
34 mandi di kolam renang
Sepertinya Guzel harus menerima rutinitas barunya untuk menyuapi sang Tuan Muda. Seperti saat ini, sepertinya Zeky sedang menikmati masa membuat Guzel geram. Karna ia dengan sengaja membuat Guzel jengkel dengan setiap ucapannya.
“Kau memberiku nasi terlalu banyak. Kurangi sedikit.” Komentar Zeky di saat suapan yang pertama. Lalu Guzel juga menyuapkan daging sapi korea dan beberapa lauk lainya.
Saat suapan yang kedua. Zeky juga berkata.”Kenapa sedikit sekali nasinya? Kau fikir aku akan kenyang hanya makan segitu? Kapan selesainya kalau nasi yang aku makan Cuma segitu?” gertak Zeky. “Kenapa kau hanya diam saja, apa kau bisu sekarang?”
Guzel sangat jengkel mendengar semua ucapan sarkas itu. Ia hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar sambil mengelus dadanya. Setelah Moodnya kembali cukup bahagia, Guzel berkata “Saya mendengarnya, Tuan. Saya akan berusaha agar bisa menyuapi anda dengan baik dan benar, Tuan.” Kata Guzel dengan ramah, namun jangan tanya bagaimana suasana hatinya.
“Anak yang pintar.” Kata Zeky memuji. Namun juga merasa aneh. Zeky sebenarnya heran dengan apa yang membuat Guzel berubah? Tapi ia tidak memikirkan itu lagi. Yang penting gadis itu sudah menjadi sangat penurut sekarang.
Setelah acara sarapan, Guzel menuntun Zeky kesuatu tempat.
“Kemana kau akan membawa ku pergi?” tanya Zeky heran. Kenpa sekarang sifat Guzel sangat berubah?
“Saya akan membawa anda untuk menikmati indahnya suasana pagi saat berada di taman. Ayo Tuan.” Kata Guzel bersemangat. Ia ingin membuat Zeky bisa menerima keadaannya dan memaafkan semua ucapan Guzel.
Guzel ingin cepat kembali kerumah Daddynya, oleh karna itu ia harus merayu lelaki ini dulu, untuk membebaskan dirinya.
“Kau jangan bersikap aneh seperti ini. Sejak kapan kau ingin membawa ku ke tempat seperti itu?” Zeky di buat semakin heran dengan semua sikap Guzel hari ini.
“Tuan, hidup itu harus di syukuri. Bukan untuk di ratapi. Aku akan membawa anda keTaman dekat kolam renang. Di sana hawanya sangat sejuk. Apalagi cuaca sangat lah mendukung pagi ini. Anda bisa berendam di sana sebentar.” Kata Guzel.
Saat sudah sampai di belakang mansion, di mana kolam renang berada. Guzel langsung membuka kaus atas Zeky, dan sekarang Zeky hanya memakai celana pendek saja.
Guzel terkejut saat melihat bentuk atas tubuh Zeky yang terlihat sangat atletis. Deretan roti sobek itu benar – benar menggoda imannya.
“Kau gila? Kenapa kau menanggalkan pakaian ku? Jangan bilang kalau kau akan memperkaos ku di tempat ini.” Pemikiran gila Zeky mulai berbicara lagi.
Guzel hanya bisa memutar bola matanya malas. Sekarang ia sudah terbiasa sama gaya bicara Zeky yang suka menuduh orang.
“Tuan, saya hanya ingin anda rileks dan menikmati pagi ini dengan indah.”
Guzel langsung menuntun Zeky untuk turun kedalam kolam renang. Awalnya Zeky ingin memberontak. Namun mendengar tawa dari Guzel, membuat ia mengurungkan niatnya dan mengikuti apa yang Guzel perintahkan.
“Wahhh.. Tuan, ternyata airnya sangat dingin.” Pekik Guzel dengan tertawa.
“Ini sangat dingin Tuan. Apa anda akan baik – baik saja, berendam di kolam ini?” tanya Guzel masih dengan tawanya. Ia menahan sensasi dingin karna air di kolam itu memang sangat dingin.
“Kau kedinginan?” Zeky tidak menjawab tapi malah balik nanya.
“Iya, Tuan. Sangat.” Kata Guzel kemudian.
“Kalau begitu cari lah Minah. Suruh dia untuk membuat suhu di kolam ini menjadi sedikit lebih hangat.”pinta Zeky.
“Benarkah? Hal seperti itu bisa di lakukan?” tanya Guzel senang. Sepertinya tidak akan membosankan kalau ia bisa berenang dengan berbagai suhu ketika bosan di rumah ini.
“Baik. Aku tinggal sebentar ya, jangan ke tengah kolam. Takutnya nanti kau tidak bisa kembali ketepi.” Sebuah peringatan dari Guzel agar Tuannya itu baik – baik saja.
“Apa kau mengkhawatir kan ku, nona?” tanya Zeky dengan semyum misteriusnya.
‘Ada apa dengan senyum itu? Kenapa aku menjadi takut?’ batin Guzel. Guzel hanya bisa meneguk salivanya dengan kasar. Ia gemetar.
“Bukan begitu Tuan. Saya hanya mencegah sesuatu yang tidak di inginkan terjadi. Tuan Levent akan melemparkan saya ke benua antartika kalau tau anaknya celaka karna saya. Jadi, saya mohon anda tidak kemana – mana.” Ucap Gzuel mengatakan kebenarannya.
Zeky hanya mengangguk dan membiarkan Guzel pergi. Tak lama setelah kepergiannya, suhu air menjadi sedikit lebih hangat.
Zeky menunggu, kemana gadis itu? Kenapa ia belum juga kembali? Zeky ingin marah, ia tidak terbiasa menunggu lama. Dan Guzel sangat lama.
“Tuan, anda sedang tidak kedinginan kan?”
Zeky sedikit bernafas lega setelah mendengar suara Guzel.
“Kau dari mana saja? Aku hampir berjamur, menunggu mu disini. Asal kau tau.” Zeky menggeram marah.
“Maaf Tuan. Saya hanya dari kamar anda.” Kata Guzel jujur.
“Apa yang kau lakukan di sana? kau mau mencuri?” Zeky mulai berfikir negatif lagi. Guzel sudah biasa dengan semua tuduhan Zeky, jadi ia bisa mengendalikan emosinya.
“Saya tidak akan mengatakan kalau saya dari sana, jika saya mau mencuri dari anda. Lagian saya tidak membutuhkan apapun lagi dari anda. Saya sudah cukup bahagia dengan apa yang sudah saya miliki sekarang.” Ucap Gzuel jujur. Ia sudah terbiasa dengan limpahan harta dari kedua orang tuanya. Buat apa juga harus mencuri?
“Lalu apa yang kau lakukan di sana? Kau tidak mungkin kesana tanpa ada niat tertentu bukan?” selidik Zeky.
“Tentu saja tidak, Tuan. Saya kesana untuk mengambil sampo, sabun dan sikat gigi untuk anda.” Ucap Guzel dengan sedikit tergelak.
“Apa yang akan kau lakukan dengan semua benda itu?” entah kenapa firasat Zeky agak buruk tentang keinginan Guzel.
“Tentu saja memandikan anda, Tuan.” Ucap Guzel sedikit Girang.
“Tidak.. Tidak.. aku bisa mandi sendiri.” Tolak Zeky. Entah kenapa ia tidak nyaman di mandikan Guzel, kalau sikap Guzel seperti ini.
“Tuan selama satu minggu jarang bertemu dengan saya, apakah anda mandi sendiri dengan baik?” tanya Guzel.
“Tentu saja!” teriak Zeky. Padahal bukan itu kejadian yang sebenarnya.
“Benarkah?” tanya Guzel sambil mangut – mangut.
“Kau meragukan ku? Aku ini adalah lelaki yang cinta akan kebersihan. Aku akan gatal – gatal kalau aku tidak mandi. Jadi jangan menuduh ku sembarangan.” Ucap Zeky sambil tergagap. Sejujurnya ia sedikit malu kalau saja gadis ini tau kebenarannya.
“Tuan Zeky yang saya kenal, selalu tampil rapi dan harum. Dia juga suka menata rambutnya sedikir asal, tapi cukup keren untuk di lihat. Tapi tuan Zeky yang sekarang sangat lah berbeda. Rambutnya sangat kusut. Bahkan sedikit berkeringat saja, sudah tercium bau yang tidak sedap. Padahal sebelumya, walau berkeringat banyak, baunya tetap harum. Apa anda tidak pernah mandi dalam waktu seminggu?” tanya Guzel yang mampu membuat Zeky terdiam seribu bahasa.
Bersambung.......