes Guzel. Tapi Zeky hanya bisa tertawa mendengar gerutuan itu.
“Aku awalnya sangat terkejut ketika ada seorang gadis yang berani membantah semua perkataan ku. Aku adalah orang yang tidak berbelas kasih. Aku juga tidak akan menghentikan keputusan ku untuk menghukum siapapun orang itu.” Kata Zeky yang mampu membuat Guzel kembali mengingat ucapan ayahnya, yang berkata kalau Zeky tidak pernah menghentikan hukuman untuk siapa pun itu.
“Lalu, kenapa kau menghentikan hukuman pada saya saat itu?” tanya Guzel penasaran.
Sedangkan Zeky tidak bisa menjawab. Zeky sendiri tidak menemukan jawaban pasti, kenapa ia bisa melakukan itu?
“Apa maksud mu, aku tidak faham sama sekali.” ucap Zeky gelagapan. Ia juga heran dengan dirinya sendiri. Kenapa ia melakukan itu?
“Ayolah Tuan, jangan merasa tidak tau. Saya yakin kau sengaja melakukannya. Kau tidak mau kehilangan saya, bukan?” ucap Guzel menggoda Zeky. Ia sudah bosan dengan temperamen nya. Jadi tidak ada salahnya bukan menggodanya?
“jangan mengada – ngada. Aku sangat tidak rugi walau pun kau harus menerima banyak luka.” Pekik Zeky dengan wajah memerah. Ia sangat kesal dengan keputusan sepihak Guzel.
“Tuan, jangan menaruh banyak perhatian kepada saya. Saya ini adalah wanita normal yang bisa saja tergoda. Bagaimana kalau saya nanti jatuh cinta pada anda?” ucap Guzel yang sengaja memulai drama agar Zeky jengah padanya, dan membuangnya. Dengan begitu ia bisa bebas dari cengkraman Zeky.
‘Hey,”pekik Zeky tidak suka dengan apa yang sudah Gzuel lakukan.
“OMO! Astaga! Saya pasti sudah gila, tuan. Dengarlah, jantung saya berdebar dengan sangat kencang saat mengingat semua kejadian tentang kita.” Ucap Guzel sambil mengambil sebelah tangan Zeky dan menaruh di dadanya.
“tuan, anda mendengarnya?” tanya Guzel masih menaruh tangan Zeky di dadanya.
“Aku bilang hentikan.” Ucap Zeky karna ia sudah tidak bisa menahan rasa yang kembali menjalar dalam tubuhnya seperti kemarin saat tanpa sengaja mereka bertabrakan.
“Seharusnya anda bisa mendengarnya. Kalau anda tidak mau hal seperti ini berlanjut, kenapa tidak anda hentikan saja, semua kegilaan anda?” ucap Guzel masih belum menyadari apa yang terjadi pada Zeky.
“Aku bilang hentikan!’ teriak Zeky.
“Tidak perlu berteriak di telinga saya Tuan. Apa anda ingin saya tuli?” ucap Guzel yang langsung melepaskan tangan Zeky. Telinganya terasa mendengung.
Zeky sangat lega saat tangannya sudah di lepaskan. Dengan begitu tidak akan ada yang berdiri tegak lagi.
‘Bukan kah kebih bagus, kalau aku buta dan kau menjadi tuli? Kita akan menjadi pasangan yang serasi, bukan?” ucap Zeky dengan penuh kemenangan.
“Tuh kan, sudah saya duga. Anda menyukai saya. Oleh karna itu anda selalu mengikat saya dan tidak membiarkan saya pergi. Benar begitu, bukan?” ucap Guzel dengan lebay.
“Kau jangan mulai lagi, kegilaan mu itu. Aku sangat tidak menyukai semua itu.” Gerutu Zeky lagi, ia heran dengan semua perubahan pada diri Guzel.
“Lalu saya harus bagaimana Tuan.”
‘Ku bilang hentikan. Tidak bisa kah kau jangan membantah perkataan ku. Dan lagi jangan seenaknya memegang aku. Apa yang membuat mu berubah menjadi sangat gila begini?”
“saya gila karna anda Tuan. Anda yang telah membuat saya seperti ini. Tidak bisakah kita hidup normal seperti sedia kala. Anggap saja anda tidak pernah bertemu dengan saya, dan biarkan saya kembali bekerja.” Ucap Guzel.
“Kau sangat tidak suka hidup di mansion ini?”tanya Zeky tidak percaya.
“Saya menyukainya Tuan. Tapi saya tidak suka kelakuan anda kemarin yang membayarkan semua hutang saya.”
“kau masih membahas itu?”
“Ya, saya akan merasa menjadi orang yang tidak berguna kalau anda melakukannya.”
Mereka terdiam sejenak setelah itu.
‘Baiklah. Lagian paman Damian tidak menerima uang yang aku berikan padanya.”ucap Zeky memberi tahu kebenarannya pada Guzel.
“Benarkah, Da.. em maksudku, paman tidak menerima uang itu?”
Zeky mengangguk.
“Jadi, apakah ini adalah pertanda kalau saya boleh bekerja?” pekik Gzuel girnag ia sangat sennag mendengar keputusan itu.
‘Kau kenapa terdengar sangat bahagia? Apa kau tidak betah tinggal disini.”
“Saya betah dan senang tinggal disini Tuan. Kalau saya boleh bekerja, saya akan lebih senang lagi. Terima kasih, ya Tuan. Sudah memberikan saya kesempatan untuk berjuang sendiri.” Ucap Gzuel tulus.
“Sesenang itu kah dirimu”
“Iya tuan.”
‘Baguslah.” Ucap Zeky yang kemudian pergi dengan perasaan jengkel.
Bersambung.......