
Malaikat atau Iblis?
Dalam perjalanannya menuju kamar, Zeky di hinggapi dengan perasaan gelisah yang amat sangat.
“Kenapa aku kesal dan marah pada keputusanmu sendiri? Sudah lah . aku tidak perlu memikirkannya, bukan? Dia hanya anak yang munkin saja kiriman musuh untuk menjatuh kan ku. Buktinya malam itu hanya ada aku dan pelayan itu di jalan raya itu. Tapi bagaimana bisa ada sebuah mobil? Bahkan dari mana arah datangnya mobil itu pun aku tidak tau. Jadi sudah kemungkinan besar kalau gadis itu sengaja melakukan itu padanya, hingga membuatnya buta. Tapi, apa motif gadis itu?”
Zeky semakin pusing karna di sana tidak ada CCTV sama sekali. Bahkan sikap Guzel tidak pernah baik padanya. Karna tidak mau pusing dengan perdebatan pikirannya, akhirnya Zeky pergi ke tempat di mana Guzel sedang di eskekusi.
“Hentikan!” perintah Zeky saat sebuah cambuk hampir mendarat di tubuh mulus Guzel.
Guzel sangat senang mendengar ada sebuah suara membelanya. Namun rasa senang nya itu hanya sesaat kaena ia melihat wajah Garang Zeky yang di tunjukkan padanya.
“Dia bukan malaikat ku, dia adalah iblis berwujud manusia. Pasti Tuhan sedang marah saat menciptakannya dulu.” Pikir Guzel dalam hati.
“Biarkan saja dia sekertaris Kai.” Ucap Zeky masih dengan wajah dinginnya.
“Hey, Guzel. Hari ini aku akan melepaskan mu. Tapi ngat, jika kau melanggar perintah ku lagi. Maka terima akibatnya.” Kata Zeky kemudian.
Setelah semua ikatan Guzel di lepas, Guzel pun pergi dari sana tanpa melihat kearah sekertaris Kai atau pun kearah Zeky. Setelah batang hidung Guzel tidak terlihat lagi, sekertaris Kai mendekati tuannya dan bertanya.
“Tuan, apa keputusan yang anda ambil sudah benar?” tanya sekertaris kai.
“Saya tidak akan membiarkan dia hidup dengan tenang kalau hal itu benar terjadi.” Entah kenapa sekertaris menjadi geram saat sadar apa yang sudah terjadi.
..................................
Sedangkan di kamarnya, guzel hanya menangis. Ia ingin mengadu pada sang ayah. Namun ia tidak punya nomor ayahnya.
“Dad, lelaki itu jahat sekali. ia sama sekali tidak punya belas kasihan pada ku. Apa salah ku sih dad? Aku hanya ingin menjalani hidup ku dengan damai. Aku ingin menyelesaikan misi dari Daddy secepat mungkin. Tapi kenapa masalah selalu datang bertubi – tubi pada ku?” Guzel hanya bisa menangis tersendu sendirian di sana.
Tak lama kemudian, terdengar bunyi pintu telah di ketuk. Guzel pun membuka kan pintu, dan ternyata Minah yang datang. “Nona, anda baik – baik saja?” tanya Minah khawatir. Guzel hanya mengangguk dan mempersilahkan Minah masuk kedalam.
“Saya membuat kan sarapan untuk nona.” Ucap Minah sambil menata masakan di atas meja kecil yang ada di kamar itu.
“Nona terlihat sangat lelah. Syukurlah nona baik – baik saja. Karna sekertaris Kai tidak akan mengampuni siapapun yang membuat masalah dengan Tuan Muda.”
“Minah, terima kasih.” Ucap Guzel tulus. Ia sangat senang ada seseorang yang mengerti dia tanpa memandang siapa Guzel. Minah sangat tersentuh mendengar ucapan Nona ini.
“Nona, setiap orang punya masalah. Dan dengan masalah itu, akan membuat kita semakin dewasa. Jadi, bertahanlah nona.” Ucap Minah menyemangati. Hati Guzel tergelitik mendengar itu. Ia sangat terhibur dengan kehadiran Minah. Nanti ketika ia sudah kembali kerumah daddy nya, ia akan membalas kebaikan Minah.
Bersambung....