Hotel De Amor

Hotel De Amor
Benda keramat Guzel



61 benda keramat Guzel


Setelah mendapatkan kabar dari sekertarisnya. Zeky hanya bisa menenangkan diri di makam ibunya. Ia sengaja datang kesana karna ia sudah sangat merindaukan ibunya.


“Mom. Aku datang.” Ucapnya dengan sedih.


“Maaf kan aku mom. Aku terlalu lama membuat orang yang sudah membuat mu tersakiti bahagia. Aku tidak akan melepaskannya lagi. Saat dia tertangkap, aku akan menghukumnya dengan seberat mungkin..”


Zeky meletakkan bunga mawar putih untuk di letakkan di makam ibunya. “Semoga kita di pertemukan di kehidupan selanjutnya, mom.”


Setelah puas bermanja di makam ibunya, Zeky mendatangi Guzel. Ia sengaja seharian berdiam diri di tempat kerja Guzel dan mengganggu gadis itu.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat, Guzel segera pulang. Mereka berjalan menelusuri lorong untuk sampai ke tempat parkir.


“Ck, kau ini menyebalkan sekali.” umpat Guzel saat Zeky menyium wajahnya beberapa kali.


“Jadi, kau selama ini menghilang di tempat ini?” tanya Zeky tidak menghentikan kegiatan asiknya untuk menciumi wajah Guzel.


“Ya. Banyak hal yang harus aku urus. Aku sudah memutuskan semua hal yang akan aku lakukan kedepannya.” Ucap Guzel dengan pasti.


“Wow. Itu bagus. Memang apa yang akan kau lakukan?”


“Aku tidak mau mengikuti jejak ayah ku. Usaha yang baru aku bangun cukup berkembang, dan aku berencana untuk menyewa tempat baru yang lebih luas.”


“Ck, sudah menjadi orang kaya sekarang?” tanya Zeky meledek.


“Tentu saja.”


“Kau butuh bantuan ku?” tanya Zeky menawari, walau ia tau Guzel tidak akan menerimanya.


“Lalu, bagaimana dengan ku. Kapan kita akan melangsungkan pernikahan kalau kau seperti ini?” tanya Zeky seperti orang yang tidak sabar.


“Kita akan segera menikah. Aku tidak akan ingkar janji. Apalagi aku sudah memberikan kehormatan ku pada mu. Aku sudah memiliki uang untuk membayar hutang ku pada paman Damian. Jadi setelah itu kita bisa berbicara tentang pernikahan.” Ucap Guzel dengan pasti.


“Benarkah, Yes!!” pekik Zeky girang.


Guzel hanya bisa menggelengkan kepalnya. Ia sangat malu dnegan kelakuan Zeky. Merka sudah berada di temoat parkir. Guzel segera masuk mobil sedangkan Zeky masih asik dengan kegiatan menikmati kebahagiannya.


“Hey, kau mau sampai kapan teriak teria begitu?” sindir Guzel yang sudah berada di dalam mobil.


“Oke.” Ucap Zeky dengan senang.


Mereka kemudian langsung jalan. Dalam perjalanan mereka hanya diam saja. Tidak aka pembicaraan yang berarti.


“Kau punya tisu?” tanya Guzel karna ia sangat membutuhkannya.


“Biasanya aku menaruh di tengah sini. (menunjuk tempat di sisi tengah mereka.) tapi sepertinya yang di sini sudah habis. Coba kau cari di tempat lainya. Siapa tau aku masih menyim pan cadangan.” Ucap Zeky masih sambil menyetir.


Guzel pun mencari seperti yang sudah Zeky perintahkan. Ia membuka setiap tempat yang ada di dalam mobil. Namun saat membuka salah satu tempat, ia di kejutkan dengan pemandangan di depannya. Ia menemukan sebuah ****** ***** dan juga atasan untuk seorang wanita.


“Apa ini?” Guzel mengeluarkan isi itu dan Zeky sangat terkejut melihatnya. Ia bahkan langsung ngerem mendadak.


“Itu, aku bisa jelaskan.”


“Apa kau adalah orang yang cabul? Untuk apa kau menyimpan benda seperti ini?” teriak Guzel marah. Ia semakin kaget saat benda keramat itu memiliki inisial namanya. Jadi itu miliknya? Dari mana Zeky mendapat kan benda itu?


Bersambung......